Kiat Sukses Ala Arsad Dalimunte, Aktivis Koperasi yang Membumi

25/01/2018 67 0 0

Di suatu sore di hari yang biasa saja, saya di WhatsApp oleh Pak Arsad -begitu saya menyapanya. Sontak hal tersebut membuat hari itu berubah menjadi tidak biasa. Beliau ini general manager, pimpinan tim sepak bola di sebuah kabupaten, namanya mentereng di gerakan koperasi nasional, dan sederet atribusi lainnya, tiba-tiba menghubungi saya mengajak bertemu. Saya tentu bingung. Ada apa ini? Adakah kesalahan yang saya lakukan? Atau, ada hal yang mendesak dibicarakan? Tapi, apa itu?

Maka daripada saya menyimpan penasaran, juga tentu karena rasa sungkan bila tidak segera menemui, saya langsung meluncur ke kantor beliau, di lantai dua komplek kantin Rumah Sakit Margono, Purwokerto.  Ini kali kedua saya masuk ke ruangan beliau, suasananya masih sama. Adem. Entah karena hawa pendingin ruangan, senyum dua pegawai wanita yang menyapa saya, atau lebih ke rasa deg-degan dipanggil Pak Arsad.

Beberapa saat setelah memperkenalkan diri dan menyampaikan maksud kedatangan, saya pun dipersilahkan menunggu. Hampir setengah jam lamanya saya menunggu, mengusap layar gawai, membalas chatting, atau sekedar memandangi dinding. Ternyata menunggu, sesingkat apapun, tetap membosankan. Atau dasarnya saya manusia yang tidak sabaran.

Tapi apapun itu, akhirnya giliran masuk tiba, saya dipersilakan duduk, dan mulailah beliau bercerita ihwal sebab keinginannya bertemu. Tentu saya asyik menyimak sambil sesekali manggut-manggut tanda mengerti apa yang disampaikannya. Ada banyak sekali wejangan dan pesan yang beliau sampaikan. Hanya saja tak mungkin saya menuliskannya semua. Jadi, saya meringkas bagian yang menurut saya menjadi jatah publik saja. Salah satunya beliau berbagi tips mengenai bagaimana kunci kesuksesan bisa diraih.

Tentu saja kesuksesan itu relatif. Ia adalah ketergantungan dari masing-masing individu berdasarkan visi hidup dan standarnya pasti berbeda-beda.  Tapi paling tidak, ada kesepakatan-kesepakatan umum yang biasa digunakan untuk menilik tingkat kesuksesan seseorang. Umumnya adalah pencapaian, status sosial, kedudukan, kekayaan, ataupun hal lain yang dianggap simbol kemapanan hidup. Lebih dari itu, kesuksesan adalah soal kebahagiaan seseorang. Betapapun ia kaya, jika hidupnya tak tentram tentu sangat naif kalau kita menyebutnya sukses.

Untuk capaian keberhasilan tersebut, Arsad Dalimunte, begitu nama aslinya, memiliki resepnya sendiri. Berikut cuplikan pembicaraan yang bisa saya ingat dan bagikan untuk kamu-kamu semuanya. Ya, untuk apalagi selain agar hidup kalian tidak madesu melulu. Ya ndak su? Eh.

Pertama, Berburulah Pengetahuan

Tidak ada sesuatu yang bisa dikerjakan tanpa pengetahuan. Sebabnya pengetahuan memang menjadi pra syarat mutlak untuk mencapai kesuksesan. Sederhananya, untuk bisa sukses, kamu yang hidupnya bergelimang selimut dan kegalauan mesti rajin-rajin berburu pengetahuan. Singkirkan malasmu dengan segera, singsingkan lengan baju, datanglah ke majelis-majelis ilmu.

Pengetahuan ini bisa dicari dengan banyak cara, mulai dari baca buku, ikut diskusi, streaming kajian, hingga berselancar ria di dunia maya. Kamu bebas memilih yang mana suka. Yang penting tertib.

