Larangan Bersedih Bagi Jomblo di Republik Ngapak

15/07/2017 221 0 0

Selain Tuhan, tidak ada sesuatu yang abadi. Termasuk cinta dalam biduk rumah tangga. Adapun kalimat aku akan mencintaimu selamanya yang terucap seminggu sebelum pesta resepsi digelar itu tak ubahnya janji politisi sebelum hari pemilihan. Tidak usah kamu percaya.

Paling tidak untuk sekitar 2.200an orang yang kini menyandang gelar janda dan duda baru di Cilacap. Yak betul, angka itu merujuk pada angka perceraian yang diterbitkan Pengadilan Agama Kabupaten Cilacap hingga triwulan kedua tahun ini saja. Itu artinya, dalam sehari lebih dari 10 janda dan duda baru “lahir” di Kabupaten yang memiliki kilang minyak berkapasitas 348.000 barel per hari ini. Warbyasah.

Kondisi ini tak bisa dibilang membaik jika dibandingkan dengan angka perceraian di tahun-tahun sebelumnya. Tercatat pada 2014 ada 5.884 kasus perceraian dan meningkat menjadi 5.950 pada 2015. Jumlah tersebut, alhamdulillahnya, kembali menurun menjadi 5.551 pada 2016.

Jumlah Janda di Cilacap 2017

Menjanda tidak berdosa, tapi mbok jangan banyak-banyak. Khawatir Cilacap Berjanda menggeser popularitas Cilacap Bercahaya

Setelah melihat data-data itu, ya akhi, ya ukhti, usah kau buru-buru bilang jodoh padahal hubungan baru sebatas pacaran eh taaruf. Wong yang sudah nikah aja bisa pisah. Masa jodoh batal?

Dari datasiana yang tersaji kita pula bisa melihat, bahwa masalah ekonomi adalah penyebab perceraian terbesar dengan mencatat 1.532 kasus. Jumlah itu setara 68% dari total perceraian hingga Juni di tahun 2017 ini.

Lagi-lagi angka tersebut juga bisa kita ambil hikmahnya. Bahwasanya nikah muda, membutuhkan dompet “tua”. Nikah muda boleh, nekat jangan. Gitu mblo.

Ohya bagi Jomblo—terutama di area BARLINGMASCAKEB, dengan memplototi data-data di atas kami harap tidak lagi sedih soal jodoh di malam minggu ini. Sudah jangan cuma melamun. Bersihkan badanmu, panasi motormu, lalu meluncurlah ke Cilacap. SEKARANG!

Comments

comments

Tags: Cilacap Berjanda, Janda, Janda cilacap, Warna Janda Categories: Datasiana, Malem Minggu Esensiana
share TWEET PIN IT SHARE share share
Related Posts
Leave a reply

Leave a Reply

Your email address will not be published.