Meniru Hidup Hemat dan Sederhana dari Fadli Zon

karangan bunga fadli zon

Sederhana itu elegan. ya ra cuk?

Ada salah satu stereotype yang melekat terhadap orang keturunan Minang yakni : kenceng/ketat terhadap urusan duit. Maka mereka disebut para keturunan genit (baca:generasi irit). Jika stereotype itu salah, harap menjadi maklum, namanya juga stereotype, belum tentu terbukti kebenarannya. Fadli merupakan keturunan Minang yang sejak lama tinggal di Jawa.

Ia merupakan salah satu tangan kanan Prabowo Subianto, dan Prabowo jelas tidak mepersembahkan hidupnya untuk mengejar uang, ia tidak seperti saudara mudanya yang memilih menjadi pengusaha. Prabowo lebih memilih menjadi moncer di korps baret merah untuk menjaga keutuhan dan kedaulatan negara kesatuan. Maka dari itu, Prabowo cocok untuk menjadi menantu Pak Harto. Sebagaimana diketahui prinsip hidup Pak Harto, ia sosok teladan idaman. Selama masa kekuasaannya ia memilih untuk sugih tanpo bondo, dan nerimo ing pandum.

Konsistensinya dapat dilihat dari makanan favoritnya, tengkleng, sebuah olahan sop tanpa daging, cukup tulang-belulang sapi, tanpa daging, hanya sisa-sisa irisan yang menempel, betapa mulia sang Patron. Salim Grup sebagai salah satu unit usaha yang diizinkan berdikari oleh Bapak Pembangunan,  meluncurkan rasa baru dalam varian rasa Indomie, rasa tengkleng, supaya selera Pak Harto dapat ditiru oleh generasi milenial sesudah ia tiada, bukankah cerminan yang egaliter? Seandainya semua warga negara mengikuti selera Pak Harto tentu tidak perlu adanya impor daging sapi dari luar negeri, dan tentu dapat mencegah praktik korupsi dalam sektor ini.

Tidak menutup kemungkinan Fadli memilih untuk hemat meski ia seorang wakil pimpinan dari wakilnya rakyat, setelah ia mendapat ilham dari kedua tokoh yang disebut tadi. Ada banyak hal yang dapat ditiru soal hidup hemat yang bisa dicontoh dari sosok yang jago menulis puisi ini.

Terbaru soal sakitnya Pak Setnov, saya tidak tahu pastinya ia memakai uang siapa untuk berobat dan operasi penyakitnya yang konon sudah kronis. Fadli jarang sekali sakit seperti pimpinannya itu, dan ini yang patut ditiru, sebagai anggota dewan tentu mendapat jaminan dan fasilitas kesehatan penuh pabila jatuh sakit. Dan Fadli jarang memakainya, ia tidak menjadi beban negara. Bukankah laik ditiru lagi dicontoh.

Melihat portofolio Fadli pun banyak hal yang patut disitat, ia mengambil sastra Rusia untuk sarjananya, ia memilih untuk jenjang magister yang berkaitan dengan ekonomi, dan ilmu politik di London, lalu ia memilih mengambil Ilmu Sejarah untuk jenjang doktoralnya. Pak Anies yang kemarin ngomong soal “pribumi” mengambil studi doktoralnya di luar negeri, Fadli tidak perlu gembar-gembor, keberpihakkannya sudah terlihat dari pilihannya.

Sebagai seorang pembicara public, Fadli pun sangat sederhana dan hemat, ia pelajar sastra Rusia yang kaffah, publik tahu bahwa Tolstoy dan Dostoyevsky penulis prosa satir yang pedas rasanya seperti makaroni Tasik, mereka mengkritik soal nasib para petani, buruh, budak, dan amoralnya Tsar Rusia. Tentu tidak mengherankan jika selera bicara Fadli pedas, dan selera berbicara pedas sangat sederhana, coba bandingkan dengan pembicara publik yang lain, yang memilih genre sapi panggang, cokelat Belgia, atau keju mediterania.

Ia juga sangat hemat dalam menyampaikan pendapat dan kritik, tidak usah panjang-panjang menuliskannya di kolom harian arus utama seperti Romo Magniz. Cukup dalam kolom beberapa ratus kata saja. Meski ia sebenarnya sangat mumpuni untuk menulis panjang, namun ia tidak ingin takabur.

