Setidaknya Aku Sudah Berjuang, Meski Tak Terlihat di Matamu

Ada makna tersirat menghampiri, saat melihatnya terpampang jelas di muka. Seraya dinginya besi elektrik nan tua itu ingin mengucap “Setidaknya Aku Sudah Berjuang, Meski Tak Terlihat di Matamu“.

Melihat radio-radio lama tergantung manja di etalase rumah makan-lesehan, rasanya ada banyak hal yang ingin diceritakannya. Pernak-pernik kearifannya terpampang jelas bukan dari keusaman yang termakan zaman.

Dari bentuk, corak, hingga antena mungil di pojokan atas di sebelah kiri seolah nampak ingin disentuh dan di panjangkan. Ia menerima dengan keterbatasannya, hanya sekuat 5 batterai ABC besar, bernafaskan gelombang FM- AM 😏.

Ya, radio itu adalah bukti! Sebuah nostalgia dimana dahulu kita menitipkan salam lewat udara untuk yang tersayang. Tentu, ekspektasi pengirim salam akan sampai ke telinga pendegar secara acak.

Bayangkan saja, mengirim sms ke operator lalu dibacakan, didengar oleh makhluk yang memiliki telinga. Soal nama, bisa saja sama. Tapi apalah sebuah spesifikasi dan rincian yang ideal sehingga salam tersampaikan ke penerima yang dimaksud. Saya yakin, ini adalah benih-benih kasih tak sampai hingga berujung ke-baperan kronis 😏.

Hashtagh #SalamLewatRadio pernah jadi trending topic di twitter (lupa kapan, pokoknya pernah!) ini memang perpaduan dua generasi yang ngehitz berbeda zaman tapi tetap eksis tak lekang oleh waktu.

Berkat penemuan radio inilah, lahir era baru di bidang komunikasi. Dari awalnya cuman dipake buat urusan militer, hingga ke ranah publik. Emang mau diakui apa enggak, karena perang pula kemajuan teknologi berkembang pesat. Alasan klasiknya sih emang buat ningkatin keamanan.

Gimana sih ya, kok bisa kepikiran gitu. Ya, namanya juga manusia. Tinggal hidupnya di dedikasikan untuk apa. Sopo Nandur Bakal Ngunduh. Toh, mereka yang berhasil nemuin ini-itu sekarang banyak manfaatnya buat semua orang. Tinggal dipake buat apaan.

Kebayang gak? sebelum sang penemu radio memutuskan untuk membuat radio, menganalisa secara saintifik, mengujinya berulang-ulang, lalu ngebikin yang nggak ada wujudnya jadi ada, ini sesuatu hal yang mustahal pada zamannya. Beliyau berpedoman “sing penting yakin” dengan catatan ndak asal njeplak. Tentu pakai banyak pertimbangan sana-sini hingga akhirnya jadilah sebuah radio.

Guglielmo Marconi pada tahun 1895 tengah sibuk-sibuknya ngurusin hak paten soal penemuannya. Ia orang yang kali pertama berhasil mengirimkan signal radio berbasis nirkabel. Isinya cuman huruf “S” doang padahal.

Nikola Tesla di tahun 1943 juga ngedapetin hak paten soal radio loh. Jadi mereka berebut hak paten di umur yang setua itu? Mbok ya eling akhirat, perbanyak dzikir atau ikut pengajian biar lebih varokah.

Nggak! mereka nggak rebutan kok, cuman dibalik itu semua ada pelbagai banyak teori-teori menyoal radio yang udah lama banget digaungkan sama orang-orang. Cuman banyak cerita sih, kontroversional. Kayak bacotan elu pas di ujung hubungan yang nggak jelas, “kamu terlalu baik buat aku”. Gitu!

Sejarah penemuan radio berawal dari 1800-an, tepatnya tahun 1819 saat Hans Christian Ørsted yang ngungkapin dasar relativitas energi magnetik dan arus searah. Lalu disusul oleh banyak tokoh-tokoh penemu lain yang secara prinsipal masih berkaitan pemikirannya tentang radio.

Kemudian kontroversi Nikola Tesla dimulai kembali. Saat diketahui kalau ternyata sebagian besar karya Marconi tentang transmisi nirkabel udah dipatenkan sama Tesla. Sakit nggak?

Tapi apapunlah itu semua, Mahkamah Internasional Amerika Serikat memberikan hak paten soal radio dimenangin oleh Mbah Tesla. Terimakasih Marconi, sudahlah. “Ya, setidaknya aku sudah berjuang“.

Leave a Comment

Datasiana Reportasiana Swarasiana Translasiana
kulon progo
Pembangunisme dan Mereka yang Terusir dari Tanahnya Sendiri
para pemain dan kru film mata jiwa
Melihat Lebih Jernih Kehidupan Kelas Dua Kota Jakarta dengan Mata Jiwa
karangan bunga fadli zon
Meniru Hidup Hemat dan Sederhana dari Fadli Zon
Usia 24 Bagi Seorang Perempuan
Yang Menyebalkan di Usia 24 Bagi Seorang Perempuan
Larangan Bersedih Bagi Jomblo di Republik Ngapak
Doa Pilihan untuk Jomblo
Lima Do’a Pilihan untuk Jomblo di Malam Takbiran
4 Gaya dalam Mencintai
4 gaya dalam mencintai yang Dilakukan Orang Modern ini
Lambang_PKI
Kebangkitan PKI, Diskusi, dan Musuh-musuh Imajiner Kita
Kesadaran magis
Dari Paradigma Reformasi ke Transformasi: Peta Kesadaran Freire
Renungan Calon Sarjana
Dari Bung Kris, untuk Calon Sarjana
sufi dan surga
Pesan dari Para Sufi tentang Amal Ibadah dan Surga
Malam Jum'at Sunnah Rasul
Malam Jum’at dan Sunnah Rasul bagi Jomblo
hijrah
Spirit Hijrah yang (bisa) Salah Arah
wanita zaman jahiliyah
Fakta Lain Seputar Derajat Wanita pada Zaman Jahiliyah dan Adab pada Keluarga Rasulallah
para pemain dan kru film mata jiwa
Melihat Lebih Jernih Kehidupan Kelas Dua Kota Jakarta dengan Mata Jiwa
kegiatan temu pendidik
Inspirasi itu Mengalir dari Wadas Kelir
guru merdeka belajar
“ Mudik”, Merangkai Niat Baik dengan Semangat Kolaboratif
Pustaka Warga
Komunitas Literasi, Minat Baca, dan Kenapa Pustaka Warga