Bravo, dari Manchester ke Pilkada

Alasan Pep membeli Claudio Bravo dari Barcelona karena dia butuh kiper dengan skill passing di atas rata – rata. Soal passing Bravo memang punya catatan apik. Di ajang Copa America misalnya, dia melakukan 190 passing  dan menjadi kiper terbaik di turnamen. Pep memang butuh kiper yang tidak hanya pandai menangkap bola tapi mampu memainkan bola dengan baik. Bravo dianggap punya kualifikasi itu.

Kehadiran Bravo seumpama pil pahit bagi Joe Hart, kiper utama City musim lalu. Tidak sudi jadi pilihan kedua dia mengungsi ke Italia, bermain untuk Torino. Meski tidak jago passing, Hart sejatinya tidak terlalu jelek, ya meski kadang bikin blunder. Padahal kalau soal passing Hart kan bisa diajarin. Suruh nonton tutorial di Youtube,ikut bimbingan belajar, ikut les privat atau apa kek. Tapi Pep adalah Pep, dia punya kuasa untuk mendepak siapapun yang tidak cocok dengan gaya bermainnya.

Setelah Hart resmi hengkang ke Torino, Bravo memulai petualangan barunya di liga yang maha kompetitif : Premier league. Claudio Bravo menjadi pilihan utama sementara Willy Cabellero menjadi kiper kedua. Si penghangat bangku cadangan yang tabah menunggu meski tanpa kepastian. Ya, memang begitulah nasib jadi kiper kedua.

Liga terus bergulir dan Bravo selalu menjadi starter. Di awal musim Tim yang dibangun oleh duit arab nan varokah ini menggebrak, sempat nangkring di puncak klasemen. Tapi secara statistik catatan Bravo tidak begitu memuaskan. Publik masih ingat saat City dibantai Leicester empat dua. Atau saat dia telat bereaksi memblok bola muntah yang berujung gol saat menghadapi Barcelona di Liga Champion.

Sekelompok fans klub ghoib ini mulai gusar dan mendesak Pep membeli kiper baru.Kurnia Meiga masuk dalam daftar list belanja.Kiper ini baru saja membawa Indonesia menjadi runner –up di AFF Suzuki Cup.Meiga tampil heroik di turnamen dimana dia jatuh bangun mengejarmu menjaga kesucian jala gawang Indonesia.Ya, meski akhirnya kebobolan juga tapi tak apalah toh kita ini sudah biasa kecewa.

Tapi perlukah Manchester City mendatangkan Meiga di bursa transfer Januari ini? atau tepatkah fans city kecewa dengan perfoma Claudio Bravok, eh Bravo?. Pertanyaan pertama tidak perlu di jawab karena selain tidak penting transfer itu tidak akan pernah terjadi. Pertanyaaan yang kedua mari kita renungi saja, tidak perlu dijawab.

Sebagai official fans dari Arsenal saya paham betul perasaan para fans city. Kami juga pernah punya kiper yang sering blunder dan inkonsisten. Namanya Wojciech Scheszny temannya Robert Lewandowski. Karena sudah tidak kuat opa Wenger  akhirnya menyekolahkannya ke klub biskuit, AS Roma. Dan Alhamdulilah sekarang Arsenal sudah punya kiper pengganti yang lebih baik, bertanggung jawab,berasal dari keluarga baik – baik dan taat aturan : selalu pakai helm.

Jadi gini, untuk menilai seorang kiper kita harus menelisik ulang sejarah darimana kiper ini berasal. Di masa mudanya Bravo ini kiper yang bersahaja, bermain untuk klub semenjana bernama Real Sociedad Selama delapan musim.Setiap musim dia rutin kebobolannya lebih dari 50 gol, jumlah yang menandakan kalau Bravo tak terlalu istimewa. Tapi nasib baik datang,Barcelona butuh karyawan baru bagian penjaga gawang di klub koperasi itu. Singkat cerita, akhirnya Bravo kerja di koperasi bernama Barcelona tersebut.

Jadi untuk kamu yang kerja di koperasi jangan minder. Bravo, Iniesta dan Messi itu karyawan di koperasi. Bravo bagian nangkap bola, Iniesta tukang oper dan Messi tukang cetak gol.

Oke kembali ke Bravo.

Singkat cerita, dia jadi pilihan utama di bawah mistar, kerjanya gampang cuma jagain bola biar gak masuk ke gawang. Rupanya dia ini tipe buruh teladan, tugas itu dikerjakan dengan baik, dari 37 pertandingan dia membukukan 32 kali cleanset. Kebobolan cuma sedikit dan menjadi kiper terbaik liga. Subhanallah, berkat kerja keras Bravo Barcelona juara liga musim itu. Take a beerrr…

Dengan pencapaian yang begitu impresif, benarkah Bravo itu kiper hebat?

Untuk mengatakan seorang kiper hebat atau tidak setidaknya kita perlu tahu dulu di klub semacam apa dia bermain, siapa pemain pemain bertahannya dan striker dari klub macam apa yang mengancam gawangnya. Hasil analisis dari tiga variabel itulah yang menentukan seorang kiper hebat atau biasa saja.

Bravo bermain untuk Barcelona, salah satu klub paling gak asyik dalam jagat sepakbola. Soalnya selain kaya raya, setiap pertandingan menangan terus. Gak asyik blas. Bersama Real Madrid mereka gantian ngangkat trofi liga, sementara klub lain cuma jadi obat nyamuk. Andai Barca dan Madrid ini sepasang kekasih berasyik – masyuk di malam minggu yang syahdu, maka klub – klub macam Atletico, Sevilla dan Valencia adalah segerombol jomblo jail yang tak suka lihat orang bahagia.

