Novanto dan Seruan Balikan Nasional

Novanto- Siapa tak kenal Setya Novanto? Pria yang sudah menahun menjadi politisi tetapi baru naik daun akibat kasus papa minta saham. Ia sempat disidang oleh komisi etik Dewan, tapi entah sebab apa MKD tak memutuskan apa-apa untuk Novanto. Novanto menyatakan mengundurkan diri dari pucuk pimpinan DPR dan MKD sebagai lembaga pengawas dewan tak memutuskan Novanto bersalah. Kasusnya menguap tak jelas.

Kini selang sekitar enam bulan berlalu, Novanto kembali digosipkan akan menjadi pimpinan DPR menggantikan Ade Komarudin. Dengan kata lain, Novanto hendak balikan. Gosip ini nampaknya bukanlah isapan jempol semata, karena orang-orang di lingkar satu partai Golkar sudah setuju. Bahkan seperti diberitakan di media nasional, Ade Komarudin menyatakan diusung kembalinya Novanto menjadi ketua DPR adalah pembuktian bahwa Novanto tidak bersalah.

Jangan bingung kenapa seolah-olah DPR punyanya Golkar sehingga bisa seenaknya bongkar pasang. Seperti kita ketahui, pimpinan DPR pada kali ini dipilih dengan sistem paket. Mirip-miriplah sama quota internet. Jadi tidak seperti sebelum-sebelumnya yang menempatkan partai pemenang pemilu sebagai ketua DPR. Kali ini pimpinan DPR dipilih oleh fraksi yang ada. Dan kala itu menempatkan Golkar sebagai pemimpin DPR. Sehingga Golkarlah punya otoritas untuk menempatkan kadernya sebagai ketua DPR.

Sebenarnya kasus balikan macam Novanto ini bukan barang baru, apalagi dikalangan anak muda. Balikan adalah sesuatu yang fitrah, sebagaimana umat manusia ditakdirkan kembali padaNya. Tetapi pada prakteknya balikan tak semudah yang dibayangkan. Ada banyak konflik kepentingan di situ. Sampai jauh-jauh hari Bung Karno berpesan yang kalau dikonteks-kan pada upaya balikan menjadi; Perjuanganku lebih mudah karena hanya mengusir penjajah. Sementara perjuanganmu akan lebih sulit karena melawan pacar mantanmu sendiri.

Dan hari ini kita mendapati, apa yang disampaikan Bung Karno ini benar adanya. Berapa jumlah anak muda yang terbunuh sepi karena tak kuasa melawan kedigdayaan pacar mantan sendiri. Secara angka BPS mungkin tak kuasa mendata. Tapi fakta berbicara lain. Disekitar kita saja, ada berapa banyak anak muda yang teserak kalah oleh takdir kesendirian. Sebabnya ia tak mampu balikan, sialnya ia juga gagal move on. Maka seperti kata Chairil Mampus kau dikoyak sepi.

Jangan kamu pikir, persoalan balikan adalah persoalan sepele dan tidak sebanding dengan kematian yang harus ditanggung sebagai resiko perjuangan para pahlawan. Camkan ini; Sepi adalah kematian itu sendiri. Pada hakikatnya, mati adalah kondisi di mana kita benar-benar sendiri, mempertanggungjawabkan amal kita. Dan sebagaimana tejajah, sendiri selalu berkalang derita.

Hal ini juga diperkuat dengan aturan baru WHO yang menyatakan Jomblo adalah penyadangan disabilitas. Ya, tak berpasangan alias jomblo, menurut WHO adalah kecacatan. Dan kecacatan yang dimaksud merujuk pada kecacatan hati. Saya pikir Anda tahu lah, banyak orang yang lebih memilih mati ketimbang cacat. Apalagi cacat hati.

Sekali lagi, Upaya-upaya balikan adalah kerja batin yang tidak mudah. Ia harus berkompromi dengan lara masa lalu sekaligus optimisme masa depan.

Pada titik ini, Novanto telah memberikan tauladan yang sangat apik. Blio bukan hanya sekedar jujur, tapi juga revolusioner mengingat posisinya sebagai pejabat publik pasti akan menginspirasi publik. Blio tau itu. Makanya dengan jabatannya blio mencoba mengedukasi para Jomblo, agar tak sungkan balikan. Sepertinya blio menginginkan upayanya kembali menduduki posisi ketua DPR sebagai ibrah bagi terwujudkan ajakan balikan secara nasional.

Bahwa balen adalah bukti dari kejujuran dan wujud dari niat baik bernama; ingin memperbaiki kesalahan masalalu. “Ingat, yang bergejolak itu perasaanmu bukan rezim pemerintah. Jadi tidak usah dilawan, turuti saja” begitu kira-kira hiddens message blio.

Tenang saja, kalau toh kamu khawatir akan dicibir orang sekitar dan dicap gagal move on, maka tiru kembalilah sikap Pak Novanto. Cuek saja. Toh masyarakat Indonesia selain gampang lupa, juga pemaaf. Pasti mahfum kok dengan niat balikanmu itu.

Leave a Comment

Datasiana Reportasiana Swarasiana Translasiana
kulon progo
Pembangunisme dan Mereka yang Terusir dari Tanahnya Sendiri
para pemain dan kru film mata jiwa
Melihat Lebih Jernih Kehidupan Kelas Dua Kota Jakarta dengan Mata Jiwa
karangan bunga fadli zon
Meniru Hidup Hemat dan Sederhana dari Fadli Zon
Usia 24 Bagi Seorang Perempuan
Yang Menyebalkan di Usia 24 Bagi Seorang Perempuan
Larangan Bersedih Bagi Jomblo di Republik Ngapak
Doa Pilihan untuk Jomblo
Lima Do’a Pilihan untuk Jomblo di Malam Takbiran
4 Gaya dalam Mencintai
4 gaya dalam mencintai yang Dilakukan Orang Modern ini
Lambang_PKI
Kebangkitan PKI, Diskusi, dan Musuh-musuh Imajiner Kita
Kesadaran magis
Dari Paradigma Reformasi ke Transformasi: Peta Kesadaran Freire
Renungan Calon Sarjana
Dari Bung Kris, untuk Calon Sarjana
sufi dan surga
Pesan dari Para Sufi tentang Amal Ibadah dan Surga
Malam Jum'at Sunnah Rasul
Malam Jum’at dan Sunnah Rasul bagi Jomblo
hijrah
Spirit Hijrah yang (bisa) Salah Arah
wanita zaman jahiliyah
Fakta Lain Seputar Derajat Wanita pada Zaman Jahiliyah dan Adab pada Keluarga Rasulallah
para pemain dan kru film mata jiwa
Melihat Lebih Jernih Kehidupan Kelas Dua Kota Jakarta dengan Mata Jiwa
kegiatan temu pendidik
Inspirasi itu Mengalir dari Wadas Kelir
guru merdeka belajar
“ Mudik”, Merangkai Niat Baik dengan Semangat Kolaboratif
Pustaka Warga
Komunitas Literasi, Minat Baca, dan Kenapa Pustaka Warga