Lima Hal Paling Dibenci Indonesia di 2016 Versi esensiana

Ada yang bilang, hidup itu cuma gradasi dari cinta dan benci. Membenci, seperti halnya mencintai, adalah proses yang lumrah terjadi. Termasuk bagi penduduk sebuah negeri bernama Indonesia ini. Di tahun 2016 ada banyak kejadian yang bermotif benci mewarnai Indonesia.

Kondisi ini diperparah dengan maraknya penyalahgunaan media sosial. Tak sedikit pengguna media sosial yang gemar menyebar berita tak jelas sumbernya. Berita palsu atau hoax ini menjadi semacam pupuk bagi tumbuh suburnya kebencian terhadap perbedaan. Dalam beberapa waktu ke belakang, kita bisa menyoroti setidaknya ada lima isu yang menjadi jualan utama para pengidap xenophobia. Sebuah gejala phobia berupa kebencian terhadap orang atau sesuatu yang asing. apa saja?

  1. Liberal

Diposisi buncit, ada kelompok Liberal. Ialah kelompok yang mengimani gagasan bahwa kebebasan dan persamaan hak adalah inti ajaran kemanusiaan. Kredonya; manusia memiliki kedaulatan atas dirinya sendiri. Kaum liberal cukup dibenci, kalau tidak mau dikatakan ditakuti, oleh kelompok Islam konservatif. Biasanya liberal yang dimaksud adalah juga kelompok Islam yang selain menggunakan pendekatan iman juga menggunakan pendekatan akal. Hanya saja memang kadangkala terkesan akal yang lebih dominan dalam menghayati agama, sehingga kaum liberal dinilai melenceng dari pakem agama. Di 2016 ini isu liberal memang tak segencar tahun-tahun sebelumnya.

Di beberapa kesempatan mereka justru akur dengan kelompok konservatif. Jika umumnya kelompok liberal tidak reaktif pada kasus semacam dugaan penodaan agama, tahun ini justru pentolan Islam Liberal turut serta demo bersama kelompok konservatif.

Tapi harus dicatat di beberapa kesempatan liberal masih dipakai sebagai alasan membenci, terutama untuk para pemikir Islam. Karena pikiranya yang terbuka, kaum liberal biasanya lebih dekat dengan kaum dari agama lain.Dan ini adalah alasan kenapa liberal cukup dibenci. Seringkali, bagi yang penglihatannya tak awas, ia menyerupai suatu kaum.

Kelompok liberal ini boleh jadi dibenci di Indonesia, tetapi di negara-negara di mana Islam menjadi minoritas, kelompok liberal pula yang melindungi hak berkeyakinan umat Islam.

  1. Syiah

Syiah merujuk pada salah satu aliran kepercayaan dalam Islam. Aliran ini terbentuk karena berbagai faktor, tetapi yang paling menonjol adalah terkait sikap politik pada saat pemilihan pemimpin umat Islam sepeninggal Rosulallah SAW. Ada sebagian kelompok yang menganggap Ali lah pengganti Rosulallah setelah beliau wafat. Sementara sebagian besar menghendaki Abu Bakar.

Puncaknya adalah ketika Ali dibunuh di masjid Kufah, para pendukungnya tidak terima dan mulai terang-terangan membela Ali. Tentu dengan cara dan perspektif mereka kala itu. Acapkali mereka mempertontonkan jalan perang dan pedang untuk membela keyakinannya. melalui kelompok yang kemudian bernama Syiah ini mereka mengorganisir diri.

Sebenarnya untuk doktrin inti agama, secara umum mereka sama dengan Sunni. Hanya saja mereka begitu fanatik pada Ali dan imam-imamnya sehingga terkesan mengkultuskan.

Di Indonesia, Syiah malah lebih dikenal sebagai kelompok keji dengan program nikah muth’ahnya. Isu Syiah bukan Islam bahkan sudah sejak lama digulirkan.  Isu tersebut bergulir liar dan menimbulkan banyak diskriminasi pada para penganutnya.

Hingga kini para korban kekerasan karena dituduh Syiah masih terkatung-katung nasibnya. Meski tak semengerikan tahun 2012 di mana desa mereka dihancurkan, dan satu orang tewas ditebas celurit, nasib mereka kini masih memprihatinkan. Hidup tak jelas di rusun pengungsian.

Isu Syiah kembali mencuat usai kunjungan Jokowi ke Iran. Terlebih kunjungan tersebut berlangsung saat sebagian warga Suriah menjadi korban keganasan perang antara pemerintah Suriah yang didukung Iran dengan kelompok bersenjata yang didukung kroni Amerika. Tak pelak, Jokowi pun dituduh Syiah.

  1. Kristen

Menjadi orang dengan agama berinti ajaran kasih di Indonesia bukanlah hal yang mudah. Ada banyak tantangan yang musti dihadapi, terutama kelompok Islam radikal.

Umat Islam adalah yang paling banyak di Indonesia. Jumlahnya ditaksir mencapai lebih dari 200 juta atau 85 persen dari jumlah Indonesia sebanyak 250 juta. Sementara umat kristen jumlahnya sekitar 24 juta jiwa. Fakta tersebut yang membuat Kristen menjadi minoritas di Indonesia.

Menariknya, meskipun juga tercatat sebagai minoritas, agama lain tak begitu dibenci sebagaimana yang Kristen alami. Hindu, Budha, dan Konghuchu tidak begitu mengalami cibiran. Mungkin karena jumlahnya tak sebanyak Kristen sehingga dinilai tak begitu mengancam.

