Menggugat Tulisan Aef Tentang Fitnah Jonru

Membaca tulisan berjudul Jonru, Fitnah dan Perda Syariah di esensiana.com kala itu membuat saya tercabik-cabik perasaannya. Saya muslim dan sedang menjalankan ibadah yang hanya boleh diketahui saya dan Allah semata, Puasa. Saya merasa geram membaca tulisan provokatif tak berdasarnya Aef ini. Semoga kegeraman syariah, kegeraman yang semata niat menegakkan syariat, saya ini mendapat ridho dari Allah. Amin. Eh Aamiin.

Lewat tulisan ini, saya, atas nama jama’ah Jonruiyah menyatakan nota keberatan pada tulisan tersebut. Sebelumnya saya mengakui telat membuat gugatan. Tetapi itu bukanlah kemalasan apalagi kebodohan saya. Semata ini karena jam terbang dan kesibukan saya sebagai penjaga kalam Allah.

Berikut saya ulas beberapa hal-hal yang menjadi poin keberatan dengan segamblang-gamblangnya. Seceta-cetanya. Supaya tidak terjadi fitnah susulan.

Baginda Jonru tidaklah membuat apalagi menyebarkan fitnah

Tuduhan bahwa Baginda Jonru, yang dikasihi Allah ini, menyebar fitnah adalah fitnah itu sendiri. Sama sekali tidak benar. Baginda hanya menjalankan laku dakwah mencerdaskan umat. Perlu saudara Aef ketahui, bahwa kondisi umat saat ini sudah berada dalam ambang kejumudan duniawi. Mereka pongah lagi sombong. Dan baginda Jonru hadir membawa petunjuk lagi peringatan yang memang amat dibutuhkan umat.

Yang saudara Aef tuduhkan fitnah itu sebenarnya adalah Huda li Nass bagi manusia Indonesia yang berhati bersih, sekali lagi berhati bersih, bukan untuk manusia berhati kotor seperti saudara. Jokowi telah nyata nyata mencabut perda syariah, jadi itu tidak fitnah tapi nyata. Perlu saudara ketahui, syariah itu ruhnya Islam, jadi dengan mencabut perda syariah maka berarti mencabut Islam dari bumi Indonesia. Dengan segala bukti itu, maka sudah pasti Jokowi bukan Islam, melainkan kumunis, syiah, kafir, antek yahudi. Dan jika Saudara ngeyel membela Jokowi berarti saudara sama saja.

Sesat memahami sekuler

Membaca penjelesan saudara tentang konsep sekulerisme kok saya malah ngelu. Jelas betul bahwa saudara ini pasti tidak pernah mengenyam pendidikan bahasa yang cukup. Apalagi sastra!

Apa yang dijabarkan saudara tentang makna sekuler adalah pemahaman yang sesat dan menyesatkan umat. Pernyataan saudara yang menyatakan sekuler adalah perilaku mengedepankan semangat pluralisme dan persatuan dalam jargon bhineka tunggal ika adalah pemahaman buta. Sesat. Yang benar, sekuler itu ya memisahkan agama dengan dunia. Sehingga hidup kita di dunia jauh dari tuntunan agama. Hasilnya kita menjadi manusia durjana calon bahan bakar neraka kelak.

Lebih-lebih saudara memaksa umat untuk mengkonsumsi pemikiran orang barat kafir sesat itu. Cuihh, rak sudi. Jelas jelas bahwa teori barat itu teori kafir masih saja saudara percaya. Perlu saudara catat, saudara harus hati-hati menyitir, apalagi percaya akan pendapat orang kafir. Karena barangsiapa percaya pada orang kafir maka kafirlah ia. Jadi sebagai catatan tambahan, Saudara jangan coba mengkafirkan banyak umat ya!

Baginda Jonru amat paham konsep negara

Konsep negara, sebagaimana konsep poligami  , jelas amat dihapal Baginda. Negara adalah milik Allah, sehingga harus dikelola dengan cara Allah. Ya apalagi kalo bukan khilafah. Jika tidak tentulah kita tahu murka Allah itu amat pedih. Naudzubillah…

Lewat gugatan ini pula saya sekalian mengajak saudara untuk kembali ke jalan yang benar. Mumpung ini bulan baik. Bulan penuh ampunan. Bertobatlah saudara sebelum murka FPIAllah menghampiri!

Leave a Comment

Datasiana Reportasiana Swarasiana Translasiana
kulon progo
Pembangunisme dan Mereka yang Terusir dari Tanahnya Sendiri
para pemain dan kru film mata jiwa
Melihat Lebih Jernih Kehidupan Kelas Dua Kota Jakarta dengan Mata Jiwa
karangan bunga fadli zon
Meniru Hidup Hemat dan Sederhana dari Fadli Zon
Usia 24 Bagi Seorang Perempuan
Yang Menyebalkan di Usia 24 Bagi Seorang Perempuan
Larangan Bersedih Bagi Jomblo di Republik Ngapak
Doa Pilihan untuk Jomblo
Lima Do’a Pilihan untuk Jomblo di Malam Takbiran
4 Gaya dalam Mencintai
4 gaya dalam mencintai yang Dilakukan Orang Modern ini
Lambang_PKI
Kebangkitan PKI, Diskusi, dan Musuh-musuh Imajiner Kita
Kesadaran magis
Dari Paradigma Reformasi ke Transformasi: Peta Kesadaran Freire
Renungan Calon Sarjana
Dari Bung Kris, untuk Calon Sarjana
sufi dan surga
Pesan dari Para Sufi tentang Amal Ibadah dan Surga
Malam Jum'at Sunnah Rasul
Malam Jum’at dan Sunnah Rasul bagi Jomblo
hijrah
Spirit Hijrah yang (bisa) Salah Arah
wanita zaman jahiliyah
Fakta Lain Seputar Derajat Wanita pada Zaman Jahiliyah dan Adab pada Keluarga Rasulallah
para pemain dan kru film mata jiwa
Melihat Lebih Jernih Kehidupan Kelas Dua Kota Jakarta dengan Mata Jiwa
kegiatan temu pendidik
Inspirasi itu Mengalir dari Wadas Kelir
guru merdeka belajar
“ Mudik”, Merangkai Niat Baik dengan Semangat Kolaboratif
Pustaka Warga
Komunitas Literasi, Minat Baca, dan Kenapa Pustaka Warga