Hal yang Terlarang Saat Reuni

7 Hal yang Terlarang Saat Reuni

09/06/2017 372 0 0

Hal yang Terlarang Saat Reuni

Hal yang Terlarang Saat Reuni

7 Hal yang Terlarang Saat Reuni .  Aroma kue kering di bulan Puasa adalah salah satu penanda yang baik untuk mendeteksi kapan waktu lebaran tiba. Semakin kuat aroma tercium, semakin dekat kita dengan lebaran. Dan itu berarti semakin dekat pula kita dengan seremoni tahunan: reuni.

Namun reuni bukanlah hal yang bebas larangan. Sebab kalau tak mengindahkan larangan, alih-alih menguatkan, justru akan merenggangkan pertemanan. Tentu kita tak mau merusak suasana dalam acara yang niatnya saja  menyambung silaturahmi bukan?

Nah sebagaimana perkawinan, momen tahunan yang dijadikan ajang nostalgia masal tersebut perlu dipersiapkan masak-masak.

Dengan mengetahui larangan-larangannya, reuni diharapkan dapat berjalan dengan khusyuk dan meninggalkan kesan yang baik. Berikut adalah pantangan-pantangan yang harus kamu hindari saat reunian itu:

#1. Pamer

Sebagai ajang pertemuan—yang langka, kadang manusia tanpa sengaja menuruti naluri alamiahnya: ingin diperhatikan. Dan pamer menjadi jalan praktisnya. Soal pamer ini bukan hal yang mudah untuk dikendalikan. Apalagi bagi mereka yang punya gen pamer dominan.

Media sosial adalah “sekolah pamer” paling memadai. Dengan medsos kita dididik untuk menjadi pribadi gemar pamer. Lagi makan pamer, lagi diskusi pamer, lagi bokek pamer. Pokoknya pamer everywhere.

Dan hal tersebut mempengaruhi kehidupan kita di dunia nyata. Seandainyapun kamu sudah berhasil, memamerkan sesuatu tetap bukanlah hal yang bagus untuk menunjang langgengnya pertemanan. Apalagi pamer pasangan pada jomblo. Laknat betul itu. Su’ul adab. Kejam. *maaf terbawa suasana.

#2. Bersikap inferior

Berlawanan dengan point pertama, bersikap terlalu rendah diri, alias inferior, alias minder juga tidak baik. Rasa minder berlebih akan membuat suasana reuni menjadi kaku dan, tegang, dan membosankan. Tersenyum dan bersikaplah sewajarnya dengan menyapa, bertanya, dan tertawa. Ingat itu tempat reuni bukan rumah duka.

Jangan takut untuk sekedar menyapa kembali mantan gebetan. Insyallah dia belum sepikun dugaanmu.

#3. Mengingat musuh

Catat. Itu reuni ya bukan perang badar. Jadi meskipun kamu adalah orang yang memiliki banyak musuh semasa sekolah, usahlah mengungkitnya. Mengungkit cerita permusuhan bukan hanya akan membuat orang salah tingkah, tetapi juga memalukan.

Sebagai gantinya, kamu bisa bercerita betapa solidaritas kalian begitu kuat ketika momen minggat bersama, dihukum guru BP, atau yang lainnya.

#4. Menanyakan pasangan

Sungguhpun pertanyaan “masih sendirian?” adalah basa-basi, tapi sadarilah, itu adalah basa basi terburuk. Rasanya terlalu mahal jika harus membayar basa-basi dengan mengganggu kenyamanan teman. Sudah jomblo, didzolimi pula.

Jangan dilakuin ya… jangan!! Seheboh-hebohnya kita adalah sesepi-sepinya jomblo.

#5. Hanya mengajak bicara kelompok tertentu

Salah satu penyakit orang reuni adalah hanya ngumpul pada klik dekatnya saja. Sehingga reuni hanya dijadikan ajang untuk menegaskan kemapanan kelas. Alumni hits akan mengelompok dengan yang sama hitsnya. Alumni burjois akan berkumpul dengan yang selevel, sementara mereka dengan “kasta” rendah, sebutlah alumni proletar, akan tetap dengan keterasingannya. Jauh dari akses kepanitaan dan nasi box tambahan.

Ubahlah relasi sub ordinat semacam itu. Membaurlah dengan dengan tawa dan canda. Rebut kembali alat produksi gunawujudkan segera masyarakat alumni tanpa kelas.

#6. Pipis di tembok sekolah

Heh jangan mentang-mentang reuni terus ingin mengulang masa lalu kelammu. Tobatlaaahhhhh!

#7. Ga ikut

Yalah yang ini paling terlarang buat kalian yang ingin reuni.

 

Comments

comments

Tags: Kue, Lebaran, Reuni Categories: Swarasiana
share TWEET PIN IT SHARE share share
fajar

semacam pemuda, suka kopi, berafiliasi dengan PMII

Related Posts
Leave a reply

Leave a Reply

Your email address will not be published.