4 gaya dalam mencintai yang Dilakukan Orang Modern ini

4 gaya dalam mencintai yang Dilakukan Orang Modern ini. Sudah sejak lama manusia memiliki masalah eksistensial. Orang akan begitu menderita jika tak diakui keberadaannya. Singkatnya orang butuh teman. Nabi Adam yang berada di surga saja masih butuh teman–untuk mempertegas keberadaanya. Dicintai adalah jawaban dari masalah eksistensial tersebut. Sehingga soal cinta, adalah hal sama pentingnya dengan keberadaan manusia itu sendiri.

Salah satu pemikir yang mengupas soal cinta adalah Erich Formm. Fromm lahir di Frankfurt, Jerman dan menghabiskan banyak waktunya di Amerika. Ia mendalami ilmu psikologi sosial di negeri Paman Sam tersebut.

Formm memulai petualangannya tentang cinta dengan menulis buku The Art of Loving. Ia mengajukan beberapa pertanyaan: cinta itu apa sih? Dia bersifat aktif atau pasif sih? Lebih baik mana, dicintai apa mencintai? Yang kemudian dibahas panjang lebar dalam bukunya.

Pertanyaan-pertanyaan tersebut muncul dari ketidaksetujuannya akan pandangan banyak orang yang menyamakan cinta dengan rasa suka. Juga soal kebanyakkan orang yang menganggap mencintai itu anugrah dan berada di luar kehendak kita. Lebih lanjut, Formm bahkan mengkritisi istilah falling in love dan mengajukkan istilah standing in love sebagai gantinya.

Pertanyaan dan kritik Formm di atas memang terlihat sepele. Akan tetapi memiliki makna yang mendalam nan penting. Terutama jika kita renungkan pada dewasa ini di mana cinta sudah masuk wilayah agama dan mulai diperdagangkan. (sesekali coba ikutlah seminar anti pacaran atau workshop pacaran setelah nikah).

Formm mengandaikan cinta itu seperti sebuah seni. Sehingga bisa dipelajari. Sebab banyak orang yang karena tidak belajar cinta, justru merusak orang yang dicintai atau dirinya karena cinta. Dia mengajukan analogi yang menarik untuk menjelaskan kenapa cinta musti dipelajari.

Bagi Formm mencintai itu seperti melukis. Maka belajar melukis harus didahulukan ketimbang mencari apa yang akan dilukis. Nah sialnya, orang-orang modern justru hanya sibuk mencari objek lukisan tanpa mengerti bagaimana caranya melukis.

Mencintai pun sama. Banyak orang yang hanya fokus mencari siapakah orang yang layak dicintai, sementara ia lalai bagaimana caranya mencintai. Ia hanya sibuk mencari orang yang bagus fisiknya, baik perangainya, dan tinggi derajatnya. Padahal, sebagus apapun objek lukisan, jika kita tidak bisa melukis hasilnya akan jelek. Begitupun cinta. Oleh karenanya Formm menyebut orang yang seperti itu bukanlah orang yang ingin mendapatkan cinta, dia cuma ingin memenuhi egonya tentang cinta. Dalam bahasanya Formm itu adalah ego yang diperluas.

Formm membagi cinta dalam beberapa tipe. Dan yang akan diulas dalam tulisan ini adalah tipe cinta erotik. Cinta pada lawan jenis.

Menurut Formm orang modern terbagi menjadi empat gaya dalam mencintai. Keempat gaya tersebut sama-sama keliru dalam mencintai. Gaya tersebut adalah:

#1. Gaya Reseptif

Adalah gaya orang yang hanya sibuk untuk mencari orang yang dicintai. Orang dengan gaya ini berpikiran bahwa mencintai adalah pekerjaan mudah, justru mencari siapa yang akan dicintailah yang sulit. Akibat dari berkembangnya gaya ini, orang lebih sibuk untuk mendandani diri menjadi semenarik mungkin, agar dicintai atau ditrima cintanya.

#2. Gaya Penimbun

Orang dengan gaya mencintai ini memandang cinta adalah kepemilikan. Ia memandang mencintai seseorang berarti harus memilikinya. Dan jika tidak bisa memiliki (ditolak), ia batal mencintai dan akan mencari yang lain. Ia takut kehilangan sesuatu yang dicintai.

#3. Gaya Eksploitatif

Gaya eksploitatif akan memandang cinta adalah hal yang mampu memuaskan keinginannya. Pada kondisi apapun itu. Sehingga orang dengan gaya ini tidak memandang orang yang dicintainya sedang sibuk atau punya urusan, umpamanya, ia akan tetap menuntut chatnya cepat dibalas agar dia senang. Ia akan meminta antar jemput dan sebagainya. Jika tidak menuruti keinginannya maka dia tidak cinta lagi. Sesederhana itu.

#4. Gaya Dagang

Gaya ini mensyaratkan orang yang dicintai dengan kondisi dirinya. Ia mempercantik diri untuk mendapatkan yang ganteng. Atau sebaliknya. Menganggap apa yang dikeluarkan untuk orang yang dicintai adalah investasi dan harus kembali. Gaya ini akan menghitung apa yang akan didapat dari setiap usahanya untuk cinta.

Leave a Comment

Datasiana Reportasiana Swarasiana Translasiana
karangan bunga fadli zon
Meniru Hidup Hemat dan Sederhana dari Fadli Zon
jalan dan pahlawan
Mengenang Pahlawan dengan Nama Jalan
Jangan Bersedih
Jangan Bersedih, Ketawain Aja Keleus !
Usia 24 Bagi Seorang Perempuan
Yang Menyebalkan di Usia 24 Bagi Seorang Perempuan
Larangan Bersedih Bagi Jomblo di Republik Ngapak
Doa Pilihan untuk Jomblo
Lima Do’a Pilihan untuk Jomblo di Malam Takbiran
4 Gaya dalam Mencintai
4 gaya dalam mencintai yang Dilakukan Orang Modern ini
Lambang_PKI
Kebangkitan PKI, Diskusi, dan Musuh-musuh Imajiner Kita
Kesadaran magis
Dari Paradigma Reformasi ke Transformasi: Peta Kesadaran Freire
Renungan Calon Sarjana
Dari Bung Kris, untuk Calon Sarjana
sufi dan surga
Pesan dari Para Sufi tentang Amal Ibadah dan Surga
Malam Jum'at Sunnah Rasul
Malam Jum’at dan Sunnah Rasul bagi Jomblo
hijrah
Spirit Hijrah yang (bisa) Salah Arah
wanita zaman jahiliyah
Fakta Lain Seputar Derajat Wanita pada Zaman Jahiliyah dan Adab pada Keluarga Rasulallah
kegiatan temu pendidik
Inspirasi itu Mengalir dari Wadas Kelir
guru merdeka belajar
“ Mudik”, Merangkai Niat Baik dengan Semangat Kolaboratif
Pustaka Warga
Komunitas Literasi, Minat Baca, dan Kenapa Pustaka Warga