Kemana Perginya Orang Pintar Negeri Ini?

petani vs aparat

Alangkah baiknya, aparat keamanan menjaga para petani yang sedang bekerja. Mereka tak sungkan menembak nyamuk yang hinggap di kening petani.

21 Maret lalu, kabar duka datang dari rombongan petani Kendeng yang melakukan aksi penolakan terhadap pembangunan pabrik semen di Rembang, Jawa Tengah. Yu Patmi (48), salah satu peserta aksi, meninggal dunia tak beberapa lama setelah melakukan aksi protes dengan menyemen kaki. Aksi tersebut sebagai bentuk penolakan petani terhadap pembangunan pabrik semen yang dinilai akan mengancam kelangsungan hidup para petani. Sawah akan kering manakala sumber air dikeruk.

Sebenarnya, konflik antara perusahaan dengan rakyat tak cuma di Kendeng. Ada orang-orang Pandeglang dengan perusahaan air. Petani Mekar Jaya dengan perusahaan sawit. Petani majalengka yang melawan proyek (BIJB). Suku Amungme dan Komoro melawan Freeport.  Persoalan tanah ulayat di Kalimantan dan banyak lagi yang lain. Sengketa tak hanya berupa perseteruan masyarakat melawan perusahaan. Pemerintah juga tak mau kalah dan menjadi lawan terbanyak kedua. Dengan ambisi infrastrukturnya, pemerintah turut berebut lahan dengan warga.

Ini cocok. Seperti halnya korporatokrasi, yakni sebentuk perselingkuhan antara korporasi dengan birokrasi, korporasi membutuhakan legalitas yang hanya bisa diberikan oleh pemerintah. Sementara pemerintah membutuhkan peran serta korporasi untuk mewujudkan program-program insfrastrukturnya.

Konsorsium Pembaruan Agraria mencatat ada 450 konflik agraria sepanjang tahun 2016 saja. Luasan wilayah konfliknya 1.265.027 hektar dan itu melibatkan 86.745 kepala keluarga. Serta sudah ada 177 orang yang dikriminalisasi. Kau punya tanah, tapi dipenjara lantaran tak mau tanahmu direbut. Kan menyebalkan sekali.

Penyebab konflik Agraria

Alih alih menjaga, aparat keamanan yang bedilnya saja dibeli dari pajak petani justru jadi 5 besar penyabab konflik pertanahan

Petani-petani yang sering disebut tak berpendidikan inilah yang hampir selalu menjadi pihak yang kalah dalam konflik. Sialnya, tak banyak orang berpendidikan yang mau bersuara soal ini. Malah ada sebagian akademisi, plus teknokrat, yang membela perusahaan-perusahaan tersebut.

Disamping itu, membaca data laporan dari The Organization for Economic Co-operation and Development, sebuah organisasi kerjasama pembangunan ekonomi antar negara, tentang negara dengan jumlah doktor terbanyak kita boleh bangga. Peringkat pertama ditempati oleh Amerika dengan jumlah 67.449 orang. Diikuti Jerman dengan jumlah 28.147. Sedangkan Indonesia menempati peringkat 13, satu tingkat di atas Rusia. Ini merupakan catatan impresif yang mengesankan kita negara terdidik.

Jumlah doktor di Indonesia, ada 3.591 orang. Sedangkan jumlah sarjana mencapai angka jutaan. Jumlah orang terdidik sebanyak itu sudah seperti produksi barang saja. Diproduksi secara massal oleh universitas. Siap kerja. Tapi buta kondisi sosial. Tak kenal komunitasnya. Diam saja kalau ada yang ditindas. Bergerak kalau disuruh. Meneliti kalau ada pesanan. Persis robot siap jual.

Padahal pendidikan mestinya memperjelas keberpihakan orang pintar pada mereka yang lemah. Sepertihalnya aliran esensialisme pendidikan yang dipelopori oleh  Johan Amos Cornenius. Bahwa pendidikan berasal dari sebuah filsafat idealisme dan realisme, yaitu pendidikan harus mendatangkan nilai-nilai kestabilan hidup.

Soal gerak dan melawan dengan idealisme, para orang pintar mungkin perlu belajar dengan perjuangan para petani kendeng dan sedulur sikep di sana. Karakter masyarakat yang rukun, adil, damai, dan punya solidaritas yang tinggi menjadi sebuah kekuatan. Masyarakat, dengan kesederhanaannya, yang meskipun tak berpendidikan namun kritis. Itu semua demi terwujudnya apa yang disebut kedaulatan rakyat.

Leave a Comment

Datasiana Reportasiana Swarasiana Translasiana
karangan bunga fadli zon
Meniru Hidup Hemat dan Sederhana dari Fadli Zon
jalan dan pahlawan
Mengenang Pahlawan dengan Nama Jalan
Jangan Bersedih
Jangan Bersedih, Ketawain Aja Keleus !
Usia 24 Bagi Seorang Perempuan
Yang Menyebalkan di Usia 24 Bagi Seorang Perempuan
Larangan Bersedih Bagi Jomblo di Republik Ngapak
Doa Pilihan untuk Jomblo
Lima Do’a Pilihan untuk Jomblo di Malam Takbiran
4 Gaya dalam Mencintai
4 gaya dalam mencintai yang Dilakukan Orang Modern ini
Lambang_PKI
Kebangkitan PKI, Diskusi, dan Musuh-musuh Imajiner Kita
Kesadaran magis
Dari Paradigma Reformasi ke Transformasi: Peta Kesadaran Freire
Renungan Calon Sarjana
Dari Bung Kris, untuk Calon Sarjana
sufi dan surga
Pesan dari Para Sufi tentang Amal Ibadah dan Surga
Malam Jum'at Sunnah Rasul
Malam Jum’at dan Sunnah Rasul bagi Jomblo
hijrah
Spirit Hijrah yang (bisa) Salah Arah
wanita zaman jahiliyah
Fakta Lain Seputar Derajat Wanita pada Zaman Jahiliyah dan Adab pada Keluarga Rasulallah
kegiatan temu pendidik
Inspirasi itu Mengalir dari Wadas Kelir
guru merdeka belajar
“ Mudik”, Merangkai Niat Baik dengan Semangat Kolaboratif
Pustaka Warga
Komunitas Literasi, Minat Baca, dan Kenapa Pustaka Warga