Kilas Balik 2016 Ala Esensiana

 

Sebagaimana biasanya waktu berjalan, ia pasti meninggalkan kesan. Dan sudah pasti pula, kesan selalu bermata dua; susah dan senang. Kesan-kesan ini lah yang dijadikan standar apakah sesuatu pantas dikenang, atau malah mestinya dibuang.

Ada banyak hal yang terjadi di 2016 (Kilas Balik 2016). Namun tentu tak bisa  diceritakan semua. Kami pilihkan beberapa untuk Anda. Apa saja? Ini dia:

BOM Sarinah

Awal tahun kita dikejutkan dengan BOM Sarinah. Kisah tentang BOM Sarinah adalah catatan unik bagi dunia terorisme tanah air. Bukan aksi sadis para teroris, bukan pula kisah heroik para polisi. Melainkan aksi live warga menyaksikan baku tembak dan saling kejar antara aparat dan penjahat itu. Teror bukannya ditakuti malah dijadikan tontonan.

Baik, kisah tentang polisi ganteng pada kasus itu masuk dalam catatan dan tentu jatuhnya korban patut kita sesalkan. Hanya saja cueknya tukang buah menjajakan dagangan, atau gerobak sate yang tetap ramai melayani pembeli di saat beberapa meter di depannya sedang terjadi aksi saling tembak adalah hal yang paling ngena.

Belum lagi kerumunan warga yang santai melihat dibalik garis polisi aksi itu. Mereka tenang walau tanpa perlindungan standar khas Densus 88 atau paling tidak rompi anti peluru lah kalau kalau ada peluru nyasar. Ini tidak, mereka berkaos oblong menonton polisi berseragam lengkap mengendap-endap baku tembak dengan teroris. Entahlah, keyakinan apa yang mereka anut sehingga mereka berpikir terorisnya tidak akan mungkin menembaki mereka.

Kopi Jessica

Awal tahun 2016 kita juga digegerkan oleh kasus kopi sianida ala Jessica. Bukan tentang siapa yang menjadi korban atau pelaku kasus ini, tapi hebohnya pemberitaan media membuat publik terbetot perhatiannya. Kasus tentang seorang teman yang diduga meracuni temannya dengan kopi bersianida ini bahkan sampai menginspirasi munculnya lagu dangdut.

Hanya saja agak disayangkan kenapa lagu kopi sianida besutan Kang Jaya itu tidak dijadikan semacam mars yang dinyanyikan sebelum sidang Jessica dimulai. Tapi ya nda papa. Kedepan dangdut tetap bisa menjadi barometer dari sebuah kejadian. Belum bisa disebut sebuah kejadian bertaraf nasional jika belum muncul lagu dangdutnya. Kira-kira begitu indikatornya.

Demam AADC 2

Belum juga sidang Jessica menemukan titik terang, publik, terutama kawula muda, kembali ramai dengan dirilisnya film AADC2.  Film yang mengisahkan duo anak muda yang ngebet balen ini ramai-ramai ditonton hingga 3,6 juta orang. Film itu konon meraih pendapatan kotor hingga 109 milyar.

Secara angka AADC2 memang masih kalah jauh dari Warkop DKI Reborn yang meraup 6,8 juta penonton dengan pendapatan kotor dua kali lipatnya. Tapi efeknya tentu tak ada yang menyangsikan bahwa AADC2 lebih nggregesi dibanding film film lain. Cara Rangga nyaplok lambemengambil kembali hati Cinta pada film itu begitu membuat gadis-gadis belia mabuk kepayang. Di satu sisi ini jelas masalah serius untuk para jombelo. Karena gadis incaranya sangat mungkin menerapkan standard Rangga dalam menyeleksi pria mana yang pantas.

Sampai hari ini memang belum ada lembaga statistik yang menghitung berapa banyak mantan yang ngajak balen karena terinspirasi perjuangan Rangga. Tapi yang jelas film ini telah sukses membangkitkan kembali kejayaan film Indonesia sekaligus romansa masa lalu. Sampai-sampai remaja tanggung belasan tahun, yang pada saat AADC1 selesai ditayangkan masih duduk di kelas nol besar pun ikut antusias menyambut tayangnya AADC2. Saya juga tidak tau, romansa mana yang mereka mau bangkitkan.

Wisudanya dua kuncen esensiana.com

Ini kisah internal. Tapi bagaimanapun juga, rasanya saya berdosa jika tidak meletakkan kisah senang sekaligus pilu itu dalam the most memorable moment 2016. Pada bulan September lalu, Mas Arigus dan Kangtoer sebagai orang dalam sekaligus pendiri esensiana telah menyelesaikan masa studinya. Jelas suatu kelegaan bagi mereka dan keluarga. Tapi bagi saya yang hingga kini terkatung-katung nasib skiripsinya, ini serupa bencana.

Saat mereka berdua cengengesan dipotret di studio foto dadakan yang berdiri semrawut di sepanjang jalanan kampus, saya harus menyungging memasang senyum palsu. Musti pura-pura bahagia menjalani sesi foto bersama mereka. Menyiksa? Jelas iya, tapi bukankah seringnya siksa yang membuat kita mau berusaha?

