Malam Jum’at dan Sunnah Rasul bagi Jomblo

Malam Jum'at Sunnah Rasul

Sudah tidak aneh jika kita mendapati orang mengatakan sunnah Rasul di malam Jum’at sambil senyum-senyum genit manja. Atau malah menjadikannya bahan candaan untuk meledek mereka para pengantin baru. Sunnah Rasul sebagai sebuah anjuran agama mengalami reduksi hebat ketika disebut bersamaan dengan malam Jum’at.

Sunnah Rasul menjadi setamsil hubungan badan semata. Yang lebih bikin jomblo iri lagi, hal semacam itu dibumbui hadist-hadist yang validasinya di entah level berapa, seperti pengibaratan dengan membunuh sekian puluh setan, Yahudi, dan sebagainya.

Entah karena pikiran kita yang ngawur atau memang konotasinya yang begitu, Sunnah Rasul di malam Jum’at ya ujungnya dibawa kesitu. Di seputaran ranjang dan nganu.

Tapi soal itu memang bukan main-main. Rujukannya hadist yang berbunyi, “Barangsiapa (yang menggauli istrinya) sehingga mewajibkan mandi pada hari Jum’at kemudian diapun mandi, lalu bangun pagi dan berangkat (ke masjid) pagi-pagi, dia berjalan dan tidak berkendara, kemudian duduk dekat imam dan mendengarkan khutbah dengan seksama tanpa sendau gurau, niscaya ia mendapat pahala amal dari setiap langkahnya selama setahun, balasan puasa dan shalat malam harinya.” (HR. Tirmidzi, An-Nasa’i, Ibnu Majah dan Ahmad)

Betul jika sunnah Rasul dalam pandangan syariat adalah sikap, tindakan, aktifitas, ucapan dan cara Rasulullah Shallalahu alaihi wa Sallam menjalani hidupnya. Dan Nabi, sebagai seorang suami, pernah melakukan hubungan suami istri di malam Jum’at. Tapi agaknya terlalu gimana gitu kalau di antara banyak sunnah lainnya, justru bersenggamalah yang jadi ikonnya.

Apalagi bagi jomblo-jomblo yang belum mampu menjalankan bagian yang itu. Tapi tak perlu khawatir, masih banyak anjuran dan hal baik yang bisa dijadikan alternatif Sunnah di malam dan hari Jum’at kok Mblo. Ini dia:

  1. Perbanyak Sholawat

Sholawat adalah perintah Allah kepada seluruh makhluknya untuk menghormati Nabi Muhammad. Saking agungnya perintah ini, bahkan dalam riwayat Al-Qur’an Allah sendiri pun “bersholawat” atas Nabi.

Soal kamu termasuk golongan yang memakai Sayiddina ataupun tidak itu tak masalah. Yang penting bersholawat. Jumlahnya? Sak banyak-banyaknya. Sak mampu-mampumu.

  1. Baca Al-Qur’an

Yang ini emang baik dilakukan kapan dan dimana saja sebenarnya. Eh tapi ngga ding. Kalo lagi di WC, atau tidak suci, ya jangan.

Pada malam Jum’at atau hari Jum’at membaca surat-surat tertentu adalah dianjurkan. Sabda Nabi, Barangsiapa membaca surat Al-Kahfi pada hari Jumat akan diberikan cahaya baginya diantara dua Jumat. (HR. Al Hakim).

Atau bagi yang mengenal tradisi Yasinan, ya kerjakanlah secara sungguh-sungguh. Percayalah, jangankan baca Yasin yang memang dari ayat-ayat Al-Quran, baca aturan pakai sebelum minum obat juga bisa dapat pahala jika niatnya baik.

Tentu saja lebih baik lagi jika membacanya sambil dikaji dan dikerjakan ayat-ayatnya. Al-Quran, sebagai petunjuk, itu serupa Google Maps. Fungsinya tidak untuk dibaca dan dimulia-muliakan semata. Tapi lebih pada dipahami petunjuknya dan mengarahlah ke petunjuk itu.

  1. Perbanyaklah do’a

Rasulullah bersabda, Hari Jumat itu dua belas jam. Tidak ada seorang muslim pun yang memohon sesuatu kepada Allah SWT dalam waktu tersebut melainkan akan dikabulkan oleh Allah. Maka peganglah erat-erat (ingatlah bahwa) akhir dari waktu tersebut jatuh setelah ashar. (HR. Abu Dawud).

Maka ketahuilah kamu yang masih Jomblo, pembunuhan pada puluhan setan bisa disubstitusi dengan memperbanyak doa. Doa apa saja, yang baik-baik. Sarannya, doa mohon jodoh diperbanyak porsinya. Agar Jum’at depan sudah ada pendampingnya. Amin.

  1. Tampilah Jum’atan Secool Mungkin

Pergilah Jum’atan dengan tampilan se oke mungkin. Potonglah rambut, kuku, dan bebuluan jika perlu. Kenakanlah pakaian terbaik (yang bersih). Semprotkanlah wewangian.

Ingat, hari Jum’at adalah hari raya yang jatuh mingguan. Maka rayakanlah.

Leave a Comment

Datasiana Reportasiana Swarasiana Translasiana
kulon progo
Pembangunisme dan Mereka yang Terusir dari Tanahnya Sendiri
para pemain dan kru film mata jiwa
Melihat Lebih Jernih Kehidupan Kelas Dua Kota Jakarta dengan Mata Jiwa
karangan bunga fadli zon
Meniru Hidup Hemat dan Sederhana dari Fadli Zon
Usia 24 Bagi Seorang Perempuan
Yang Menyebalkan di Usia 24 Bagi Seorang Perempuan
Larangan Bersedih Bagi Jomblo di Republik Ngapak
Doa Pilihan untuk Jomblo
Lima Do’a Pilihan untuk Jomblo di Malam Takbiran
4 Gaya dalam Mencintai
4 gaya dalam mencintai yang Dilakukan Orang Modern ini
Lambang_PKI
Kebangkitan PKI, Diskusi, dan Musuh-musuh Imajiner Kita
Kesadaran magis
Dari Paradigma Reformasi ke Transformasi: Peta Kesadaran Freire
Renungan Calon Sarjana
Dari Bung Kris, untuk Calon Sarjana
sufi dan surga
Pesan dari Para Sufi tentang Amal Ibadah dan Surga
Malam Jum'at Sunnah Rasul
Malam Jum’at dan Sunnah Rasul bagi Jomblo
hijrah
Spirit Hijrah yang (bisa) Salah Arah
wanita zaman jahiliyah
Fakta Lain Seputar Derajat Wanita pada Zaman Jahiliyah dan Adab pada Keluarga Rasulallah
para pemain dan kru film mata jiwa
Melihat Lebih Jernih Kehidupan Kelas Dua Kota Jakarta dengan Mata Jiwa
kegiatan temu pendidik
Inspirasi itu Mengalir dari Wadas Kelir
guru merdeka belajar
“ Mudik”, Merangkai Niat Baik dengan Semangat Kolaboratif
Pustaka Warga
Komunitas Literasi, Minat Baca, dan Kenapa Pustaka Warga