Hal-hal yang Membuat Malaysia Berani Kemenyek Sama Indonesia

Bendera Indonesia terbalik

Nyenyek terjadi bukan tanpa alasan. Biasanya karena sudah merasa lebih mapan.

Dengan melihat luas wilayah, jumlah penduduk, apalagi kekuatan militer, Malaysia tampak konyol jika ingin melawan Indonesia. Apalagi dengan militansi orang-orang Indonesia, hah rasanya para TKI juga sanggup memberangus negeri Jiran itu dari peta global.

Namun demikian, entah kenapa Malaysia seolah begitu kemenyek dengan Indonesia. Begitu congkak dan ngeselin. Yang terakhir tentu saja soal insiden bendera terbalik di Sea Games. Bagaimana mungkin negara yang tanahnya berbatasan langsung, sering beradu urat saraf, bahkan konfrontasi langsung, tidak kenal bendera yang secara teknis amat gampang dihapal: merah putih.

Yang lebih nganu, keteledoran itu dilakukan pada acara sebesar Sea Games, di banyak kasus pula. Mulai dari buku panduan hingga koran. Ya jadi tampak terlalu mengada-ada untuk disebut, human eror.

Faktor lain yang membuat insiden terbaliknya bendera merah putih kian menyebalkan adalah, Malaysia boleh dikatakan, “musuh bebuyutan” kita. Bukan tanpa alasan memang, dengan negaranya si Upin dan Ipin itu kita sudah sering terlibat konflik. Mulai dari konfrontasi langsung di era Soekarno, pencaplokan pulau Sipadan-Ligitan, ngaku-ngaku kebudayaan, hingga penyiksaan TKI. Maka ada gesekan sedikit saja, sentimen lama muncul kembali.

Di sisi lain ada hal-hal yang menjadi alasan, kenapa Malaysia begitu berani untuk sembrono dengan Indonesia.

#Negara Commonwealth
Sebagai negara commonwealth alias persemakmuran, Malaysia merasa punya backup kalau-kalau terjadi hal-hal diluar kemampuannya. Tak tanggung-tanggung, Malaysia akan dibantu Inggris, Singapura, Selandia Baru, hingga Australia jika terlibat masalah militer. Jadi ini semacam, anak SMA yang berani sama tilangan polantas karena Omnya jadi Dandim. Merasa aman.

#Pendapatan penduduk yang lebih tinggi
Jika dibanding Indonesia, rata-rata pendapatan orang Malaysia emang lebih tinggi dibanding orang Indonesia. Pada tahun 2016, saat rata-rata pendapatan orang Indonesia 47,96 juta per tahun, orang Malaysia sudah tiga kali lipatnya. Ya sekitar 150 jutaan lah per tahun.

Dan Syndrom orang kaya baru (OKB) yang kemaki lagi kemenyek itu tampaknya juga terjadi pada Malaysia. Selayaknya kelas menengah ngehek, mereka jadi sombong sama masyarakat yang kalau sampo habis di akhir bulan saja, ditambahi air agar bisa berbusa.

#TKI yang bertebaran di Malaysia
Sebelum njenengan-njenengan membaca lebih lanjut poin ini, saya hendak menyampaikan, bahwa saya tidak mengatakan TKI membuat merosotnya harga diri Indonesia. Tentang banyaknya TKI, terutama yang bergerak di sektor non formal, saya lebih suka membacanya sebagai belum berhasilnya pemerintah menyediakan lapangan kerja berupah layak bagi masyarakatnya. Dan dengan cara baca demikian, para TKI adalah orang-orang yang berani sekaligus berjasa ganda bagi Indonesia: mengurangi jumlah pengangguran ples menambah devisa.

OK ya klir. Ini tanpa tendensi merendahkan para TKI.

Sebagaimana dipublish di website resmi BNP2TKI, jumlah TKI resmi yang terdata di Malaysia pada tahun 2016 sejumlah 87.616 orang. Jumlah tersebut sudah menurun banyak dari tahun 2011 yang jumlahnya sebanyak 134.266 tenaga kerja. Nah sementara pada bulan Januari hingga Juli tahun ini, jumlahnya 49.337 orang. Menurun 3.415 dari jumlah tenaga kerja resmi pada rentang bulan yang sama tahun sebelumnya. Saya katakan resmi karena banyak juga tenaga kerja ilegal, yang tentunya berada di luar jangkauan pendataan pemerintah.