Sebagai indikatornya, kita tak perlu repot melakukan survei atau pembuktian akademis lainnya. Reaksi sebagian umat Islam atas hari raya agama-agama tersebut cukup memberi kita gambaran. Beberapa hari lalu, media sosial kita riuh membahas mengenai pro kontra mengucapkan selamat natal. Sebuah hal yang tidak kita temui pada hari-hari besar agama lain,semisal nyepi ataupun waisak.

Sebagian kelompok Islam menganggap mengucapkan selamat natal adalah haram dan berdosa. Musababnya mengucap selamat natal disinyalir berarti mengakui kepercayaan umat Kristiani tersebut, sehingga haram hukumnya bagi yang muslim. Kondisi tersebut miriplah saat kamu mengucapkan selamat atas kelahiran anak pertama temanmu dan kamu dituduh mengakui anaknya sebagai anakmu. Agak absurd memang tapi ya begitu.

  1. China

Di peringkat kedua ada China. Isu tentang China begitu kentara dalam beberapa waktu ini. Yang terbaru adalah tentang isu rencana mendatangkan 10 juta pekerja dari negeri berpenduduk lebih dari 1,5 milyar tersebut. melihat jumlah penduduk sebesar itu, kedekatan Presiden Jokowi dengan China dan Rusia, serta banyaknya proyek infrastruktur yang dibangun oleh kontraktor China membuat seolah berita tersebut masuk akal.

Tapi kemudian istana bereaksi dengan mengklarifikasi bahwa angka sepuluh juta adalah target kunjungan wisatawan dari China ke Indonesia. Sama sekali bukan upaya mengimpor penduduk seperti yang disebut beberapa situs hoax.

Saat ini menurut data Kemenaker ada 21.000 tenaga kerja asal China yang bekerja dengan kaulifikasi skill khusus. Itupun umumnya bekerja untuk kontraktor asal China yang menggarap proyek di Indonesia. Jumlah tersebut relatif sedikit jika dibandingkan dengan 1 Juta orang Indonesia yang merebut tenaga kerja di Arab sana. Di Malaysia, bahkan tenaga kerja asal Indonesia mencapai sekitar 5 juta orang.

Pertukaran tenaga kerja seperti di atas amat wajar sebagai konsekuensi perjanjian multilateral seperti MEA, ACFTA, dan lain sebagainya. Jadi memang konsep dunia, terlepas dari bentuknya yang bulat atau datar, adalah bordless. Tanpa sekat batas-batas negara.

  1. Kafir

Di posisi paling atas ada kelompok yang disebut kafir. Kelompok kafir ini meliputi semua kaum non muslim dan beberapa kelompok muslim semacam Syiah dan Ahmadiyah. Istilah kafir kini bahkan telah menjadi konsumsi anak kecil mengingat pembahasannya yang cukup masif. Bahkan kini, sebagian orang sudah bertanya agama jika ingin membeli sesuatu. Takut kalau-kalau ia bertransaksi dengan orang kafir. Haram.

Kafir dalam terminologi Islam adalah sebutan bagi kaum yang menutup-nutupi kebenaran akan keesaan Allah SWT. Diakui atau tidak, pelabelan kata kafir pada orang non muslim telah membuat renggang ikatan kebangsaan kita.

Salah satu yang paling fenomenal dari penggunaan kata kafir adalah pelabelan pahlawan “kafir” oleh mba mba cantik kader nganu. Dan hal itu pulalah turut mempopulerkan istilah kafir, sehingga menjadi alasan kebencian paling menohok di 2016.

Seandainya kelompok non muslim adalah benar-benar kafir, maka tetap saja, tak elok kita menyebutnya kafir secara terang-terangan. Terlebih di ruang publik semacam media sosial. Itu sama saja dengan memanggil kaum defferent aviable dengan panggilan si cacat, buntung, atau si buta. Terlalu vulgar.

Berikut Lima  Hal paling dibenci Indonesia tahun 2016 versi Esensiana.com.

Leave a Comment

Datasiana Reportasiana Swarasiana Translasiana
Permasalahan Pangan Indonesia
Yang Perlu Dicatat Setelah Hari Pangan Berlalu dengan Kesunyian
Albert Camus
Pidato Kebudayaan Nobel Sastra Albert Camus
CPNS
Yang Tidak Bisa Diremehkan dari CPNS
Usia 24 Bagi Seorang Perempuan
Yang Menyebalkan di Usia 24 Bagi Seorang Perempuan
Larangan Bersedih Bagi Jomblo di Republik Ngapak
Doa Pilihan untuk Jomblo
Lima Do’a Pilihan untuk Jomblo di Malam Takbiran
4 Gaya dalam Mencintai
4 gaya dalam mencintai yang Dilakukan Orang Modern ini
Lambang_PKI
Kebangkitan PKI, Diskusi, dan Musuh-musuh Imajiner Kita
Kesadaran magis
Dari Paradigma Reformasi ke Transformasi: Peta Kesadaran Freire
Renungan Calon Sarjana
Dari Bung Kris, untuk Calon Sarjana
Malam Jum'at Sunnah Rasul
Malam Jum’at dan Sunnah Rasul bagi Jomblo
hijrah
Spirit Hijrah yang (bisa) Salah Arah
wanita zaman jahiliyah
Fakta Lain Seputar Derajat Wanita pada Zaman Jahiliyah dan Adab pada Keluarga Rasulallah
Terkuaknya Saracen
Terkuaknya Saracen dan Perintah Islam dalam Berhati-hati Menyikapi Berita