Pribumi Indonesia

Kenapa Kanda Anies Dilarang Menggunakan Kata Pribumi?

18/10/2017 81 0 0

Pribumi Indonesia

Siapakan sebenarnya pribumi Indonesia?

Pidato sambutan pelantikan gubernur DKI Jakarta, Kakanda Anies Baswedan, ternyata berbuntut panjang. Bukan hanye karena isi pidatonya yang so enlightment and inspiring, tetapi juga karena penggunaan istilah pribumi yang blio gunakan untuk merujuk pada entah siapa. Pada pidato pertamanya sebagai seorang gubernur, pada saat jutaan pasang mata dan telinga menelanjangi setiap detail mimik dan ucapannya, Kanda Anies agaknya sulit mengendalikan semangat nasionalismenya, sehingga kata peribumi terucap sebagai lambang anti kolonialis.

“Dulu kita semua pribumi ditindas dan dikalahkan (dijajah). Kini telah merdeka, saatnya kita menjadi tuan rumah di negeri sendiri”.

Demikian kurang lebih penggalan kalimat dari Kakanda Anies yang tim redaksi penggal tanpa ada upaya memelintir, memfitnah, apalagi memenjarakan Kakanda Anies.

Dengan kegaduhan yang ditimbulkannya, redaksi esensiana kemudian mencoba mengurai apa yang disampaikan Kakanda, yang itu biasa-biasa saja. Malahan itu masuk pada kategori diksi warung kopi yang menjadi bahan gosip mang-mang becak sambil menunggu penumpang. Terutama saat mereka sedang asyik masyuk berbincang soal cengkraman asing, aseng, dan asong pada ekonomi negara yang membuat nilai tukar genjotan becak mereka kian menurun nilainya.

Tapi kenapa kata pribumi yang diucapkan Kakanda Anies menjadi begitu heboh bagi umat dan publik tanah air? Berikut tim redaksi telah mencatat poin-poinnya untuk Anda:

Karena yang ngomong Kakanda Anies yang gubernur baru Jakarta itu

Akan sangat berbeda efeknya jika yang ngomong pribumi adalah, misal, marketing mobil Esemka, reseller produk nasa, atau mang-mang becak yang lagi mangkal di atas. Jika mereka atau yang sekelasnya yang bicara soal relasi pribumi dan non pribumi, tentu akan biasa-biasa saja.

Warganet juga akan males mengingat-ingat adanya instruksi presiden soal pelarangan pengguanaan istilah pribumi, atau mengaitkannya dengan UU No 40 tahun 2008 tentang Penghapusan Diskriminasi Ras Dan Etnis. Apalagi sampai bikin meme untuk membunuh karakter reseller nasa umpamanya. Ga mungkin.

Masalahnya Kakanda Anies adalah pejabat publik ibu kota yang disorot. Maka sekali keseleo lidah saja, bisa masuk bui mengikuti jejak seniornya.

Karena Kakanda Anies ini gak pribumi-pribumi amat

Oke, ini membutuhkan argumentasu argumentasi yang agak sulit. Huh tapi bismillah, semoga dengan penjelasan ini, redaksi esensiana tidak malah dituduh rasis. Merujuk pada pengertian umum bahwa istilah pribumi digunakan untuk menyebut penduduk asli orang Indonesia maka penting kiranya kita tahu siapakah itu Indonesia?

Kalau kita mendefinisikan Indonesia adalah tempat dengan gugusan pulau-pulau yang kemudian dipersatukan dalam konsep nusantara, maka penduduk asli Indonesia—jika dilacak sampai zaman Neolithikum atau sekitar 2000 tahun sebelum masehi—berasal dari di Yunan. Yakni daerah yang sekarang menjadi wilayah China Selatan. Bijiiiguuuuk. Kok China?

GANTI!!!

Eh tapi kalo ditarik ke belakang lagi, pribumi Indonesia berarti homo erectus. Homo erectus telah menempati Indonesia ini selama 1,5-1,7 juta tahun yang lalu, loh. Lah berarti yang pribumi Indonesia ini masih sebangsa monyet gitu? Naudzubillah. Ini pasti salah.

Bagaimana kalau kita menggunakan pendekatan lain soal Indonesia? Yakni Indonesia yang berarti suatu negara yang diperjuangkan bersama dari penjajahan negara lain. Dan semua etnis maupun aliran kepercayaan apapun yang turut berjuang adalah pemilik Indonesia. Dan itu berarti semuanya juga memiliki Indonesia?

Dengan segala keruwetan itu, tentu saja Kak Anies, juga kita semua, tidak ada yang bisa ngaku-ngaku sebagai pribumi lalu menunjuk orang lain dengan anatomi hidung yang berbeda sebagai non pribumi.

Ini Indonesia Kak!

Di negeri yang kancing baju pejabat saja bisa jadi bahan perdebatan ini, tentu amat sulit sebagai seorang pejabat publik yang disorot untuk menghindar dari nyinyiran. Kalimat yang kemudian menjadi begitu prinsipil bagi orang Indonesia  sepertinya adalah “Hidup itu sementara, nyinyirlah yang abadi”.

Comments

comments

Tags: Anies baswedan, asal bangsa indonesia, blunder Anies, nenek moyang orang indonesia, Pribumi indonesia, yunan Categories: Swarasiana
share TWEET PIN IT SHARE share share
Related Posts
Leave a reply

Leave a Reply

Your email address will not be published.