Kuliah Terus Kapan Belajarnya?

Kuliah Terus Kapan Belajarnya

Kuliah Terus Kapan Belajarnya

Kuliah Terus Kapan Belajarnya? Masa kuliah saya sudah mendekati akhir. Belum akhir–akhir banget sih masih semester delapan (bandingkan dengan skala 14 semester). Jadi sudah hampir empat tahun saya jadi mahasiswa. Selama rentang itu pula saya sudah lupa berapa kali kuliah dan berapa kali mbolosnya. Begitupun dengan biaya sehari–hari, entah sudah berapa puluh juta. Semuanya berjalan begitu saja tanpa ada something unforgotable. Sesutau yang mak trep di ingatan.

Jujur saja, ketika kamu menanyakan apa yang saya dapat dari semester satu hinga delapan maka saya akan gelagapan menjawabnya. Bahkan saya tidak tahu secara persis apa yang saya dapat. Saya pernah di ajari teori ini dan teori itu yang alhamdulilah,, lupa! Ya nyaris semuanya lupa dan yang tersisa hanyalah diktat ajar dan bayang-bayang si dia saja.

Rasa-rasanya kepala saya ini bagaikan ember bocor. Setelah diisi airnya hilang merembes. I got nothing, gak dapet apa–apa.

Mungkin ngawur juga kalau saya bilang I got Nothing selama kuliah. Pasti adalah pengaruh atau hasilnya. Pasti ada, tapi apa ya?? Oke, beri waktu saya beberapa malam untuk bersemedi mengingatnya.

Bagi saya kuliah itu sama saja kaya SMA. Duduk di kelas, dengerin dosen, dan sesekali ketiduran atau sengaja tidur. Bila kelas usai, semuanya juga usai, gak dapat apa–apa. Dan rata–rata seperti itulah setiap perkuliahan saya jalani.

Pun demikian sebagian kawan-kawan saya berkuliah. Oleh karena itu bukan hal baru jika banyak mahasiswa yang jenuh. Bahkan banyak mahasiswa itu kerjaaannya ngeluh. Mulai dari urusan akademis hingga perilaku dosen yang kadang menyebalkan mahasiswanya.

Ya begitulah, kadang kuliah itu cuma bikin cape ketimbang bikin pinter. Selain tugas normatifnya yang seabreg, kadang dosennya itu lhoo ngegemesin banget. Kalau saya sih sebenarnya gak terlalu musingin tugas yang seabreg itu. Tapi kadang suka gak tahan kalau lihat sikap dosen, tentu dengan cara ajar dan metode penilaiannya yang kaku.

Weits, stop! Ini bulan puasa, jangan  ngomongin orang banyak-banyak.  Dan emang nggak semuanya kaya gitu sih, banyak juga dosen yang benar – benar baik dan inspiratif. Yang benar–benar berkapasitas.

Tapi begini, kuliah itu bukan rutinitas yang mustinya terpisah dengan kebutuhan saat usai kuliah. Sampai di sini, kita harus sepakat, bahwa kebutuhan usai kuliah tak sesederhana sekedar urusan dapat kerja cum jodoh. Ada banyak hal yang tak boleh kita lupakan selain urusan menghapal teori dan definisi untuk kemudian dituliskannya lagi pada lembar jawab ujian.

Sederhananya kuliah tak melulu duduk di kelas untuk mendengar ceramah dosen. Lebih konkrit dari itu, mestinya juga kita keluar kandang untuk belajar pada realitas yang sesungguhnya. Karena pada hal yang demikianlah nantinya mahasiswa akan berhadapan. Kalo tidak sejak awal diperkenalkan, para sarjana baru tak ubahnya katak yang dilepas dari tempurung. Gagap realitas.

Pada pengharapan akhir, kuliah seharusnya tidak hanya berbekas pada ingatan tentang nama-nama tokoh berikut teorinya, tapi juga mewatak pada sikapnya. Sejatinya sikap dan etos itulah yang menjadi kunci kesuksesan para sarjana anyaran dalam mengarungi bahtera kerja, usaha, maupun karya.

Leave a Comment

Datasiana Reportasiana Swarasiana Translasiana
kulon progo
Pembangunisme dan Mereka yang Terusir dari Tanahnya Sendiri
para pemain dan kru film mata jiwa
Melihat Lebih Jernih Kehidupan Kelas Dua Kota Jakarta dengan Mata Jiwa
karangan bunga fadli zon
Meniru Hidup Hemat dan Sederhana dari Fadli Zon
Usia 24 Bagi Seorang Perempuan
Yang Menyebalkan di Usia 24 Bagi Seorang Perempuan
Larangan Bersedih Bagi Jomblo di Republik Ngapak
Doa Pilihan untuk Jomblo
Lima Do’a Pilihan untuk Jomblo di Malam Takbiran
4 Gaya dalam Mencintai
4 gaya dalam mencintai yang Dilakukan Orang Modern ini
Lambang_PKI
Kebangkitan PKI, Diskusi, dan Musuh-musuh Imajiner Kita
Kesadaran magis
Dari Paradigma Reformasi ke Transformasi: Peta Kesadaran Freire
Renungan Calon Sarjana
Dari Bung Kris, untuk Calon Sarjana
sufi dan surga
Pesan dari Para Sufi tentang Amal Ibadah dan Surga
Malam Jum'at Sunnah Rasul
Malam Jum’at dan Sunnah Rasul bagi Jomblo
hijrah
Spirit Hijrah yang (bisa) Salah Arah
wanita zaman jahiliyah
Fakta Lain Seputar Derajat Wanita pada Zaman Jahiliyah dan Adab pada Keluarga Rasulallah
para pemain dan kru film mata jiwa
Melihat Lebih Jernih Kehidupan Kelas Dua Kota Jakarta dengan Mata Jiwa
kegiatan temu pendidik
Inspirasi itu Mengalir dari Wadas Kelir
guru merdeka belajar
“ Mudik”, Merangkai Niat Baik dengan Semangat Kolaboratif
Pustaka Warga
Komunitas Literasi, Minat Baca, dan Kenapa Pustaka Warga