7 Alternatif Pelarian bagi Fresh Graduate

Wisuda dan euforianya memang melenakkan. Buket bunga, karikatur lucu, banner ucapan, hingga boneka beruang bertoga bertebaran sebagai simbol-simbol yang meramaikannya. Semua pernak pernik tadi berpadu sempurna dengan senyum merekah dari para handai taulan. Dan hmmmm semuanya tampak sempurna. Fresh Graduate begitu para khalayak menyebutnya.

Satu hari saja setelah upacara wisuda selesai, para sarjana muda tadi sudah mulai kelimpungan dengan segenap pertanyaan merisaukan seperti; di mana saya harus bekerja?; perusahaan mana yang butuh karyawan?; bagaimana cara saya mengumpulkan modal usaha? Dan aneka petanyaan mega berat lainnya.

Rencana menjadi eksekutif muda di perusahaan ternama yang dulu direncakan di awal kuliah rupanya terhalang kenyataan; ‘nyari kerja aja susah’.

Sebagai pelaku dari rentetan peristiwa maha memilukan itu, saya merasa terpanggil untuk berbagi pemikiran dengan yang lain. Semoga ini membantu sesama sarjana muda, yang kata Iwan, sedang resah mencari kerja. Berikut saya sebut 7 Pelarian Fresh Graduate ;

  1. Melatih Junior di Kampus atau Sekolah

Liburan satu atau dua hari ketika kuliah dulu mungkin menjadi hal yang paling dinanti. Tapi bagaimana jika “liburan” sampai batas waktu yang tidak ditentukan karena menganggur? Pasti membikin suntuk. Bosan. Nah sambil menunggu panggilan kerja atau lowongan dibuka, tidak ada salahnya kita kembali ke kampus atau sekolah kita. Bukan untuk kembali menuntut ilmu apalagi sekedar legalisir ijazah, tetapi untuk berbagi dengan adek-adek di sana.

Selain akan menghilangkan kejenuhan kita dalam menghadapi status pengangguran junior juga dapat mengasah mental dan pikiran kita. Ini tentu akan menunjang dalam pencarian kerja, beasiswa, atau si dia. #ehh

Ohya, kegiatan ini emang amat direkomendasikan untuk para sarjana jomblo baik putra maupun putri. Bertemu dan menjalin komunikasi lagi dengan para dedek gemez akan meningkatkan propabilitas kalian dalam menemukan pasangan. Wes tuek ojok jomblo terus.

  1. Ikut Kursus Keahlian

Tidak ada salahnya untuk menambah keahlian dengan ikut kursus atau les. Diversifikasi kemampuan akan memudahkan kita dalam mencari kerja, usaha, atau ketika berniat melanjutkan studi. Berbagai keahlian bisa kita jadikan pilihan. Menambah kemampuan bahasa asing, menyopir, publik speaking, hingga kemampuan mekatronika akan membuat kita lebih percaya diri.

Selain itu nih ya, siapa tau juga jodohmu ada di tempat kursus. Yakan?

  1. Ngajar Privat

Seiring dengan meningkatnya orang kaya baru atau OKB di Indonesia, permintaan guru privat pun meningkat. Terutama adalah mereka para orang tua yang berorientasi pada angka-angka raport. Tentu ini menjadi peluang yang sayang untuk kamu lewatkan begitu saja. Apalagi kamu yang mengambil fakultas keguruan. Mengajar secara privat juga akan membuat kemampuan mengajarmu meningkat. Ini menjadi semacam sarana latian yang justru dibayar, sebelum kamu masuk ke sekolah beneran.

Cara yang bisa ditempuh pun bisa cukup beragam. Dari mulai kamu menawarkan sendiri jasa les privatmu atau bergabung dengan lembaga yang sudah mapan dan berpengalaman menyalurkan tenaga pembimbing belajar.

Mengajak serta teman sekampus atau bahkan sekelas dulu untuk memulai usaha bimbingan belajar juga bisa dipilih. Memang ini membutuhkan ekstra kerja keras, tetapi hasil yang didapat akan sebanding dengan tetes keringat selama masa merintis.

Sebagai tips, kamu bisa mengajak orang yang kamu taksir sebagai partner. Siapa tau kalian akan saling jatuh cinta dalam masa-masa berjuang dan menikah setelah usahanya lancar. uunncccchhhh

  1. Menjadi freelancer

Dijaman paket kuota sudah menggantikan pulsa telephone dan sms ini, rasanya tidak sulit untuk memperoleh uang dari internet. Kamu bisa menjadi seorang freelancer yang menghasilkan duit dari internet. Freelancer ini berbeda dengan MLM online yang sering nyepam pada kolom komentar.

