Buka Bersama dan Hal-hal yang Menyertainya

Ramadhan tengah berlangsung. Dua minggu pelaksanaan ibadah puasa ini lazimnya diisi dengan berbagai macam agenda buka puasa bersama. Maka pada bulan dimana warteg menjadi salah satu aurat yang wajib ditutupi ini, notifikasi undangan buka bersama menjadi lebih sering muncul ketimbang nyanyian mars perindo di teve nganu. Hampir semua perkumpulan yang kita ikuti bergantian mengadakan kegiatan buka bersama. Tak jarang waktunya yang berbenturan membuat kita galau musti hadir pada undangan yang mana. Hmmm.

Kamis besok, 23 Juni 2016, PMII Komisariat Dukuhwaluh hendak mengadakan buka bersama seluruh kader PMII UMP. Sebuah acara yang sungguh kehadirannya amat dinanti oleh Ardo, musafir fisabilillah asal negeri borneo. Buka bersama ini menjadi semacam oase ditengah merindunya perjumpaan kader lintas generasi, yang karena berbagai kesibukannya, susah dijumpai. Banyak ritus suci dihelat sebagai agenda, beberapa diantaranya tadarus 30 Juz Al Qur’an, traweh berjamaah, hingga kajian keislaman. Acara akan dimulai pukul 2 siang. Tepat saat matahari membuat es teh naik derajatnya beberapa derajat di atas derajat redaktur esensianadotcom.

Dibalik agenda rutinan semacam buka bersama tadi ada beberapa hal yang lazimnya turut menyertai. Berikut, dengan segala keluhuran budi, saya akan udarkan beberapa diantaranya.

Rasa Kangen

Kangen adalah hal paling umum yang mendasari diadakanya agenda buka bersama. Setelah satu tahunan berpisah dalam rutinitas masing-masing, Ramadhan menyisa asa perjumpaan. Sebab pada bulan dimana ayat Al Qur’an pertama kali diturunkan ini mayoritas jenis pekerjaan libur. Tentu itu akan terjadi pada minggu terakhir. Tetapi percayalah, gejala-gejalanya sudah nampak pada minggu kedua. Maka biasanya kita sudah mulai malas beraktifitas, aroma liburan dan kue lebaran mendominasi pikiran kita. Dan yang pasti, undangan buka puasa bersama mulai berdatangan.

Kangen juga lahir dari rasa penasaran kita, pada seseorang misalnya. Kerap kali niatan menghadiri buka bersama hanya karena kita ingin berjumpa pada sesorang sahaja. Memang tidak ada yang salah dari niatan tersebut. Kangen, sebagaimana lapar, adalah hal yang lumrah bagi manusia. Dan sungguhpun seluruh apotek engkau tanyai tidak akan kau temui obat rindu selain temu. Jadi berbuka puasalah bersama sebagai obat rindumu. Dengan mantan gebetan misalnya. Ohya pada kesempatan bukber ini jualah kamu berkesempatan untuk menegakkan kembali panji-panji pendekatan pada gadis impian saat sekolah dulu loh.

Undangan Pernikahan

Untuk membuka paragraf ini kita harus berangkat dari kejujuran bahwa ini belum pernah saya alami. Tetapi entah sebab apa seringkali undangan berbalas undangan. Undangan bukber kerap dibalas undangan pernikahan. Biasanya adalah anak-anak muda yang sering khusyuk-masyuk menggelar buka puasa bersama, sebutlah dengan teman sekelas. Pada momen di mana pernikahan menjadi perbincangan sakral, anak-anak muda tadi kerap dibuat kaget dengan nikahnya teman kelas yang dulunya dekil dengan "bunga" sekolah.

Secara logis ini bisa kita nalar dan maklumi. Saat buka bersama adalah saat seluruh sahabat dan handai taulan hadir di waktu dan tempat yang sama. Jadi wajar saja jika ada sebagian manusia yang memanfaatkan itu untuk mengabarkan berita bahagianya. Menjadi semacam langkah efisiensi. Bak pepatah sekali dayung, dua, tiga, lalat terlampaui. Ini juga menjadi ajang pengukuhan diri bahwa dirinya bernilai jual tinggi. Setidaknya lebih tinggi dari jomblo-jomblo yang hadir pada saat itu.

