Yang Tidak Bisa Diremehkan dari CPNS

CPNS

Masalah bagi orang lain adalah peluang kerja bagi orang kreatif

Pengumuman tentang dibukanya lowongan CPNS di berbagai kementrian setelah sekira dua tahun moratorium tak ubahnya kedai es buah di padang pasir. Segar betul. Dan sebagaimana seorang pejalan di kering kerontangnya padang pasir pekerjaan, banyak orang berbondong-bondong mengantri tiket masuk Pegawai Negeri Sipil. Sebuah pekerjaan yang konon mampu membuat harkat dan martabat beberapa derajat lebih tinggi di mata calon mertua.

Seiring dengan banyaknya sarjana nirkontrak (baca: nganggur) hingga pekerja pemula yang mondar-mandir mengurus administrasi untuk keperluan mendaftar CPNS secara online, tak sedikit diantara kita yang nyinyir dengan upaya mereka itu. Yang tergolong kelompok ini, mencibir rendahnya daya juang pemburu PNS yang selalu mendambakan titik aman. Menggantungkan hidup pada kebaikan negara yang menggelontorkan 343.300.000.000.000,- uangnya untuk gaji pegawainya.

Hanya saja harus diakui, dengan atau tanpa pertimbangan memikat calon mertua, menjadi PNS adalah impian banyak orang. Terutama bagi mereka yang semenjak kecil sudah mendambakan kerterjaminan. Mungkin betul bahwa menjadi PNS tidak memungkinkan adanya lompatan-lompatan karir yang wah.

Tapi jangan salah, dibalik ke-tahu-an kita tentang perjalanan karir PNS yang lambat, diam-diam kita juga memimpikan hidup terjamin hingga akhir hayat. Gaji bulanan yang cukup, tunjangan hari raya, tunjangan beras, jaminan kesehatan dari BPJS, dan sabuk KOPRI yang disegani masyarakat, terlalu indah untuk tidak diperjuangkan.

Daaaan hanya satu yang dapat menjawab semua mimpi indah itu. PNS.

Lebih dari itu, PNS juga memiliki banyak keistimewaan yang agaknya sulit dinafikkan.

Kita butuh kepastian, PNS akan memberikan

Di dunia ini, tidak ada yang lebih pasti kecuali mati dan jaminan hidup PNS. Ingat itu. Manusia, apapun latarbelakang ras, suku, dan agamanya pasti butuh kepastian-kepastian dalam menjalani hidup. Apalagi untuk hal semendasar beras, gaji bulanan, dan pensiunan di hari tua.

Dengan menjadi PNS, kepastian-kepastian itu berarti sudah digenggaman. Tinggal menambah saja dengan berupaya naik jabatan, atau membuka usaha sampingan. Dan hap, hidup enak didapatkan.

Kita ingin jaminan hari tua, PNS solusinya

Setahu saya, hanya PNS dan amal sholeh yang imbalannya tidak terputus bahkan setelah kita tidak diposisinya lagi. Amal sholeh akan memberi ganjaran sekalipun kita sudah meninggal, PNS akan memberi bayaran sekalipun kita sudah pensiun. Ntaps.

Perilhal pensiunan, itu adalah kemewahan terakhir yang hanya bisa dinikmati oleh pegawai negeri sipil. Pahlawan veteran yang telah berdarah-darah memerdekakan negara ini sekalipun tidak mendapatkannya. Apa itu ndak mewah namanya. Hah?

Maka tidak ada keraguan sedikitpun tentang masa depan PNS itu. Konon itulah yang membuat camer-camer dengan kumis tebal dan alis melengking pun luluh dihadapan pria berseragam dinas coklat-coklat wereng itu. Siapa pula yang pengen anaknya terlunta-lunta saat tua nanti.

Kita mau status sosial tinggi, dengan PNS juga bisa kali

Setelah kebutuhan makan, sandang, dan papan terpenuhi maka manusia akan terus menempatkan hal lain secara bertingkat-tingkat sebagai kebutuhan selanjutnya. Salah satu tingkatannya adalah kebutuhan akan pengakuan status sosial di mata masyarakat. Apalagi kecenderungan masyarakat kita yang memang nenek moyangnya hidup dalam pranata sosial yang berkasta-kasta.