Orang yang memiliki lebih banyak pengetahuan tentu saja memiliki lebih banyak kesempatan untuk berkarya, mengaktualisasikan diri, atau hal-hal lain yang bersifat produktif. Ini penting sekali untuk mengurangi hidup yang kian lama kian kompetitif.

Setelah pengetahuan, ada pra syarat lain yang juga mesti didapat. Yakni pengalaman.

Hidup, sejak amoeba pertama menjalaninya hingga hari ini adalah soal bertindak, soal aksi, bukan teori semata. Teori ini hanya penunjang untuk memperindah pengalaman. Selain itu, dengan pengalaman, mentalmu akan ditempa, pengetahuan akan diasah, keyakinanmu akan bertambah, dan biasanya memunculkan relasi baru sehingga jaringanmu makin kuat. Ini penting, catat!

Lagi pula di usia muda, tidaklah perlu takut-takut mencoba. Dengan begitu, pengalaman kita akan bertambah. Portofolio kita sebagai wakil Tuhan juga makin terlihat. Semua pengalaman tadi, baik yang gemilang maupun yang paling buruk, akan memperkaya khasanah hidup kita. Dari situ, kita bisa melihat sesuatu dengan lebih jernih, lebih siap untuk menghadapi banyak rintangan.

Hal ini sejalan dengan kritik Prof. Renald Khasali tentang konsep kecerdasan di Indonesia yang lebih menekankan pada brain memory (kecerdasan ingatan) ketimbang muscle memory (kecerdasan tindakan). Ini berakibat pada buruknya kemampuan menjalankan sesuatu dari orang kita. Njomplang gitu, antara kemampuannya berbicara dengan bertindak. Singkat kata: Pintere nyocot!

Lihat saja para politikus kita, retorikanya ndakik-ndakik prakteknya nol. Janji seabreg pelaksanaan secuil. Itupun setelah didemo warganya.

Yang pamungkas, yang tidak kalah penting, adalah fungsi penerimaan diri.

Jadi untuk bisa sukses, lagi-lagi menurut Pak Arsad, dirimu mesti bisa diterima di banyak tempat. Dengan begitu, satu langkah menuju pintu kesuksesanmu telah terlewati. Banyak orang yang sebenarnya memiliki kemampuan lebih, tapi karena fungsi penerimaan dirinya rendah, ia gagal mengorbit. Semacam kehilangan kesempatan untuk mengaktualisasikan kemampuannya, gitu. Alih-alih diterima dan didukung, orang yang fungsi penerimaan dirinya rendah justru seringkali dimusuhi. Apes betul kan? Bukannya memperoleh kesempatan malah memperoleh permusuhan.

Setelah diterima di suatu lingkungan baru, lantas kemudian kamu bisa mengambil tindakan lebih lanjut. Yakni menanamkan pengaruh, ide, gagasan, atau apapun tentang yang kamu inginkan. Dari situ pula, nalar memimpinmu akan terasah.

Sebenarnya terkait fungsi penerimaan diri ini biasanya berkaitan dengan ego seseorang. Semakin tinggi egonya, makin susah juga komprominya, hingga pada akhirnya, makin susah juga ia diterima di banyak kalangan. Ingat, kompromi di sini tidak sampai pada melacurkan idealisme loh ya. Eh, itu pun jika kamu punya sih.

Begitu saja dulu kira-kira tips dari Pak Arsad. Sisanya biarlah ini menjadi senjata pamungkas penulis. Enak aja memberi akses setara pada calon pesaing! Hidup ini keras Bung!

Comments

comments

Tags: bahagia, Kiat, Sukses Categories: Swarasiana
share TWEET PIN IT SHARE share share
fajar

semacam pemuda, suka kopi, berafiliasi dengan PMII

Related Posts
Leave a reply

Leave a Reply

Your email address will not be published.