Nonton Bareng Timnas dalam Perspektif Islam

nonton bareng dalam islam

nonton bareng dalam islam

Sebagai makhluk yang mengimani Islam sebagai ajaran yang sempurna, dan karenanya harus digunakan sebagai standar tunggal dalam berpikir dan berperilaku, maka belum lengkap rasanya kalau kita membicarakan hal apapun itu tanpa mengaitkannya dengan perspektif Islam. Dari cara pandang yang demikian itulah saya pikir, peradaban kita sampai pada peradaban yang apa-apa syariah. Apa-apa ada Islamnya, sebagai pemertegas bahwa yang ini Islam yang itu bukan. Yang ini berkah yang itu musibah.

Kemudian munculah konsep hotel syariah, ojek syariah, bank syariah, hukum syariah, dan lain sebagainya. Itu semua adalah buah dari cara berpikir dalam beragama kita yang ekslusif. Dan atas nama ekslusifitas itu, penting rasanya kita mencermati nonton bareng timnas (yang kita tahu sedang marak akhir-akhir ini) dalam pandangan Islam. Syukur ke depan, dari pandangan ini, muncul konsep nobar syariah. Amin, insyallah.

Kenapa kita perlu memandang nonton bareng timnas dari sisi Islam? Karena mayoritas penduduk kita, yang juga merupakan mayoritas pendukung timnas kita, adalah pemeluk Islam. Dan sebagai pemeluk Islam yang memiliki spirit amar makruf nahil munkar yang tinggi, kita tidak bisa membiarkan begitu saja umat, terkungkung dalam kegiatan nobar yang jika dibiarkan, akan jauh dari nilai-nilai Islam. Naudzubillah.

Dan permasalahan di atas sudah cukup lah kiranya, melatarbelakangi kita untuk menelisik lebih lanjut soal bagaimana Islam memandang nonton bareng Timnas. Bagaimana? Ini dia:

Nonton bareng sebagai sarana Ukhuwah Islamiyah

Jauh sebelum Habib Rizieq menyerukan persatuan umat Islam, sebelum embrio FPI terpikirkan oleh Wiranto dan konco-konco, dan sebelum memiliki tiga istri terasa “begitu sunnah”, ukhuwah Islamiyah sudah menjadi salah satu ajaran inti Islam.

Saking seriusnya Islam menempatkan persatuan umatnya, bahkan sampai digambarkan bahwa umat Islam ini seumpama satu tubuh. Satu bagian tubuh merasa sakit, maka ikut menanggung semualah bagian tubuh lain. Satu gigi kita nyut-nyutan, pantat yang secara tata letak berjauhan pun akan ikut ndut-ndutan. Nyerinya sebadan-badan. Satu jerawat tumbuh di pucuk hidung, terasa hancurlah kepercayaan diri seluruh kita.

Maka dalam nonton bareng, hal-hal semacam persatuan umat Islam ini amat dijunjung tinggi. Semua umat Islam akan bersatu meneriakkan kemenangan Timnas. Apalagi jika lawannya adalah Thailand yang kita tahu negara penyembah berhala. Makin kental lah nuansa persatuan Islam itu.

Cinta tanah air sebagian dari Iman

Hubbul wathan minal iman, begitulah penggalan lagu yang hampir selalu dikumandangkan oleh Nahdhiyin ketika acara-acara resmi organisasi digelar. Dalam pandangan Islam, atau paling tidak kelompok Nahdhiyin, cinta tanah air adalah sebagian dari iman. Sementara kita semua tahu, bahwa imanlah yang menjadi titik tolak mengukur kualitas seorang muslim.

Untuk urusan cinta tanah air, para supporter timnas ini tidak usah diragukan lagi keduapuluh-empat-karatannya. Mereka cinta tanah air lahir batin. Coretan bendera diwajah, baju dan merchant khas yang nempel di badan, serta sorak-sorai sepanjang pertandingan hanyalah bagian kecil yang nampak dari rasa cinta tanah air mereka yang begitu besar. Dan makin besar jika timnas menang.

Maka tidak berlebihan, kalau nonton bareng timnas juga bisa dijadikan wahana meningkatkan iman. Paling tidak pada sebagian porsinya lah.

Memperkuat tali silaturahmi

Dengan membaca judulnya saja—nonton bareng—tidak mungkin orang akan melakukannya sendirian. Pasti bareng-bareng. Minimal ya berdua lah. Dan jika ada pertemuan antar dua orang saja sudah termasuk bagian dari silaturahmi yang dianjurkan agama, apalagi dalam nonton bareng yang memungkinkan ribuan orang tumpah ruah dalam satu tempat dan suasana itu. Sudah tentulah itu namanya silaturahmi.

Dan karenanya, semoga para peserta nonton bareng mendapat limpahan rahmat dan rezeki dari-Nya. Amiiin.

Doa bersama

Percaya deh, ketika timnas bermain, baik yang taat maupun yang abangan, masing-masing akan merapal doa sesuai dengan capaian iman masing-masing.

Dan para pembaca esensiana yang dikarunia rezeki untuk membeli kuota, demikianlah Islam memandang penting persatuan, cinta tanah air, dan silaturahmi. Yang kesemua itu bisa terwujud dalam kegiatan nonton bareng. Jadi mulai detik ini juga, nonton bareng haruslah kita maknai sebagai bagian dari prosesi ibadah sosial kita.

Hanya saja ke depan, agar sitausi nonton bareng lebih syariah, patut dipertimbangkan kiranya penggunaan hijab sebagai pembatas antara jamaah nonton bareng putri dengan jamaah nonton bareng putra. Semoga.

 

Baca juga artikel tentang Syahrian Abimanyu, Pemain moncer asal Banjarnegara yang semalam menyumbang satu goal untuk 250 jutaan penduduk Indonesia.

Leave a Comment

Datasiana Reportasiana Swarasiana Translasiana
karangan bunga fadli zon
Meniru Hidup Hemat dan Sederhana dari Fadli Zon
jalan dan pahlawan
Mengenang Pahlawan dengan Nama Jalan
Jangan Bersedih
Jangan Bersedih, Ketawain Aja Keleus !
Usia 24 Bagi Seorang Perempuan
Yang Menyebalkan di Usia 24 Bagi Seorang Perempuan
Larangan Bersedih Bagi Jomblo di Republik Ngapak
Doa Pilihan untuk Jomblo
Lima Do’a Pilihan untuk Jomblo di Malam Takbiran
4 Gaya dalam Mencintai
4 gaya dalam mencintai yang Dilakukan Orang Modern ini
Lambang_PKI
Kebangkitan PKI, Diskusi, dan Musuh-musuh Imajiner Kita
Kesadaran magis
Dari Paradigma Reformasi ke Transformasi: Peta Kesadaran Freire
Renungan Calon Sarjana
Dari Bung Kris, untuk Calon Sarjana
sufi dan surga
Pesan dari Para Sufi tentang Amal Ibadah dan Surga
Malam Jum'at Sunnah Rasul
Malam Jum’at dan Sunnah Rasul bagi Jomblo
hijrah
Spirit Hijrah yang (bisa) Salah Arah
wanita zaman jahiliyah
Fakta Lain Seputar Derajat Wanita pada Zaman Jahiliyah dan Adab pada Keluarga Rasulallah
kegiatan temu pendidik
Inspirasi itu Mengalir dari Wadas Kelir
guru merdeka belajar
“ Mudik”, Merangkai Niat Baik dengan Semangat Kolaboratif
Pustaka Warga
Komunitas Literasi, Minat Baca, dan Kenapa Pustaka Warga