Kecanduan Gadget, Bagaimana Tips mengatasinya?

21/07/2016 180 0 0

Di era yang makin marak dengan kecanggihan teknologi, tak jarang diantara kita yang mengalami candu akan gadget. Kecanggihan yang menawarkan kesenangan, dengan semua hal yang begitu menarik untuk selalu diikuti perkembangannya. Kecanggihan teknologi yang kian berkembang tentunya merupakan sesuatu yang positif jika dimanfaatkan sesuai porsinya.

Semakin lama menggunakan android, semakin candu membelenggu. Kian lincah jari berpacu dengan touchscreen yang makin erat mendekap dengan mata. Kian lekat seakan lapisan lem makin menebal. Seperti yang sering terjadi, setiap orang sekan tiada waktu tanpa gadget. Berjam-jam menghabiskan waktu dengan gadget, sibuk dengan aplikasi yang ada di dalamnya. Mulai dari aplikasi yang menawarkan berbagai macam media social, seperti facebook, instagram, twitter, bbm, path dan masih beragam lagi yang pada intinya adalah untuk ajang eksis diri. Hal  ini tentunya akan menjadikan para pengguna merasa puas atau dengan kata lain gadget menjadikan para pengguna mengalami candu karena memuaskan.

Selain rasa puas,  berbagai macam bentuk games yang menawarkan berbagai tantangan menarik. Tak jarang dari kalian yang menghabiskan banyak waktunya demi bertarung dalam dunia gamesnya.

Ini menjadi sesuatu yang negative jika terus-menerus dilakukan bahkan hampir tanpa jeda. Lalu bagaimana cara supaya kita tak semakin candu android?

Pertama, pikirkan bahwa mata kita teramat berharga untuk terus dipaksakan di depan layar gadget. Semakin lama memaksakan mata di depan layar, semakin dekat kau merusak mata. Akan lebih indah dan sehat jika sesekali kau luangkan waktumu untuk melihat lingkungan sekitarmu. Masih ada banyak hal yang indah untuk kau lihat dari pada sekedar terpasung di depan layar gadget.

Kedua, pikirkan bahwa terlalu sayang menghabiskan setiap detik waktumu dengan hal yang itu-itu saja. Sungguh rugi jika waktumu hanya kau gunakan untuk ajang eksis diri dan pamer kepada warga media social Akan lebih baik jik kau gunakan waktumu untuk hal yang lebih bermanfaat.

Ketiga, ingatlah bahwa semakin sering kau gunakan gadgetmu, semakin banyak pengeluaran yang harus dihabiskan demi kuota. Seringkali tanpa kita sadari, kuota yang baru saja dibeli beberapa hari tiba-tiba sudah habis. Ini akan menjadi boomerang bagi kalian yang sedang menjalani program hemat. Uang yang dikeluarkan lebih manfaat jika ditabungkan.

Keempat, yuk lebih bijak menggunakan gadget. Jangan jadikan diri kita sebagai hamba bagi si tuan gadget. Jangan jadikan diri kita sebagai korban dari kecanggihan teknologi yang semakin autis dengan gadget. Jadilah pengguna yang bijak, manfaatkan teknologi dengan cara member manfaat untuk diri sendiri orang lain.

Kelima, media social bukan untuk membuat diri anda justru anti social. Luangkan waktumu untuk bergaul dan berinteraksi secara langsung dengan sahabat dan orang-orang di sekitarmu.  Karena pertemuan akan lebih bermakna daripada sekedar saling sapa melalui alat komunikasi berupa gadget.

Pada intinya, gadget akan memberikan dampak positif jika digunakan sesuai porsinya. Gunakan gadget seperlunya, tidak sampai menghabiskan waktu sampai berlarut-larut sehingga mengabaikan lingkungan sekitar. Dan gunakan sesuai fungsinya, pilah dan pilih apapun yang ditawarkan oleh gadget tersebut supaya kita sendiri tak dirugikan oleh gadgert itu sendiri. Kepekaan social jangan sampai terabaikan oleh media social itu sendiri.

Comments

comments

Tags: Android, candu, esensiana, esensiana.com, ketagihan, tips mengatasi candu android Categories: Tips & Trik
share TWEET PIN IT SHARE share share
Umi Khasanah Umi Khasanah

Pernah menjadi juara I pada event lomba surat untuk STAIN. Puisi, FTS/FFS dan cerpen terantologikan dalam beberapa buku. Diantaranya Perempuan Pemuja Malam (2016), Misteri Jodoh (2014), Pilar Puisi (2013), Bunga dan Cinta (2013), Merindu ramadhan (2013), Antologi Kisah-kisah Inspiratif (2013). Puisi kenangan (2012), Aku dan Tetangga (2012), Persembahan Ayah dan Ibu (2012), Mama, Pahlawan sepanjang masa (2012), Sepucuk Surat Untuk Tuhan (2012).

Related Posts
Leave a reply

Leave a Reply

Your email address will not be published.