Di mata masyarakat Indonesia, pekerjaan PNS identik dengan kaum priyayi. Yang hanya diisi oleh orang penting nan pilih tanding sehingga dipercaya untuk mengelola negara. Paling tidak, administrasi kenegaraan. Ya berkas-berkas itu, dari akte kelahiran hingga surat cerai.

Dengan status kepriyayiannya ini, PNS memiliki daya angkat status  sosial yang tinggi. Saking tingginya daya angkat itu, bahkan kebutuhan akan status sosialnya sudah terpenuhi sekalipun kebutuhan papanya belum. Masih numpang di rumah orang tua, gitu.

Kerja santai, gaji okay

Sudah menjadi semacam raisarahasia umum bahwa menjadi seorang PNS akan membuat pekerjaan seseorang menjadi lebih santai. Ada rakyat, Senyum sebentar, tanya keperluannya, lempar ke kecamatan. Atau senyum sebentar, tanya sekedarnya, suruh pulang melengkapi administrasi. Atau tengak-tengok, tidak ada berkas yang harus diselesaikan, pergi ke pasar bentar, kembali untuk absen siang, lalu pulang. Sudah begitu, gaji yang didapat pun alhamdulillah. Hmmmm Nikmat Tuhan mana yang kamu dustakan?

Selain itu, menjadi PNS juga relatif lebih sedikit menanggung resiko di-PHK. Paling banter sanksi administratif atau penundaan tunjangan bulanan jika mbolos saat hari pertama masuk kerja usai libur panjang.

Maka kemudian wajar, kalau perekrutan PNS tahun ini begitu riuh rendah. Terutama karena memang dilakukan secara besar-besar di berbagai pos kementrian. Ditambah status saya yang sarjana anyaran, membuat saya mengalami langsung betapa seleksi CPNS kali ini telah mengubah rencana peta karir para sarjana.

Pengaruhnya begitu luar biasa, sehingga berbulan-bulan mendominasi broadcast di grup-grup WA alumni, keluarga, hingga teman kelas. Mengalahkan broadcast tentang Jokowi komunis ala-ala Abangda Jonru atau kesaktian Setya Novanto yang bisa lolos dari jerat hukum (lagi) meski dirinya terbaring lemah di rumah sakit dengan alat pantau jantung yang sudah datar belaka.

Leave a Comment

Datasiana Reportasiana Swarasiana Translasiana
karangan bunga fadli zon
Meniru Hidup Hemat dan Sederhana dari Fadli Zon
jalan dan pahlawan
Mengenang Pahlawan dengan Nama Jalan
Jangan Bersedih
Jangan Bersedih, Ketawain Aja Keleus !
Usia 24 Bagi Seorang Perempuan
Yang Menyebalkan di Usia 24 Bagi Seorang Perempuan
Larangan Bersedih Bagi Jomblo di Republik Ngapak
Doa Pilihan untuk Jomblo
Lima Do’a Pilihan untuk Jomblo di Malam Takbiran
4 Gaya dalam Mencintai
4 gaya dalam mencintai yang Dilakukan Orang Modern ini
Lambang_PKI
Kebangkitan PKI, Diskusi, dan Musuh-musuh Imajiner Kita
Kesadaran magis
Dari Paradigma Reformasi ke Transformasi: Peta Kesadaran Freire
Renungan Calon Sarjana
Dari Bung Kris, untuk Calon Sarjana
sufi dan surga
Pesan dari Para Sufi tentang Amal Ibadah dan Surga
Malam Jum'at Sunnah Rasul
Malam Jum’at dan Sunnah Rasul bagi Jomblo
hijrah
Spirit Hijrah yang (bisa) Salah Arah
wanita zaman jahiliyah
Fakta Lain Seputar Derajat Wanita pada Zaman Jahiliyah dan Adab pada Keluarga Rasulallah
kegiatan temu pendidik
Inspirasi itu Mengalir dari Wadas Kelir
guru merdeka belajar
“ Mudik”, Merangkai Niat Baik dengan Semangat Kolaboratif
Pustaka Warga
Komunitas Literasi, Minat Baca, dan Kenapa Pustaka Warga