Menggunakan Media Sosial untuk Meningkatkan Pelayanan Koperasi

Senin lalu, dalam kesempatan yang diberikan oleh Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia, saya menghadiri workshop “Pentingnya Sosial Media untuk UMKM Meningkatkan Penjualan”. Pada kesempatan itu pula Kementerian Koperasi dan UKM juga meluncurkan program barunya yaitu #pasar senen beserta websitenya.

Hadir pada acara tersebut sekretaris mentri koperasi dan UKM. Dikutip dari sambutannya, beliau menyampaikan di era teknologi dan globalisasi ini para pegiat koperasi dan UKM kita harus bisa memanfaatkan teknologi dan juga mengelolanya dengan baik.

Selain itu dalam menghadapi era ini, hak cipta pada barang, Merk, Brand, design juga menjadi hal yang tak boleh luput untuk diperhatikan karena saat ini sangat mudah sekali mencuri ide dan gagasan yang kita miliki. Untuk itu beliau menyampaikan bahwa kementerian juga sudah menyiapkan fasilitas terkait pengurusan hal tersebut bekerjasama dengan berbagai pihak terkait. Tinggal bagaimana masyarakat menindaklanjutinya.

Mari kita bahas posisi media sosial hari ini, terutama dalam kait kelindannya dengan koperasi. Kita tahu media sosial yang di jadikan sebagai Brand Promotion, Riset Pasar, Tes Pasar, Edukasi customer. Sehingga koperasi sebagai entitas sosial tak boleh meluputkannya.

Saat ini dunia maya telah merenggut sebagian besar dari dunia nyata kita. Banyak sekali aktivitas yang sudah berganti dunia, apalagi di sektor bisnis.

Generasi kecanduan smartphone

Smartphone adalah kita yang lain

Dari data di atas, mari kita bahas lebih dalam tentang media sosial terlebih dahulu.

Perlu kita ketahui bahwa media sosial kini sangat beragam penggunaanya. Mulai dari media nyepik gebetan hingga media untuk jualan. Sebagai alat untuk meningkatkan penjualan, seringkali ia tidak sesuai harapan sang pemilik akun. Pertanyaanya mengapa bisa?

Hal ini bisa dikarenakan beberapa kesalahan yang dilakukan sang pemilik akun terutama kalangan pemula. Dalam konteks bisnis biasanya adalah mereka para pelaku usaha kecil dan mikro, yang biasanya hanya ikut-ikutan memiliki akun sosial media tanpa dapat mengelolanya dengan baik.

Berikut hal yang perlu diperhatikan dalam menggunakan sosial media sebagai alat bantu kita demi peningkatan penjualan barang atau jasa dari bisnis kita:

Apa yang Anda mau ketika menggunakan sosial media?

Kebanyakan pandangan dari pelaku UKM maupun Koperasi adalah keliru seperti ini misalnya: “yang penting ada dan punya media sosial”. Maka ini harus diluruskan. Mindset yang seharusnya adalah media sosial ada dan dibuat untuk meningkatkan jangkauan dari UKM atau Koperasi yang kita punya. Untuk membangun brand image yang baik.

Akun sosial yang kita punya hanya untuk Memposting saja

Ini keliru juga, karena seharusnya medsos yang kita punya digunakan sebagai media untuk berinteraksi dengan follower yang kita miliki dengan baik. Pula untuk menjaga kepuasan pelanggan yang membeli atau menggunakan jasa kita. Jangan pasif apalagi besikap dingin.

Postingan akun sosial media kita hanya untuk memposting foto barang atau jasa saja

Publikasi semacam itu penting, namun ada yang lebih penting lagi. Yaitu memberikan edukasi terhadap konsumen terkait barang dan jasa yang kita miliki. Berikan juga solusi dari masalah yang dihadapi oleh konsumen kita. Jawab pertanyaan seputar barang atau jasa yang kita miliki ketika kita memposting barang atau jasa dari usaha yang kita miliki.

Media sosial hanya sebagai kontak UKM atau Koperasi kita saja

Ini biasanya menjadi kekeliruan paling disengaja. Ketika kita membuat media sosial terutama dengan nama dan brand UKM atau Koperasi miliki kita supaya selalu diingat konsumen, tapi tidak optimal digunakan. Sekedar jadi pemanis profiling saja, alih-alih untuk menjaga loyalitas pengguna jasa kita.