Sebagai klub kaya, Barcelona mampu membeli pemain bertahan tangguh. Sebut saja Mascherano, Pique, Alba, Digne dan Bosquets. Selain dimanja dengan dibelikan kolor dan sepatu baru di akhir pekan, Bravo juga punya fasilitas latihan yang lengkap dan mewah. Maklum horang kayah. Dengan fasilitas mentereng dan pemain belakang tangguh, wajar kalau gawangnya bersih sampai 32 kali. Striker – striker klub ampas kopi macam Leganes dan Eibar mah apa tuh. Nendang aja melenceng.

Dan variabel terakhir ini sangat penting. Ini soal striker dari klub macam apa yang mengancam gawang Barcelona. Pertama saudara harus tau kalau pembagian kue di La Liga itu tidak merata. Madrid dan Barcelona selalu dapat jatah yang paling banyak, sementara klub lain cuma dapat jatah seupil. Itulah mengapa Barcelona bisa punya trio MSN (Messi, Suarez, Neymar) dan Madrid punya BBC (Banci – Banci Celigala) yang sangat mematikan. Sementara klub lain cukup puas dengan trio SSS (Striker Sederhana Sekali) yang letoy.

Pendeknya Bravo itu bermain di klub kaya raya dengan fasilitas lengkap. Dia bermain di liga dengan struktur ekonomi yang timpang dan kebiasaan klub yang menangan.Keadaan ini membentuk mentalitas yang buruk, Bravo jadi manja.Ya, persis seperti kelakuan anak orang kaya yang kemenyek, gak biasa hidup susah.

Setelah pindah ke Inggris situasi berbeda. Manchester City memang klub kaya raya, pemain belakangnya tangguh – tangguh. Bravo juga tetap dapat jatah kolor dan sepatu baru kesukaannya seperti saat di Barcelona. Tapi ini Premier League,dimana pembagian kue dibagi dengan adil sehingga klub – klub kecil bisa jajan pemain di setiap bursa transfer. Alhasil klub gurem macam MU,Liverpool, dan Spurs punya striker sekaliber Zlatan Ibrahimovic, Sadio Mane, dan Hari Kane. Bahkan klub kecil dari London, Chelsea, bisa menyewa seorang preman pasar, Dieogo Costa.

Dengan materi pemain yang apik tidak heran liga berjalan begitu ketat, keras dan cepat. Ibarat dalam dunia cinta yang sarat dengan aksi bribik dan sepik,Trofi liga ibarat bunga desa yang diperbutkan 20 orang pemuda. Saling tikung, saling pepet, saling sikut adalah pemandangan biasa. Sekali lengah, peluang untuk menggebet trofi bisa hilang. Pokoknya ngeri – ngeri sedap gitulah.

Situasi ini tentu baru bagi Claudio bravo yang biasa hidup enak dan menangan di Barcelona. Dia tentu butuh waktu untuk belajar prihatin, seperti saat dia masih di Sociedad dulu.

Mungkin ini bisa jadi pelajaran untuk Pep, agar lebih selektif memilih seorang kiper. Soalnya memilih kiper itu persis seperti milih gubernur. Bila kamu memilih gubernur atau pemimpin. Bila saat di AKABRI jadi lulusan terbaik, saat kuliah di Amerika IPK-nya 4, giliran nikah istrinya cantik, giliran punya bapak, bapaknya mantan presiden, giliran pengin jadi gubernur dibantuin sama bapaknya, ah sebaiknya berhati – hatilah dengan calon yang selalu hidup enak dan menangan.

Siapa tau dia nanti mirip kaya Bravo : Sering blunder!

Leave a Comment

Datasiana Reportasiana Swarasiana Translasiana
karangan bunga fadli zon
Meniru Hidup Hemat dan Sederhana dari Fadli Zon
jalan dan pahlawan
Mengenang Pahlawan dengan Nama Jalan
Jangan Bersedih
Jangan Bersedih, Ketawain Aja Keleus !
Usia 24 Bagi Seorang Perempuan
Yang Menyebalkan di Usia 24 Bagi Seorang Perempuan
Larangan Bersedih Bagi Jomblo di Republik Ngapak
Doa Pilihan untuk Jomblo
Lima Do’a Pilihan untuk Jomblo di Malam Takbiran
4 Gaya dalam Mencintai
4 gaya dalam mencintai yang Dilakukan Orang Modern ini
Lambang_PKI
Kebangkitan PKI, Diskusi, dan Musuh-musuh Imajiner Kita
Kesadaran magis
Dari Paradigma Reformasi ke Transformasi: Peta Kesadaran Freire
Renungan Calon Sarjana
Dari Bung Kris, untuk Calon Sarjana
sufi dan surga
Pesan dari Para Sufi tentang Amal Ibadah dan Surga
Malam Jum'at Sunnah Rasul
Malam Jum’at dan Sunnah Rasul bagi Jomblo
hijrah
Spirit Hijrah yang (bisa) Salah Arah
wanita zaman jahiliyah
Fakta Lain Seputar Derajat Wanita pada Zaman Jahiliyah dan Adab pada Keluarga Rasulallah
kegiatan temu pendidik
Inspirasi itu Mengalir dari Wadas Kelir
guru merdeka belajar
“ Mudik”, Merangkai Niat Baik dengan Semangat Kolaboratif
Pustaka Warga
Komunitas Literasi, Minat Baca, dan Kenapa Pustaka Warga