Menyoal Asal Usul Manusia

Sudah sejak dulu, kaum beriman selalu berselisih paham dengan ilmuan. Galileo Galilei misalnya. Dipaksa mati karena pikirannya bertentangan dengan dogma gereja, begitu juga dengan Giurdano Bruno yang dibakar hidup–hidup. Copernicus, pelopor heliosentris pernah bikin gempar Eropa dengan pemikiranya, meski dia tidak bernasib senaas dua ilmuan lainnya.

Ilmu pengetahuan, yang berbasis rasio dalam banyak kasus sulit berkompromi dengan iman. Rasio itu semacam tetangga yang berisik bagi iman, persis seperti berisiknya Manchester City bagi Manchester United  di Liga Inggris. Dua hal yang berbeda ini memang sulit akurnya.

Hingga hari ini perdebatan antara rasio dan iman masih menjadi suatu yang seru dan diminati. Coba lihat, masih banyak umat yang berkerumun di sekitar ustadz yang licin membantah teori evolusi Darwin. Apalagi kalau sudah menyangkut soal teori asal usul manusia : Nabi Adam atau monyet, wih itu debatnya pasti lebih seru dari Arsenal versus Chelsea kemaren malem.

Bantah–bantahan antara mana yang benar soal asal- usul manusia biasanya terjadi di kalangan agama samawi, terutama Islam dan Kristen. Dalam dogma agama Islam misalnya, menyatakan manusia pertama adalah Adam, asal usul manusia dari Nabi Adam yang notabene manusia juga, bukan monyet. Jadi Charles Darwin, pelopor teori evolusi, tidak lebih dari lelaki ngawur yang mengada–ngada. Manusia pertama itu Adam, titik.

Lalu mana  yang benar, Kitab suci atau Darwin?

Bagi saya dua – duanya benar! Kitab suci benar, karena dari sudut pandang iman. Darwin benar, dari sudut pandang ilmu pengetahuan. Berdebat mana yang benar antara dua hal ini persis seperti kopites dan Manchunian yang berdebat siapa  juara liga Inggris musim ini, MU atau Liverpool. Ya, boleh sih debat, tapi itukan cuma buang–buang waktu soalnya keduanya gak bakal juara sih.

Medioker kok mikir juara liga, fokus dapat jatah di liga eropa aja vroh..

Kembali ke topik. Soalnya begini sodara–sodara, asal mula penciptaan manusia menurut kitab suci itu basisnya adalah iman. Disisi lain, Darwin bicara pada level ilmu pengetahuan. Iman dan pengetahuan itu punya dasar logika yang berbeda.

Jadi, kitab suci dan teori evolusi Darwin itu ya sama-sama benar. Benar menurut dasarnya.

Kenapa begitu, karena benar atau salah itu memang tergantung dasarnya. Pertama, basis agama adalah iman, percaya.Ya, agama itu adalah soal kepercayaan, dia soal iman. Ajaran agama itu tidak harus  rasional, irasional juga boleh. Jadi kalau Al  Qur’an bilang Adam adalah manusia pertama maka sebagai manusia beriman, kamu harus percaya. Berani menolak, berarti ingkar! Oke, Klir.

Lalu apa sih iman itu? Ah, sederhana saja. Kalau saya bilang dibawah halaman rumahmu itu ada timbunan emas, kemudian kamu langsung percaya, nah itulah yang namanya iman. Tapi kalau kamu malah ragu, kemudian sampai menggali halaman itu namanya kamu tidak beriman.

Kemudian kenapa sih agama itu basisnya  iman?, ya karena agama banyak bicara sesuatu yang diluar pengalaman manusia. Misal, tentang kehidupan alam kubur, kiamat, surga dan neraka. Itu semua kan di luar pengalaman. Emang di sini apa ada yang  pernah mati kemudian hidup lagi, terus cerita tentang surga dan neraka, ada? nehi, lah.

Makanya agama itu soal iman, soal percaya. Kalau ente masih aja rewel nanya gimana sih surga itu, bener gak sih ntar bakal dapat bidadari, bener gak sih di surga ada sungai yang mengalir, halah kalau kamu kayak gitu terus ya gak bisa beriman dong. Jadi kalau kitab suci menjelaskan konsep setelah mati begini, konsep surga begitu, konsep neraka seperti ini maka sebagai hamba yang beriman tugas ente adalah percaya.

Nah, kembali ke soal penciptaan manusia, apakah benar nabi Adam adalah manusia pertama. Tentu saja jawabannya benar, wong di Qur’an di tulisnya kayagitu. Loh, berarti beriman itu mengenyampingkan akal dong, lha ya gitu juga kali. Beriman juga harus berpikir, boleh rasional tapi tetap basisnya, dasarnya adalah iman.

Mudeng tho?

