Cara Mudah Move On

Cara Mudah Move On dari Mantan yang Sudah Kadung Dicintai ala Sigmund Freud

06/01/2018 126 0 0

Memasuki malam Minggu pertama ditahun 2018, sudahkan kamu move on dari mantan? Atau hal ini merupakan salah satu resolusi awal tahun yang harus kamu capai? Ah memang esensiana ini, malah membuat pembaca semakin sulit melupakan kekasih hati. Oops, sori! Mantan kekasih hati, maksudnya.

Stop! Jangan sakit hati terlalu pilu dulu, kegalauan semacam ini tidak hanya kamu yang rasakan. Remaja sampai orang dewasa barangkali sekarang juga sedang berusaha untuk melupakan mantan. Mati-matian berusaha menghancurkan kenangan yang dulu pernah membuat bahagia dan tentu saja luka yang kini masih ada bekasnya.

Kamu barangkali bertanya bagaimana cara yang mudah agar bisa melupakan mantan yang sudah kadung dicintai sepenuh hati. Melupakan seseorang yang telah menjalin hubungan cukup lama dan harus kandas di tengah jalan. Bagiku ini bukan perkara gampang. Bukan sesuatu yang sudah diracik dan bisa langsung dimasak layaknya mie instan. Ini perihal sesuatu yang harus dimulai dengan mengumpulkan bahan-bahannya untuk kemudian diproses agar bisa menjadi sebuah masakan yang enak di makan.

Mantan menjadi orang yang sudah dianggap telah menyakiti hati. Membuat luka sehingga ada tangis yang tidak bisa dibendung lagi. Terlepas ia pernah membuat bahagia dan menciptakan kesenangan dalam kurun waktu tertentu di masa lampau. Sigmund Freud, seorang filsuf kebudayaan dan pelopor psikoanalisis, menyebut adanya prinsip kesenangan dalam diri seseorang sebagai id. Suatu yang dibawa sejak lahir agar kebutuhan fisik dan mentalnya bisa terpenuhi dan akan memicu ketegangan serta kecemasan apabila satu diantaranya tidak bisa didapatkan secara langsung. Kasusnya seperti seorang bayi yang akan langsung menangis ketika ia merasa lapar dan tidak mendapatkan susu.

Berkaitan dengan id, adanya orang yang mencintai menciptakan kesenangan tersendiri bagi pasangannya. Tentu saja sifatnya timbal balik atau bisa dibilang give and take apabila kedua pasangan tersebut menjalin hubungan atas dasar saling suka bukan paksaan terhadap salah satunya.

Kesenangan dalam hubungan yang orang-orang menyebutnya sebagai pacaran tidak mungkin selamanya berlangsung. Ada saatnya seseorang harus menghargai pasangannya ketika ada salah satu dalam prinsip kesenangan yang tidak dapat dipenuhi. Misalnya, saat kamu meminta pacarmu untuk menemanimu belanja dan ia tidak bisa maka akan ada sesuatu yang memuatmu memaklumi dan tidak perlu menjadi marah terlalu lama. Inilah yang Freud biasa sebut sebagai ego. Semakin tumbuh dewasa seseorang, id dalam dirinya akan dipengaruhi oleh keadaan sekitar yang berkaitan dengan masyarakat sebagai prinsip realitas.

Sayangnya, setelah seseorang paham bahwa hubungan percintaan yang kadung dijalani tiba-tiba harus tumbang seolah diterjang angin tornado, ada tekanan-tekanan dalam dirinya untuk segera menyingkirkan segala hal yang berkaitan dengan pasangannya. Terkadang ada orang yang memulainya dengan menghapus semua foto berdua dengan kekasihnya, mem-block semua kontak dan jejaring sosial, juga membakar semua benda-benda kenangan yang sempat diberikan untuk merayakan moment-moment tertentu. Upaya yang cukup konkret. Tapi, apakah berhasil? Belum tentu.

Freud meyebutnya sebagai unsur ketiga dalam pikiran yaitu superego. Kita bisa menyebutnya sebagai hati nurani. Ia yang memberitahu bahwa mengingat atau terus mengenang kekasih adalah sesuatu yang “buruk” maka otak harus segera melupakannya. Ada perasaan bersalah yang tetap berada dalam superego. Siapa saja bisa beranggapan telah jatuh cinta pada orang yang salah dan menjadi bodoh.

“Aku masih mencintainya!” kalimat seperti ini barangkali yang sering diteriakan dalam pikirannya. Namun superego dalam dirinya terus menekan bahwa hal itu bukan sesuatu yang “pantas” sebab pasangannya kini telah memutuskan hubungan dan menyakiti. Maka kalimat yang terus diteriakan kepalanya selalu ditekan dan dikubur dalam-dalam. Kenyataannya, meski ada upaya melupakan tetap saja di lubuk hatinya masih tersimpan sesuatu yang disebut kasih sayang kepada sang mantan.

Perasaan yang terus-terusan ditekan kemudian akan muncul pada tingkat kesadaran seseorang. Setidaknya, perasaan tersebut mendorong dirinya sendiri agar terbebas dari bawah sadar. Semakin kamu menekan rasa suka dan berusaha melupakan seseorang, semakin sulit pula seseorang itu hilang dalam pikiran. Untuk itu, tidak perlu mati-matian mengubur seseorang ke alam bawah sadar. Sebab akan ada tempat dimana ia bisa muncul dalam kesadaran dan membuatmu mengingat seseorang yang sudah tidak menjadi pasanganmu. Bebaskan saja pikiranmu. Biarkan perasaan cinta dan patah hati melebur seiring berjalannya waktu. Maka 2018 ini adalah tahun keberhasilanmu move on!

Comments

comments

Tags: mantan, MOVE ON Categories: Malem Minggu Esensiana
share TWEET PIN IT SHARE share share
Aifiatu Azaza Rahmah

Bersenang-senang di sekolah. Main dengan tulisan.

Related Posts
Leave a reply

Leave a Reply

Your email address will not be published.