Dari angka itu, rata-rata para TKI lulusan SD, SMP, dan SMU/SMK yang berturut-turut prosentasenya 27,47%, 40,92%, dan 29,83%. Dengan pendidikan seperti itulah rata-rata para TKI bekerja di sektor yang oleh dunia yang kian kapitalistik ini disebut sektor kasar. Bahkan sebagian oknum netizen Malaysia menjuluki kita negara babu. Afuuuuu betul.

#Neraca Perdagangan
Neraca perdagangan mungkin tidak menunjukkan seberapa angkuh suatu negara terhadap negara lainnya, tapi paling tidak bisa menunjukkan alasan ekonomis dibalik keangkuhan-keangkuhan yang mungkin terjadi. Tercatat, pada 2016 nilai perdagangan antara Indonesia dan Malaysia sebesar 14,32 Milyar dollar Amerika. Atau sepadan dengan 5,10% dari total nilai perdagangan Indonesia.

Sementara untuk neraca perdagangan, dari 2013 hingga 2016 kita minus terus. Pada 2013 minusnya mencapai 2.655.920 juta dollar. Turun menjadi 1.125.380 juta dollar pada 2014, lalu turun lagi menjadi 899.810 juta di 2015. Pada 2016 neraca perdagangan kita masih minus. Ya meskipun angkanya turun hanya tinggal 79.280 juta.

#Indeks Pembangunan Manusia
Taruhlah pembangunan manusia tidak hanya soal angka-angka. Tapi angka tetap saja diperlukan untuk mengukur secara kasar bagaimana pembangunan sumber daya manusia dilakukan pada suatu wilayah. Menurut PBB pada 2015 indeks pembangunan manusia kita berada di peringkat 113 dengan skor 0,689. Sementara Malaysia bertengger di posisi 59 dengan skor 0,789. Masih kalah jauh kita. Hiks.

Nah itu tadi hal-hal yang melingkupi nyali Malaysia untuk ngeceni Indonesia. Tidak ada ngenyek yang tiba-tiba. Semuanya berawal dari rasa lebih superior dibanding yang lain. Jadi kalau boleh usul, Indonesia jangan membalas ngece dengen ngece. Ngumpat berbalas ngumpat.

Ingat, harga diri bangsa kita bukan terletak pada seberapa frontal kita menyerang—secara verbal, Malaysia. Tapi bagaimana kita memajukan bangsa kita sendiri. Ya paling tidak memperbaiki poin-poin sebagaimana telah diulas di atas. Jangan sampai salah meletakkan harga diri ya Um.

Leave a Comment

Datasiana Reportasiana Swarasiana Translasiana
Permasalahan Pangan Indonesia
Yang Perlu Dicatat Setelah Hari Pangan Berlalu dengan Kesunyian
Albert Camus
Pidato Kebudayaan Nobel Sastra Albert Camus
CPNS
Yang Tidak Bisa Diremehkan dari CPNS
Usia 24 Bagi Seorang Perempuan
Yang Menyebalkan di Usia 24 Bagi Seorang Perempuan
Larangan Bersedih Bagi Jomblo di Republik Ngapak
Doa Pilihan untuk Jomblo
Lima Do’a Pilihan untuk Jomblo di Malam Takbiran
4 Gaya dalam Mencintai
4 gaya dalam mencintai yang Dilakukan Orang Modern ini
Lambang_PKI
Kebangkitan PKI, Diskusi, dan Musuh-musuh Imajiner Kita
Kesadaran magis
Dari Paradigma Reformasi ke Transformasi: Peta Kesadaran Freire
Renungan Calon Sarjana
Dari Bung Kris, untuk Calon Sarjana
Malam Jum'at Sunnah Rasul
Malam Jum’at dan Sunnah Rasul bagi Jomblo
hijrah
Spirit Hijrah yang (bisa) Salah Arah
wanita zaman jahiliyah
Fakta Lain Seputar Derajat Wanita pada Zaman Jahiliyah dan Adab pada Keluarga Rasulallah
Terkuaknya Saracen
Terkuaknya Saracen dan Perintah Islam dalam Berhati-hati Menyikapi Berita