Freelance menjual keahlian bukan tipuan. Kamu bisa menyesuaikan dengan keahlian yang dimiliki. Peluangnya membentang luas dari jurnalisme, penerbitan buku, penerbitan jurnal, menulis untuk blog, redaktur, redaktur-cetak, pengoreksi-cetak, pengindeksan, penyalin tulisan, programer komputer dan desain grafis, konsultan hingga penerjemah.

Mulai membuat akun youtube juga bisa jadi pilihan.

Yang menarik, kesemua itu dapat dilakukan di rumah. Sambil momong ponakan, nyambi ternak ayam, atau fesbukan sekalipun. Nah salah satu yang menarik adalah kamu tetap bisa terkoneksi dengan semua media sosialmu sembari tetap bisa bekerja. Siapa tau juga kan ada yang nyantol dari sekian banyak teman mayamu. Kan mayan.

  1. Menjadi Relawan Kegiatan Sosial

Kegiatan sosial adalah pilihan yang menarik dari sekian banyak aktivitas pengusir kegalauan menganggur. Kamu bisa membantu remaja di Desamu untuk mengorganisir diri dan memulai kerja-kerja pemberdayaan. Ilmu yang kamu peroleh semasa kuliah akan menjadi lebih bermanfaat dan tentu bisa menjadi bekal jariyahmu. Subhanallah.

Hal tersebut juga sejalan dengan visi nawacita yang salah satunya bercita-cita membangun dari desa. Ya itung-itung membantu negara mewujudkan cita-citanya lah.

Kamu bisa memulai dengan mengajak teman sekolahmu dulu atau bahkan anggota keluargamu. Sebelum akhirnya membesar dan membuat orang lain rela untuk bergabung. Selain akan menambah pamormu di desa, aktivitas sosialmu akan berbanding lurus dengan lirikan manjah perawan atau jejaka desa yang sudah suntingable. Memangnya siapa yang tidak tertarik dengan sarjana muda berjiwa sosial tinggi?

  1. Magang

Magang menjadi salah satu pilihan ketika kamu belum mendapat pekerjaan dan atau belum mampu membuka usaha. Meskipun tanpa upah, magang akan memberimu banyak pengalaman. Dari situ kamu dapat lebih siap dalam menghadapi pekerjaan yang sesungguhnya.

Carilah relasi yang bisa diajak komunikasi soal magang dan maganglah! Siapa tahu dalam magangmu, meskipun tidak memperoleh gaji senilai UMR, kamu bisa mendapat jodoh.

  1. Daftar kerja cuk!

Jangan jodoh mulu dipikirin. Tulis surat lamaran sebanyak yang kamu sanggup, kirimkan, lalu tunggu panggilan. Yakini saja, fase sebelum kamu berani ngelamar do’i adalah dengan mensukseskan ngelamar pekerjaan. Setidaknya jadilah jomblo yang elegan, dengan memberikan contoh kepada khalayak bahwa sebelum meminang, mapanlah!

Leave a Comment

Datasiana Reportasiana Swarasiana Translasiana
kulon progo
Pembangunisme dan Mereka yang Terusir dari Tanahnya Sendiri
para pemain dan kru film mata jiwa
Melihat Lebih Jernih Kehidupan Kelas Dua Kota Jakarta dengan Mata Jiwa
karangan bunga fadli zon
Meniru Hidup Hemat dan Sederhana dari Fadli Zon
Usia 24 Bagi Seorang Perempuan
Yang Menyebalkan di Usia 24 Bagi Seorang Perempuan
Larangan Bersedih Bagi Jomblo di Republik Ngapak
Doa Pilihan untuk Jomblo
Lima Do’a Pilihan untuk Jomblo di Malam Takbiran
4 Gaya dalam Mencintai
4 gaya dalam mencintai yang Dilakukan Orang Modern ini
Lambang_PKI
Kebangkitan PKI, Diskusi, dan Musuh-musuh Imajiner Kita
Kesadaran magis
Dari Paradigma Reformasi ke Transformasi: Peta Kesadaran Freire
Renungan Calon Sarjana
Dari Bung Kris, untuk Calon Sarjana
sufi dan surga
Pesan dari Para Sufi tentang Amal Ibadah dan Surga
Malam Jum'at Sunnah Rasul
Malam Jum’at dan Sunnah Rasul bagi Jomblo
hijrah
Spirit Hijrah yang (bisa) Salah Arah
wanita zaman jahiliyah
Fakta Lain Seputar Derajat Wanita pada Zaman Jahiliyah dan Adab pada Keluarga Rasulallah
para pemain dan kru film mata jiwa
Melihat Lebih Jernih Kehidupan Kelas Dua Kota Jakarta dengan Mata Jiwa
kegiatan temu pendidik
Inspirasi itu Mengalir dari Wadas Kelir
guru merdeka belajar
“ Mudik”, Merangkai Niat Baik dengan Semangat Kolaboratif
Pustaka Warga
Komunitas Literasi, Minat Baca, dan Kenapa Pustaka Warga