 Unjuk status sosial

Buka puasa bersama, seperti halnya reuni, adalah momen yang tepat untuk unjuk status sosial. Pada kasus ini biasanya kita kerap dibuat terperanjat heran dengan mereka yang dulu inferior kini berubah superior. Tak jarang kita berjumpa dengan sosok perlente dengan stelan necis, dan setelah kita amati sosok tersebut adalah si nganu, teman yang dulu sering jadi bahan bulian.

Memang mengasyikkan bila kita berjumpa kawan lama. Lebih lebih pada bulan puasa, pada saat buka bersama. Ada hal-hal yang tak bisa dikata-katakan.  Keasyikan itu juga hadir karena melihat teman-teman yang sudah terlihat mapan menjalani hidup. Barangkali ada juga diantara kita yang memang berniat datang buka puasa bersama untuk sekedar menyapa mantan gebetan dengan status sosialnya “Hei dek, ini loh orang yang kamu tolak dulu sudah bisa nicil mobil” atau apalah. Tetapi itu tak masalah, hal semacam itu wajar terjadi dikalangan pemuda tanggung. Implikasinya tetep positif kok, supaya ada motivasi untuk yang lainya berupaya lebih sungguh-sungguh. Yakan?

Ukhuwah

Sebagai umat muslim yang merindu kejayaanya, kita tentu harus mendasari apapun bentuk silaturahmi sebagai penguat jalinan ukhuwah islamiyah. Puasa adalah saat yang tepat untuk melakukan niatan mulia itu. Umat muslim musti mengerti bahwa kebersamaan kerap kali menjadi penentu kejayaan. Kolektif kolegial. Itu juga yang secara implisit dicontohkan oleh Allah melalui perintah sholat. Sholat berjamaah lebih tinggi nilainya daripada yang jomblomunfarid. Sebabnya ada nilai-nilai ukhuwah pada yang berjamaah. Dengan premis yang sama, agaknya buka puasa bersama juga lebih tinggi nilainya.

Smartphone

Yang terakhir, smartphone Anda. Saya bisa pastikan seribu persen, mengutip bahasanya Pak Mantan Presiden, bahwa smartphone Anda akan menyertai kemanapun bepergian. Lebih-lebih pada acara momen buka bersama langka. Jadi smartphone adalah hal yang pasti menyertai buka puasa bersama Anda. Betulkan?

Begitlah udaran saya tentang hal-hal yang menyertai buka bersama.

Awas mas, jangan tutupi kolak saya! CEKRREEEKK.

buberpmii

Leave a Comment

Datasiana Reportasiana Swarasiana Translasiana
kulon progo
Pembangunisme dan Mereka yang Terusir dari Tanahnya Sendiri
para pemain dan kru film mata jiwa
Melihat Lebih Jernih Kehidupan Kelas Dua Kota Jakarta dengan Mata Jiwa
karangan bunga fadli zon
Meniru Hidup Hemat dan Sederhana dari Fadli Zon
Usia 24 Bagi Seorang Perempuan
Yang Menyebalkan di Usia 24 Bagi Seorang Perempuan
Larangan Bersedih Bagi Jomblo di Republik Ngapak
Doa Pilihan untuk Jomblo
Lima Do’a Pilihan untuk Jomblo di Malam Takbiran
4 Gaya dalam Mencintai
4 gaya dalam mencintai yang Dilakukan Orang Modern ini
Lambang_PKI
Kebangkitan PKI, Diskusi, dan Musuh-musuh Imajiner Kita
Kesadaran magis
Dari Paradigma Reformasi ke Transformasi: Peta Kesadaran Freire
Renungan Calon Sarjana
Dari Bung Kris, untuk Calon Sarjana
sufi dan surga
Pesan dari Para Sufi tentang Amal Ibadah dan Surga
Malam Jum'at Sunnah Rasul
Malam Jum’at dan Sunnah Rasul bagi Jomblo
hijrah
Spirit Hijrah yang (bisa) Salah Arah
wanita zaman jahiliyah
Fakta Lain Seputar Derajat Wanita pada Zaman Jahiliyah dan Adab pada Keluarga Rasulallah
para pemain dan kru film mata jiwa
Melihat Lebih Jernih Kehidupan Kelas Dua Kota Jakarta dengan Mata Jiwa
kegiatan temu pendidik
Inspirasi itu Mengalir dari Wadas Kelir
guru merdeka belajar
“ Mudik”, Merangkai Niat Baik dengan Semangat Kolaboratif
Pustaka Warga
Komunitas Literasi, Minat Baca, dan Kenapa Pustaka Warga