Likuran Paseduluran, Diskusi Sehat Sesrawungan

26 November 2016, Likuran Paseduluran ke 20 telah dilaksanakan di Jl. Tentara Pelajar No.2 tepatnya 200 meter ke arah barat dari alun-alun Karanganyar, Kebumen. Di rumah Mas Darwis, nikmat menangkap hikmah dan petuah.

Dinginnya malam tak membendung kewarasan untuk tetap terjaga. Larut malam tak menjadikan mata terpejam. Ada semacam ‘penggerak’ tak terlihat tersirat dari tiap kata, ada banyak hal yang tak bisa diungkapkan ucap.

Membahas tentang tema ANGREM PAKARTI, semua bebas berpendapat tentang pemaknaan tema hingga filsuf-visual news letter yang disediakan. Dibarengi hidangan mendoan dan teh hangat, tentu jadi pemantap. Pelbagai permasalahan tentang kebangsaan hingga hingar bingar kehidupan dilahap bertahap.

Likuran Paseduluran digawangi pemuda-pemuda haus ilmu seraya mendekatkan kepadaNya, saling bertukar pikiran dibalut senyum, canda tawa, tak ketinggalanpun suguhan karya sastra puisi, akustik, do’a bersama.

Tak pandang aku-kamu siapa, semuanya sama. Kemanusiaan yang serasi lagi harmonis membentuk lingkaran-lingkaran persaudaraan. Sekat Agama tak menjadi pembeda, karena semua bersaudara.

Likuran Paseduluran rutin digelar tiap malam minggu terakhir di akhir bulan, daripada jomblo gentayangan apalagi berbuat hal tak senonoh, alangkah baiknya pijakkan kaki sembari bersila, bercengkerama di acara rutinan ini.

Perbedaan, dewasa kini menjadikan komoditas bagi kaum jahil nan tak rela kedamaian terpatri. Perlu kewarasan dengan tetap menjaga kemawasan tentang apa yang terjadi. Sangat teramat bagus bila membangun lingkar konstruktif, bukan destruktif.

Semua dapat memerankan personanya masing-masing. Cukup menjadi diri sendiri, menemukan Ruh-Nya dalam hati, dipadukan dengan berbagai macam esensi hikmah kehidupan. Likuran Paseduluran dapat menjadi trend penjaga kewarasan yang terus melingkar tak pernah putus digilas chakra manggilingan zaman.

About The Author

Reply

Datasiana Reportasiana Swarasiana Translasiana
Menilik Perjalanan Secangkir Kopi
Sekuler, Akar Istilah dan Perdebatan-perdebatan yang Menyertainya
Memo untuk Washington
Syarat Menikah itu Ada Pasangan, Mblo!
Cara Mudah Move On dari Mantan yang Sudah Kadung Dicintai ala Sigmund Freud
Yang Menyebalkan di Usia 24 Bagi Seorang Perempuan
Larangan Bersedih Bagi Jomblo di Republik Ngapak
Kebangkitan PKI, Diskusi, dan Musuh-musuh Imajiner Kita
Dari Paradigma Reformasi ke Transformasi: Peta Kesadaran Freire
Dari Bung Kris, untuk Calon Sarjana
Pesan dari Para Sufi tentang Amal Ibadah dan Surga
Malam Jum’at dan Sunnah Rasul bagi Jomblo
Spirit Hijrah yang (bisa) Salah Arah
Fakta Lain Seputar Derajat Wanita pada Zaman Jahiliyah dan Adab pada Keluarga Rasulallah
Memo untuk Washington
Melihat Lebih Jernih Kehidupan Kelas Dua Kota Jakarta dengan Mata Jiwa
Inspirasi itu Mengalir dari Wadas Kelir
“ Mudik”, Merangkai Niat Baik dengan Semangat Kolaboratif