Menertawai Laporan Setnov pada Penyebar Meme Boleh?

Laporan Setnov pada Penyebar Meme

Meme yang sedianya diunggah untuk berbagi tawa justru meninggalkan ancaman seserius penjara. Namun dasarnya meme adalah lelucon, maka melaporkan kepada polisi tentang sebuah meme hanya akan menimbulkan lelucon baru.

Tertawa, tentu menjadi milik semua orang di dunia. Siapa saja manusianya, baik yang waras maupun yang gila, dia boleh tertawa. Namun di Indonesia, pandangan seperti itu agaknya tidak benar-benar berlaku. Dan oleh karenanya, bagi Anda yang berpikir demikian, musti lekas-lekas meralat anggapan sebelum Anda duduk di kursi pesakitan menggantikan orang yang oleh Trump disebut manusia paling kuat di Indonesia. Tertawa di Indonesia bisa berujung penjara!

Hal tersebut yang dialami oleh beberapa akun media sosial yang dilaporkan gara-gara tertawa dengan polah Setnov dan lalu membagikan tawa itu di medsos mereka. Tak main-main, satu orang telah ditetapkan jadi tersangka, sementara yang lain masih menjadi perburuan Bareskrim.

Sialnya kalau sudah ngomong penjara, juga penegakan hukum di Indonesia, sulit untuk tidak mengingat ironi-ironi yang menyertainya. Hukum kita memang tegak setegak-tegaknya pada yang lemah, lumpen, dan papah. Namun impoten seimpoten-impotennya pada yang kaya apalagi jika ia juga berkuasa. Sampai di sini ada yang mau protes?

Kasus perburuan polisi yang begitu gercep pada penyebar meme Setnov yang ikonik itu menjadi jawaban paling cetaarnya. Padahal kepada Setnov, polisi terkesan begitu “manusiawi” dan penuh toleransi. Atau lebih tepatnya Setnov tampak begitu tangguh dan berwibawa di hadapan para penegak hukum.

Setelah berkali-kali dipanggil polisi, dan tentu saja lolos, kali ini Setnov justru kian menunjukkan tuahnya dengan mencoba memenjarakan pembuat dan penyebar meme dirinya saat tergolek lemas di rumah sakit. Tak cukup terlihat lemas, di tubuhnya juga terpasang berbagai alat medis yang menunjukkan dirinya sakit parah. Nuansa gawat darurat makin terasa dengan tampilan monitor detak jantung yang datar belaka.

Namun sakit yang dideritanya itu terkesan mengada-ada karena datang amat mendadak sebelum dipanggil polisi dan langsung sembuh saat menang pra peradilan. Kondisi demikian  lalu dijadikan bahan lelucon beberapa warganet yang gemas. Foto Setnov dibuat meme, berikut tagar #ThePowerOfSetnov yang tak butuh waktu lama membanjiri jagat medsos. Tapi apa lacur, meme satir nan jenaka itu justru dianggap sebagai sebuah pencemaran nama baik, hingga lewat kuasa hukumnya, pelaku pembuat dan penyebar meme Setnov dilaporkan ke polisi.

Usai pelaporannya, tak perlu waktu lama bagi polisi untuk menangkap dan menetapkan status tersangka pada pelakunya tanpa diberi waktu untuk sakit barang sebentar pun. Atau paling tidak medical check up lah untuk memastikan yang bersangkutan tidak sedang sakit.

Setidaknya ada 69 akun media sosial yang akan dicokok tuannya lantaran ikut nimbrung membagi kelucuan meme Setnov. Jumlah tersebut masih sangat mungkin bertambah mengingat perburuan belum berakhir.

Meme yang sedianya diunggah untuk berbagi tawa justru meninggalkan ancaman seserius penjara. Namun dasarnya meme adalah lelucon, maka melaporkan kepada polisi tentang sebuah meme hanya akan menimbulkan lelucon baru. Yakni soal wakil rakyat yang justru memusuhi rakyatnya.

Namun dalam pada itu, kasus Setnov tak boleh lepas dari isu utamanya: korupsi E-KTP. Pelaporan pembuat meme biarlah menjadi salah satu sejarah kelucuan dari sekian banyak kelucuan negara kita. Dan benar kiranya apa yang disampaikan Warkop DKI pada film-filmnya; “Tertawalah sebelum tertawa itu dilarang”.

About The Author

Reply

Datasiana Reportasiana Swarasiana Translasiana
Menilik Perjalanan Secangkir Kopi
Sekuler, Akar Istilah dan Perdebatan-perdebatan yang Menyertainya
Memo untuk Washington
Syarat Menikah itu Ada Pasangan, Mblo!
Cara Mudah Move On dari Mantan yang Sudah Kadung Dicintai ala Sigmund Freud
Yang Menyebalkan di Usia 24 Bagi Seorang Perempuan
Larangan Bersedih Bagi Jomblo di Republik Ngapak
Kebangkitan PKI, Diskusi, dan Musuh-musuh Imajiner Kita
Dari Paradigma Reformasi ke Transformasi: Peta Kesadaran Freire
Dari Bung Kris, untuk Calon Sarjana
Pesan dari Para Sufi tentang Amal Ibadah dan Surga
Malam Jum’at dan Sunnah Rasul bagi Jomblo
Spirit Hijrah yang (bisa) Salah Arah
Fakta Lain Seputar Derajat Wanita pada Zaman Jahiliyah dan Adab pada Keluarga Rasulallah
Memo untuk Washington
Melihat Lebih Jernih Kehidupan Kelas Dua Kota Jakarta dengan Mata Jiwa
Inspirasi itu Mengalir dari Wadas Kelir
“ Mudik”, Merangkai Niat Baik dengan Semangat Kolaboratif