Merayakan Hari Koperasi Bersama FKKMI

Harlah Koperasi bersama FKKMI

Harlah Koperasi bersama FKKMI

12-15 Juli nanti diperkirakan, presiden bersama 40.000 orang dari penjuru pelosok tanah air akan bersesakkan di sepanjang pantai Losari hingga lapangan Karebosi, Makassar. Bukan, meskipun penyuka kodok, Presiden Jokowi tidak hendak mengajak ribuan orang itu untuk balap kodok di pantai Losari. Melainkan mereka akan menggelar perayaan Hari Koperasi Nasional yang memang diperingati saben 12 Juli.

Sudah sejak 70 tahun lalu 12 Juli menjadi hari yang diistimewakan bagi insan koperasi. Sebab pada tanggal itulah koperasi Indonesai meletakkan tonggak pembangunannya dengan mengkonsolidasi diri. Manifestasinya membikin organisasi induk yang memonopolimenaungi gerakan koperasi-koperasi di seluruh Indonesia.

Tepat pada simpul inilah FKKMI, sebagai lembaga yang mewakili koperasi mahasiswa, berdiri memandang DEKOPIN. Manutan.

Pikir saya, langkah FKKMI yang lebih berkonsentrasi untuk merapat ke lingkaran atas ketimbang mengorganisir basis masanya di kampus-kampus adalah langkah yang briliant. Sudah bukan rahasia lagi bahwa salah satu penyebab kemandulan koperasi adalah minusnya dukungan politik teras atas.

Sampai di sini kita harus mengapresiasi langkah Om Nurdin Halid yang mencoba menerobos persoalan itu dengan hendak nyalon gubernur.

Itu adalah langkah yang seharusnya didukung oleh semua elemen koperasi terutama di Sulawesi Selatan, tempat di mana Om Nurdin akan berlaga. Saya membayangkan betapa Om Nurdin akan memenangkan pilkada dengan mudah. Bermodal anggota koperasi di Sulsel yang kini mencapai sekitar 1.183.867 orang, berarti 19% suara sudah di genggaman. Belum juga fans militan Om Nurdin di Sulsel saat memimpin PSSI dulu, induk olahraga yang disukai hampir semua pelafal bahasa Indonesia.

Jelas itu akan sangat meringankan mesin partai Om Nurdin untuk mendulang suara. Sebagai pelengkap strategi bisa digunakan politik pecah belah. Maksudnya pecah kantong-kantong suara lawan dengan memunculkan calon sebanyak-banyaknya. Praktis.

Jika tampuk kekuasaan sudah di tangan, saya pikir Om Nurdin bisa sambil merem untuk membuat langkah yang diusung Firdaus Putra dkk menjadi kecil belaka. Bikinlah Sulawesi Selatan Propinsi Koperasi. Langkah itu berpuluh-puluh kali lebih keren ketimbang Purwokerto Kota Koperasi itu Om. Caranya pun tidak perlu ribet-ribet riset dan macem-macem. Cukup tanda tangani Pergub bereslah urusan.

Kembali pada FKKMI, dengan uraian di atas, sudah jelaslah bagaimana FKMMI, terutama di sekitar Sulsel sana, harus bekerja.

Sebagai kordinator koperasinya anak muda (mahasiswa) FKKMI memang sudah sepatutnya untuk sendiko dawuh sama perintah apapun dari kelompok tua. Sami’na wa atho’na. Karena tidak bersepakat pada orang tua, terlebih sampai memprotesnya, adalah bentuk su’ul adab. Neraka tempatnya.

Adapun persoalan penguatan basis akar rumput sudah pasti bisa berjalan sendiri. Mahasiswa je. Masa harus dituntun-tuntun untuk sekedar berpikir kritis dan berani mengambil sikap untuk sepenuh seluruh mendukung DEKOPIN. Cukuplah dengan berkirim swafoto untuk menunjukkan bahwa mahasiswa masih ada. Banjiri instagram dengan tagar, dan bersiaplah menyambut keadilan ekonomi.

Pada Harlah Koperasi kali ini, FKKMI meneguhkan kualitasnya. Alih-alih larut dalam suka cita tasyakuran dan seminar yang melenakkan itu, FKKMI justru memilih jalan lain: tidak ngapa-ngapain. Eh jangan salah, dalam kajian agama, diam sejenak atawa bertafakur, adalah kekuatan yang mampu melanggengkan pergerakan. Dengan diam, kita bisa mangatur napas sekaligus strategi.

Dengan diam pula FKKMI bisa mengembalikan pergerakan pada khittah organisasinya: Sebagai wadah untuk memperjuangkan cita–cita, nilai–nilai, dan prinsip–prinsip koperasi. Oleh karenanya kehadiran FKKMI dalam mewujudkan keadilan ekonomi menjadi amat penting. Ia mewakili semangat dan kreatifitas anak muda dalam gebyar perjalanan koperasi.

Setelah FKKMI menemukan cukup waktu untuk mengevaluasi diri, tugas kita selanjutnya adalah bersiap-siap terperangah dengan kerja-kerja perjuangannya.
Selamat Harlah Koperasi FKKMI, selamat berkontemplasi. Semoga semakin jaya!

Leave a Comment

Datasiana Reportasiana Swarasiana Translasiana
Choirul Huda
Mati Bahagia a la Choirul Huda
Pribumi Indonesia
Kenapa Kanda Anies Dilarang Menggunakan Kata Pribumi?
Permasalahan Pangan Indonesia
Yang Perlu Dicatat Setelah Hari Pangan Berlalu dengan Kesunyian
Usia 24 Bagi Seorang Perempuan
Yang Menyebalkan di Usia 24 Bagi Seorang Perempuan
Larangan Bersedih Bagi Jomblo di Republik Ngapak
Doa Pilihan untuk Jomblo
Lima Do’a Pilihan untuk Jomblo di Malam Takbiran
4 Gaya dalam Mencintai
4 gaya dalam mencintai yang Dilakukan Orang Modern ini
Lambang_PKI
Kebangkitan PKI, Diskusi, dan Musuh-musuh Imajiner Kita
Kesadaran magis
Dari Paradigma Reformasi ke Transformasi: Peta Kesadaran Freire
Renungan Calon Sarjana
Dari Bung Kris, untuk Calon Sarjana
sufi dan surga
Pesan dari Para Sufi tentang Amal Ibadah dan Surga
Malam Jum'at Sunnah Rasul
Malam Jum’at dan Sunnah Rasul bagi Jomblo
hijrah
Spirit Hijrah yang (bisa) Salah Arah
wanita zaman jahiliyah
Fakta Lain Seputar Derajat Wanita pada Zaman Jahiliyah dan Adab pada Keluarga Rasulallah