Lalu bagaimana  dengan teori evolusi Darwin soal penciptaa manusia. Bener gak sih kalau manusia itu dari monyet? Oh tentu saja, manusia memang dari monyet.

Begini, teori Darwin adalah ilmu pengetahuan. Yang namanya ilmu, atau segala sesuatu yang dibilang ilmu, pasti telah melalui proses uji empiris–rasional yang ketat dan sudah teruji kebenarannya. Begitu juga teori evolusi manusia dari kera itu itu ada bukti ilmiahnya.

Manusia itu kata Darwin, adalah hasil evolusi yang panjang dari primata semacam kera yang lambat laun nanti menjadi manusia modern seperti sekarang. Untuk bukti ilmiahnya, kamu googling sendirilah. Jadi jangan galak–galak sama binatang, apalagi sama monyet mbokan dia itu leluhurmu.

Jadi kalau menurut teori evolusi, manusia itu asalnya dari monyet. Kamu yang ganteng atau yang jelek dulu asalnya juga sama, yaitu sama–sama  monyet. Kalau gak percaya, coba deh pergi ke kebun binatang dan cari monyet yang paaaaling ganteng, terus perhatiin kalau mirip segera sungkem, mbok siapa tau itu reinkarnasi leluhurmu.

Loh jadi ada dua kebeneran dong tentang penciptaan manusia? Gimana toh, bikin bingung aja.

Wait,begini loh nyet, eh bro.

Adam sebagai manusia pertama itu benar dari sudut pandang iman. Kebenaran dalam agama, adalah ada pada yang levelnya harus di imani. Mengakui benar saja, tapi tidak mengimani di dalam agama itu belum mencukupi.

Nah, teori evolusi juga benar, benar secara ilmiah. Darwin bisa mengajukan bukti – bukti yang memenuhi syarat ilmiah yang ketat dalam ilmu pengetahuan. Tentang apa bukti – bukti ilmiah yang di ajukan Darwin mungkin kamu bisa tanya sama mbah google.

Tapi yang paling penting Ilmu pengetahuan ini gak penting benar atau salahnya, apalagi kamu bukan ilmuan. Selama itu ilmu ada mamfaatnya buat kamu pakai saja kalau enggak ada lupakan. Kalau teori Darwin soal penciptaan manusia itu ada manfaatnya ya pelajari, kalau enggak ya lupakan.

Jadi Ilmu pengetahuan itu, meski terbukti benar dia tidak harus diimani. Cukup digunakan kalau perlu saja untuk menyelesaikan masalah kehidupan.Toh ilmu pengetahuan diciptakan untuk itu, bukan untuk merecoki imanmu.

Jadi kamu gak usah ribut, gak usah berdebat, gak usah gaduh mempermasalahkan mana yang benar dan harus dipercayai. Apalagi kalau kamu mahasiswa, yang suka karya tulis ilmiah, suka neliti di lab gak usah gaduh hanya karena teori evolusi Darwin bertentangan dengan imanmu.

Karena kegaduhanmu itu semakin membuktikan kebenaran teori Darwin soal evolusi manusia: Manusia itu asalnya dari monyet.

Soalnya, monyet dari hutan mana sih yang gak suka gaduh?

One Response

  1. 22/11/2016

Leave a Comment

Datasiana Reportasiana Swarasiana Translasiana
Choirul Huda
Mati Bahagia a la Choirul Huda
Pribumi Indonesia
Kenapa Kanda Anies Dilarang Menggunakan Kata Pribumi?
Permasalahan Pangan Indonesia
Yang Perlu Dicatat Setelah Hari Pangan Berlalu dengan Kesunyian
Usia 24 Bagi Seorang Perempuan
Yang Menyebalkan di Usia 24 Bagi Seorang Perempuan
Larangan Bersedih Bagi Jomblo di Republik Ngapak
Doa Pilihan untuk Jomblo
Lima Do’a Pilihan untuk Jomblo di Malam Takbiran
4 Gaya dalam Mencintai
4 gaya dalam mencintai yang Dilakukan Orang Modern ini
Lambang_PKI
Kebangkitan PKI, Diskusi, dan Musuh-musuh Imajiner Kita
Kesadaran magis
Dari Paradigma Reformasi ke Transformasi: Peta Kesadaran Freire
Renungan Calon Sarjana
Dari Bung Kris, untuk Calon Sarjana
sufi dan surga
Pesan dari Para Sufi tentang Amal Ibadah dan Surga
Malam Jum'at Sunnah Rasul
Malam Jum’at dan Sunnah Rasul bagi Jomblo
hijrah
Spirit Hijrah yang (bisa) Salah Arah
wanita zaman jahiliyah
Fakta Lain Seputar Derajat Wanita pada Zaman Jahiliyah dan Adab pada Keluarga Rasulallah