Ahok dan Mereka yang Menangis di Jakarta

AHOK menangis- .Tangis dan air mata adalah dua hal yang tunggal. Menangis kerap kali menjadi benteng terakhir manusia tatkala menghadapi rasa sakit maupun tekanan yang begitu berat. Mata kita juga acapkali tak kuasa menahan air mata saat melihat penderitaan orang lain, bahkan walaupun itu hanya terjadi dalam adegan film. Menangis adalah cara manusia mengungkapkan ekspresi saat kata-kata dianggap sudah tak dapat mewakili.

 

Menangis sebenarnya adalah proses yang alami. Sejak kecil, manusia telah terbiasa menangis. Bahkan sebelum mengenal bahasa, menangis adalah cara kita menyampaikan pesan. Bayi yang kedinginan, kelaparan, ataupun mengalami penderitaan lain akan menangis sebagai caranya menyampaikan pesan. Tubuh kita memiliki hormon proclatin yang mendorong manusia mampu mengeluarkan air mata. Bekerjanya hormon ini pula yang membawa efek lega setelah menangis.

 
Dengan begitu kita harus ingat, menangis adalah yang sederhana dan biasa-biasa saja. Hanya saja diperumit oleh gengsi.

 
Pada beberapa penelitian menjelaskan bahwa tangis memiliki kekhasan masing-masing. Para peneliti menemukan bahwa air mata yang keluar saat kita, umpamanya, kelilipan, dengan air mata saat kita menangis sebab ditinggal gebetan menikah memiliki kandungan kimia yang berbeda. Barangkali ini pula yang membuat air mata memiliki banyak tafsiran. Dari yang menggambarkan kebahagiaan sampai kesedihan. Dari yang menunjukkan ketulusan hingga kepalsuan.
Air mata adalah rumah bagi beragam ekspresi manusia.

 
Ahok menangis dan air mata buaya

 
Persidangan kasus dugaan penodaan agama telah memasuki babak baru. Ahok yang biasanya mencak-mencak dengan gaya biacaranya yang keras kini duduk di kursi pesakitan. Saat membacakan nota keberatan atas dakwaan yang disangkakan padanya Ahok sempat menangis. Tepatnya saat Ahok menceritakan latar belakang keluarganya. Ahok yang memiliki orang tua angkat muslim bersikukuh tidak mungkin menistakan agama yang dipeluk orang tua angkatnya. Suaranya bergetar disusul tetesan air matanya kala itu.

 
Tangisan Ahok inilah yang justru direspon oleh para netizen. Banyak yang beranggapan bahwa air mata yang diteteskan Ahok adalah air mata buaya. Sebuah tangis kepalsuan untuk meringankan dakwaan padanya. Meskipun tak sedikit yang beranggapan sebaliknya. Umumnya adalah mereka yang pro Ahok, justru melihat air mata Ahok adalah bukti bahwa dalam benakknya tidak mungkin menista agama. Bagi mereka, air mata itu adalah bukti tidak adanya niat jahat, yang menjadi syarat pidana, dari pernyataan Ahok di Kepulauan Seribu beberapa waktu lalu.

 
Air mata buaya adalah ungkapan yang sama sekali tak baru dalam bahasa Indonesia. Ungkapan tersebut digunakan untuk menggambarkan kepalsuan yang ditunjukkan dengan air mata. Alasan mengapa buaya bukanlah sembarangan. Buaya memiliki mekanisme tubuh yang unik saat melahap mangsanya. Kelenjar air mata yang tertekan saat memamah mangsa memberikan efek seolah buaya menangisi mangsa yang dimamahnya. Tentu itu dua hal yang kontradiktif yang jika benar maka buaya adalah makhluk yang paling pandai bersandiwara.

 
Itulah mengapa ketika kita berpura-pura menangis untuk hal-hal yang tidak benar-benar kita tangisi disebut air mata buaya. Sementara tentang apakah Ahok mengeluarkan air mata buaya atau bukan silahkan Anda nilai sendiri.

 
Menangis, sebagaimana dibahas di atas adalah proses yang manusiawi. Bahkan beberapa hewan juga menampakkan reaksi mirip menangis saat kesakitan. Ya meskipun harus kita akui, tidak satupun hewan yang sampai sesenggukan menangis. Dengan begitu, sebenarnya menangis adalah hal yang lumrah yang tidak perlu kita tahan-tahan. Menangislah jika memang harus menangis; sebab berpura-pura tegar tidak akan membuat dadamu longgar.
Ahok tak sendirian.

 

Ada banyak manusia tegar bahkan galak terisak meneteskan airmatanya. Yusuf Mansur tak kuasa membendung air matanya begitu melihat ulamanya diperlakukan tidak sopan. Rachmawati menangis ketika berbicara pada rapat konsolidasi GNPF MUI. Buni Yani menangis saat mengklarifikasi tuduhan yang mengatakan dirinya provokator. Ibu-ibu yang rumahnya digusur dengan alasan melanggar daerah hijau menangis. Andi Jhon, perampok yang menyandera korban dengan senjata api dan meminta dibuatkan mie juga menangis saat dirinya terdesak polisi dan korbannya. Bahkan video menangis Awkarin lantaran diputus pacarnya yang diunggah di youtube sudah ditonton hampir dua juta orang.

 
Menangis bukanlah hal yang perlu dipermasalahkan. Semua orang menangis, bukan karena cengeng. Justru menangislah yang kerap kali memberi kekuatan pada tiap kita mengalami kesulitan. Bukankah kita merasa lebih baik setelah air mata mewakili rasa sesak? Maka menangislah.

Leave a Comment

Datasiana Reportasiana Swarasiana Translasiana
kulon progo
Pembangunisme dan Mereka yang Terusir dari Tanahnya Sendiri
para pemain dan kru film mata jiwa
Melihat Lebih Jernih Kehidupan Kelas Dua Kota Jakarta dengan Mata Jiwa
karangan bunga fadli zon
Meniru Hidup Hemat dan Sederhana dari Fadli Zon
Usia 24 Bagi Seorang Perempuan
Yang Menyebalkan di Usia 24 Bagi Seorang Perempuan
Larangan Bersedih Bagi Jomblo di Republik Ngapak
Doa Pilihan untuk Jomblo
Lima Do’a Pilihan untuk Jomblo di Malam Takbiran
4 Gaya dalam Mencintai
4 gaya dalam mencintai yang Dilakukan Orang Modern ini
Lambang_PKI
Kebangkitan PKI, Diskusi, dan Musuh-musuh Imajiner Kita
Kesadaran magis
Dari Paradigma Reformasi ke Transformasi: Peta Kesadaran Freire
Renungan Calon Sarjana
Dari Bung Kris, untuk Calon Sarjana
sufi dan surga
Pesan dari Para Sufi tentang Amal Ibadah dan Surga
Malam Jum'at Sunnah Rasul
Malam Jum’at dan Sunnah Rasul bagi Jomblo
hijrah
Spirit Hijrah yang (bisa) Salah Arah
wanita zaman jahiliyah
Fakta Lain Seputar Derajat Wanita pada Zaman Jahiliyah dan Adab pada Keluarga Rasulallah
para pemain dan kru film mata jiwa
Melihat Lebih Jernih Kehidupan Kelas Dua Kota Jakarta dengan Mata Jiwa
kegiatan temu pendidik
Inspirasi itu Mengalir dari Wadas Kelir
guru merdeka belajar
“ Mudik”, Merangkai Niat Baik dengan Semangat Kolaboratif
Pustaka Warga
Komunitas Literasi, Minat Baca, dan Kenapa Pustaka Warga