Runner Up Piala AFF

Jagad sepakbola tanah air juga tak mau ketinggalan memberikan kesan di 2016. Usai lama vakum akibat konflik internal PSSI juga PSSI versus Menpora yang berujung banned FIFA tersebut Timnas masih belum habis. Saat gelaran piala AFF digelar di negara  yang umat muslimnya diusir dari daerahnya itu Timnas mampu berlaga hingga babak final. Meski kalah dilaga akhir, tapi ini jelas sebuah prestasi biasa yang tetap membanggakan. Perlu dicatat Timnas sudah lima kali masuk final tanpa gelar juara loh.

Makar

Ini kasus yang barangkali menjadi hidangan penutup Kilas Balik 2016 . Kasus bermula pada penangkapan sejumlah tokoh yang diduga akan menggulingkan rezim resmi Jokowi. Hingga artikel ini ditulis, kasus ini masih bergulir bak sapi liar yang mulai menyeret nama nama tenar.

Makar, sebuah istilah yang awalnya hanya dikenal segelintir orang kini menjadi istilah publik. Kasusnya pun menjadi pelajaran berharga bagi kita semua, bahwa apapun alasannya, makan lebih baik daripada makar.

Terbitnya esensiana.com

end than.. yang paling penting di kilas balik 2016 adalah terbitnya eseniana. Kalian tentu tau, tanpa kejadian ini, mustahil bisa cengengesan  membaca artikel ini.

Berawal dari perjumpaan tak sengaja di awal april silam dengan Mas Arigus kami memulai obrolan tak tentu arah. Mulai dari mengupas kutukan jombelo masing-masing hingga ke hal-hal yang semenekutkan teror bom Sarinah. Lalu kemudian muncul sebuah gagasan bersama tentang propaganda dunia maya yang banyak melahirkan aksi teror.

Pria yang kini menjadi juru kunci esensiana.com itu kemudian menawarkan ide membuat saluran informasi alternatif. Tentu dengan maksud agar masyarakat tak gampang terhasut. Dalam bahasa yang lebih praktis, kontra propaganda.

Hal tersebut terpikir bukan karena kita nasionalis atau punya jiwa kebangsaan tinggi. Hanya saja, kami yang masih jombelo khawatir, stok prempuan solehah dijadikan pengantin semua oleh Bahru Na’im. Sehingga perlu dilawan.

Dari situ kemudian dibuatlah sebuah situsweb partikelir bernama esensiana. Dipublish pada tanggal 25 April, situs ini kemudian memiliki banyak personel keren. Sebutlah Dek arman , Kangtoer, Mas Heru Cloningway ,Kanda Aef, Sahabat Immawan Agus hingga yang lucu-lucu seperti Dek Ferli, Mba Vena  dan beberapa yang lain turut bergabung.

Comments(2)

  1. 31/12/2016
    • 01/01/2017

Leave a Comment

Datasiana Reportasiana Swarasiana Translasiana
kulon progo
Pembangunisme dan Mereka yang Terusir dari Tanahnya Sendiri
para pemain dan kru film mata jiwa
Melihat Lebih Jernih Kehidupan Kelas Dua Kota Jakarta dengan Mata Jiwa
karangan bunga fadli zon
Meniru Hidup Hemat dan Sederhana dari Fadli Zon
Usia 24 Bagi Seorang Perempuan
Yang Menyebalkan di Usia 24 Bagi Seorang Perempuan
Larangan Bersedih Bagi Jomblo di Republik Ngapak
Doa Pilihan untuk Jomblo
Lima Do’a Pilihan untuk Jomblo di Malam Takbiran
4 Gaya dalam Mencintai
4 gaya dalam mencintai yang Dilakukan Orang Modern ini
Lambang_PKI
Kebangkitan PKI, Diskusi, dan Musuh-musuh Imajiner Kita
Kesadaran magis
Dari Paradigma Reformasi ke Transformasi: Peta Kesadaran Freire
Renungan Calon Sarjana
Dari Bung Kris, untuk Calon Sarjana
sufi dan surga
Pesan dari Para Sufi tentang Amal Ibadah dan Surga
Malam Jum'at Sunnah Rasul
Malam Jum’at dan Sunnah Rasul bagi Jomblo
hijrah
Spirit Hijrah yang (bisa) Salah Arah
wanita zaman jahiliyah
Fakta Lain Seputar Derajat Wanita pada Zaman Jahiliyah dan Adab pada Keluarga Rasulallah
para pemain dan kru film mata jiwa
Melihat Lebih Jernih Kehidupan Kelas Dua Kota Jakarta dengan Mata Jiwa
kegiatan temu pendidik
Inspirasi itu Mengalir dari Wadas Kelir
guru merdeka belajar
“ Mudik”, Merangkai Niat Baik dengan Semangat Kolaboratif
Pustaka Warga
Komunitas Literasi, Minat Baca, dan Kenapa Pustaka Warga