Sebagai seorang magister yang mengambil konsentrasi yang bersinggungan dengan studi ekonomi, ia juga menyajikan analisis jitu. Sewaktu mobil dinas Pak Jokowi mogok, ia berujar bahwa lebih baik Pak Jokowi memakai mobil yang ia promosikan sewaktu menjadi walikota, Esemka. Sebuah saran dan ide terobosan yang cemerlang, jika presiden memakai mobil brand lokal tentu dapat menghemat anggaran dan menguji kemampuan siswa sekolah menengah, dan ini tidak perlu mendatangkan teknisi ahli aseng. Sebuah gagasan yang pantas dikutip ketika pasar bebas sudah diberlakukan.

Ia juga sosok teladan yang suka nguri-uri kebudayaan, Fadli suka menulis puisi, Pak Beye presiden yang suka bermain gitar, ia bahkan menelurkan beberapa album, ia juga menggandeng alumni Pesantren Malioboro dari Wanadadi, Ebiet G. Ade. Ia terkadang membacakan puisinya dalam acara reality show, dan talk show. Puisi lebih singkat secara durasi, dan tentu jelas ini hemat dan sederhana.

Ia juga mengajari anaknya untuk berhemat dan hidup sederhana, putri sulung Fadli yang kuliah di London, sembari kuliah kerja part time di maskapai penerbangan milik pengusaha Malaysia. Sabila Fadli pun dahulu mencontohkan hal yang baik ditiru, sewaktu ia mengikuti acara camp di Amerika ia tidak meminta saham, eh maksudnya uang saku ke negara, ia hanya minta ditemani dan diantar pihak konjen.

Contoh lain sifat sederhana dan hemat dari Fadli Zon adalah momen Pak Jokowi mantu, coba perhatikan papan bunga kiriman Fadli, bunganya dikit aja, gak usah terlalu banyak, sila dibandingkan dengan karangan bunga papan dari orang lain, padahal ia Wakil Ketua DPR yang terhormat. Sifat hemat dan sederhana Fadli patut ditiru dan diterapkan oleh segenap rakyat***.

Leave a Comment

Datasiana Reportasiana Swarasiana Translasiana
kulon progo
Pembangunisme dan Mereka yang Terusir dari Tanahnya Sendiri
para pemain dan kru film mata jiwa
Melihat Lebih Jernih Kehidupan Kelas Dua Kota Jakarta dengan Mata Jiwa
karangan bunga fadli zon
Meniru Hidup Hemat dan Sederhana dari Fadli Zon
Usia 24 Bagi Seorang Perempuan
Yang Menyebalkan di Usia 24 Bagi Seorang Perempuan
Larangan Bersedih Bagi Jomblo di Republik Ngapak
Doa Pilihan untuk Jomblo
Lima Do’a Pilihan untuk Jomblo di Malam Takbiran
4 Gaya dalam Mencintai
4 gaya dalam mencintai yang Dilakukan Orang Modern ini
Lambang_PKI
Kebangkitan PKI, Diskusi, dan Musuh-musuh Imajiner Kita
Kesadaran magis
Dari Paradigma Reformasi ke Transformasi: Peta Kesadaran Freire
Renungan Calon Sarjana
Dari Bung Kris, untuk Calon Sarjana
sufi dan surga
Pesan dari Para Sufi tentang Amal Ibadah dan Surga
Malam Jum'at Sunnah Rasul
Malam Jum’at dan Sunnah Rasul bagi Jomblo
hijrah
Spirit Hijrah yang (bisa) Salah Arah
wanita zaman jahiliyah
Fakta Lain Seputar Derajat Wanita pada Zaman Jahiliyah dan Adab pada Keluarga Rasulallah
para pemain dan kru film mata jiwa
Melihat Lebih Jernih Kehidupan Kelas Dua Kota Jakarta dengan Mata Jiwa
kegiatan temu pendidik
Inspirasi itu Mengalir dari Wadas Kelir
guru merdeka belajar
“ Mudik”, Merangkai Niat Baik dengan Semangat Kolaboratif
Pustaka Warga
Komunitas Literasi, Minat Baca, dan Kenapa Pustaka Warga