Lalu ketika kita sudah paham akan apa yang akan kita mau saat membuat media sosial, apa yang Anda harus lakukan?

Generasi milenial esensiana

Jadilah lebih smart ketimbang smartphone kita

Yang pertama, yang kita lakukan adalah ketahuilah siapa pembaca akun sosial media kita. Ketika kita sudah mengetahuinya maka postinglah sesuai dengan selera mereka, sesuai umur mereka, dan juga dengan apa yang sedang mereka gandrungi.

Yang kedua, bangun brand perspective. Ini perlu kita lakukan agar orang-orang akan selalu mengingat tentang usaha yang kita miliki.

Yang ketiga, buat Right Content; konten yang tepat. Agar para follower yang kita miliki merasa bahwa akun yang kita miliki adalah pilihan yang tepat untuk mereka ikuti (follow)

Yang ke empat, kelola ekspektasi para follower kita dengan konsistensi. Postinglah dengan teratur agar follower kita tetap mengikuti akun sosial kita dan selalu menunggu postingan kita dengan setia (loyalty).

Berikutnya, kita musti menghindari kekeliruan yang sering dilakukan oleh pelaku UKM dan Koperasi yakni ketika menggunakan akun sosial media semua digeneralisir antara menggunakan Instagram, Facebook, dan Twitter.

Padahal ketiga akun tersebut memiliki alogaritma yang berbeda dan juga kebiasaan para penggunanya pun berbeda.

Contoh twitter itu cara kerjanya seperti running teks di televisi (butuh banyak posting dengan waktu berkala agar efektif ketika menggunakannya). Sementara Instagram ketika kita gunakan seperti twitter maka akan menjadi spam yang membuat follower kita jenuh dengan postingan yang sama pada hari yang sama pula. Atau ketika kita menggunakan fans page facebook, para follower tidak suka melihat postingan berulang-ulang dihari yang sama. Bahkan terkadang sampai behari-hari posting konten yang sama. Ini perlu dihindari, cukup sekali saja kalau di facebook namun diimbangi dengan postingan lainnya yang mengedukasi.

Dari pembahasan yang baru saja kita lakukan di atas semoga koperasi dan UKM yang sedang kita jalankan kian melek teknologi. Sehingga mampu menjadikan media sosial sebagai alat untuk menambah kebermanfaatan yang dapat kita berikan terhadap anggota koperasi kita atau orang-orang yang menggunakan jasa dan membeli produk-produk kita.

Penulis: Agung Setiawan, HC [Ketua Badan Pengawas Koperasi Mahasiswa Universitas Negeri Jakarta 2017]

Leave a Comment

Datasiana Reportasiana Swarasiana Translasiana
karangan bunga fadli zon
Meniru Hidup Hemat dan Sederhana dari Fadli Zon
jalan dan pahlawan
Mengenang Pahlawan dengan Nama Jalan
Jangan Bersedih
Jangan Bersedih, Ketawain Aja Keleus !
Usia 24 Bagi Seorang Perempuan
Yang Menyebalkan di Usia 24 Bagi Seorang Perempuan
Larangan Bersedih Bagi Jomblo di Republik Ngapak
Doa Pilihan untuk Jomblo
Lima Do’a Pilihan untuk Jomblo di Malam Takbiran
4 Gaya dalam Mencintai
4 gaya dalam mencintai yang Dilakukan Orang Modern ini
Lambang_PKI
Kebangkitan PKI, Diskusi, dan Musuh-musuh Imajiner Kita
Kesadaran magis
Dari Paradigma Reformasi ke Transformasi: Peta Kesadaran Freire
Renungan Calon Sarjana
Dari Bung Kris, untuk Calon Sarjana
sufi dan surga
Pesan dari Para Sufi tentang Amal Ibadah dan Surga
Malam Jum'at Sunnah Rasul
Malam Jum’at dan Sunnah Rasul bagi Jomblo
hijrah
Spirit Hijrah yang (bisa) Salah Arah
wanita zaman jahiliyah
Fakta Lain Seputar Derajat Wanita pada Zaman Jahiliyah dan Adab pada Keluarga Rasulallah
kegiatan temu pendidik
Inspirasi itu Mengalir dari Wadas Kelir
guru merdeka belajar
“ Mudik”, Merangkai Niat Baik dengan Semangat Kolaboratif
Pustaka Warga
Komunitas Literasi, Minat Baca, dan Kenapa Pustaka Warga