Soal Rasio Hutang, Indonesia Bisa Jumawa dengan Jepang

Hutang Indonesia

utang kita banyak. dosa kita juga.

Dunia masih belum sepenuhnya pulih dari Krisis subprima (krisi yang disebabkan pemberian kredit pada orang yang tidak kredibel) 2007/2008 dan resesi yang ditimbulkannya. Salah satu masalah paling sulit dipecahkan dari krisis tersebut adalah hutang. Persentase dan peringkatnya mungkin telah sedikit berubah, tetapi negara-negara dengan utang terbanyak hingga 2017 ini tidak berubah jauh dalam beberapa tahun terakhir.

Sementara itu, banyak negara yang berhutang belum mampu melunasinya sejak kejadian 2007/2008 tersebut. Yang terjadi justru mereka malah meningkatkan jumlah hutangnya. Salah satu hal yang paling mengejutkan tentang hutang ini adalah bahwa beberapa negara yang  dianggap kaya justru memiliki utang paling banyak berdasarkan perbandingan pendapatannya.

Jika kamu bertanya-tanya tentang negara mana yang memiliki hutang paling banyak, pasti akan mengira itu adalah negara berkembang di Afrika atau Amerika Selatan sana. Tapi rupanya tidak demikian. Memang mengejutkan untuk mengetahui bahwa Jepang memegang “kehormatan” yang paling menyebalkan tersebut. Ya, Jepang yang kita tahu memiliki etos kerja begitu tinggi hingga menimbulkan karoshi  tak mampu menghindarkannya dari jeratan hutang dalam jumlah raksasa. Betul, Jepang menjadi negara nomer satu untuk urusan hutang. Setidaknya jika dibandingkan dengan rasio pendapatan domestik brutonya.

Ohya Secara serampangan karoshi dapat diartikan sebagai “kematian akibat bekerja terlalu keras.”

Jepang padahal juga merupakan eksportir global untuk barang-barang berteknologi tinggi. Dengan demikian, kita bisa berpikir bahwa kebajikan, teknologi, dan tingginya prestasi pendidikan tidak mencegah atau mengurangi hutang.

Sebelum melihat seperti apa peringkatnya, ketahuilah bahwa peringkat di bawah mewakili hutang sebagai persentase dari PDB dan bukan jumlah total hutangnya. PDB mencerminkan kekayaan total diproduksi atau yang dihasilkan di negara tersebut selama tahun (dalam kasus ini, 2016).

Lihat apakah daftar negara-negara dengan tingkat hutang tertinggi pemerintah (berdasarkan pada akhir tahun 2015 Statistik) sesuai dengan dugaanmu? Kemungkinan kamu akan terkejut melihat siapa saja yang menguasai peringkat hutang.

 

hutang negara Indonesia

Jika janji adalah hutang, maka hutang para politisi kita masih jauh di atas hutang negara. Apalagi kalo ditambah hutang janji para gebetan yang kini pergi.

Dengan melihat datasiana di atas, tak perlu lagi merasa bahwa negara kitalah yang paling miskin dan paling banyak terjerat hutang. Jangan samakan hutang negara dengan hutangmu. Untuk ukuran sakumu, 3.000 triliun jelas angka yang mustahil dibayangkan. Tapi ini kan yang utang negara. Jadi angka segitu belum bisa disebut membahayakan. Hanya saja ini tidak menjadi alasan agar hutang kita ditambah. Cukup.

Lebih dari itu, hutang negara juga sebaiknya digunakan untuk hal yang produktif. Jangan untuk kepentingan konsumtif demi melanggengkan popularitas. Utang negara buat hal konsumtif itu kayak kamu utang duit temen demi bisa makan di restorant. Nda ngaca.

Soal berapa persen maksimal hutang kita terhadap PDB, UU Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara dan UU APBN 2016 sudah mengaturnya. Batas rasio utang adalah 60 persen terhadap PDB (saat ini 27%), sedangkan defisit APBN tak boleh melebihi 3 persen dari PDB (saat ini 2,4%). Inilah yang menjadi permasalahan negara ini dari dulu, pendapatan pajak kita tak pernah sesuai target. Di saat orang-orang miskin digenjot pajaknya, orang kaya yang sejak dulu ngemplang pajak diberi pengampunan. Setelah itu masih susah bayar pajak pula.

Indonesia termasuk negara dengan rasio pajak (dibandingkan PDB) paling rendah di dunia. Kita Cuma bisa mengumpulkan 10,3% dari PDB. Bandingkan dengan rata-rata negara di dunia yang mencapai 15%. Studi McKinsey mengungkap, terdapat Rp 3.250 triliun harta orang Indonesia diparkir diluar negeri. Tentu untuk menghindari pajak. Bahkan kalau kita merujuk pada data yang dibocorkan panama papers, jumlah harta orang Indonesia yang disembunyikan di luar negeri mencapai 11.400 triliun. Itu duit bebas pajek rek, opo ra uasuk.

*sumber: di sini

About The Author

Reply

Datasiana Reportasiana Swarasiana Translasiana
Dongeng “Anak Setan” dari Gunung
Pembangunisme dan Mereka yang Terusir dari Tanahnya Sendiri
Melihat Lebih Jernih Kehidupan Kelas Dua Kota Jakarta dengan Mata Jiwa
Yang Menyebalkan di Usia 24 Bagi Seorang Perempuan
Larangan Bersedih Bagi Jomblo di Republik Ngapak
Lima Do’a Pilihan untuk Jomblo di Malam Takbiran
4 gaya dalam mencintai yang Dilakukan Orang Modern ini
Kebangkitan PKI, Diskusi, dan Musuh-musuh Imajiner Kita
Dari Paradigma Reformasi ke Transformasi: Peta Kesadaran Freire
Dari Bung Kris, untuk Calon Sarjana
Pesan dari Para Sufi tentang Amal Ibadah dan Surga
Malam Jum’at dan Sunnah Rasul bagi Jomblo
Spirit Hijrah yang (bisa) Salah Arah
Fakta Lain Seputar Derajat Wanita pada Zaman Jahiliyah dan Adab pada Keluarga Rasulallah
Melihat Lebih Jernih Kehidupan Kelas Dua Kota Jakarta dengan Mata Jiwa
Inspirasi itu Mengalir dari Wadas Kelir
“ Mudik”, Merangkai Niat Baik dengan Semangat Kolaboratif
Komunitas Literasi, Minat Baca, dan Kenapa Pustaka Warga