Film Kebumen Kembali Diganjar Penghargaan di Jakarta

Lagi-lagi Film pelajar Kebumen mendapatkan penghargaan. Kali ini, “URUT SEWU BERCERITA” karya Dewi Nur Aeni, pelajar SMKN1 Kebumen menyabet penghargaan dari acara yang diselenggarakan oleh Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Indonesia pada tanggal 25-26 November 2016 dalam ajang “Documentary Days. Dewi tak sendiri, ada juga Defi Hikmawati. Pelajar SMK Muhammadiyah Majenang yang juga didikan komunitas Sangkanparan Cilacap turut serta mendapatkan penghargaan yang sama.

Kegiatan yang dilaksanakan selama 2 hari ini memutarkan film-film dokumenter unggulan dan  memberikan penghargaan kepada 7 film maker genre dokumenter terbaik yang diproduksi oleh para pelajar dan mahasiswa dari berbagai daerah di Indonesia. Malam Penghargaan diselenggarakan di Bioskop XXI Taman Ismail Marzuki (TIM) Cikini Jakarta pada tanggal 26 November 2016.

7 film dokumenter terbaik dalam ajang Docs Days tersebut, antara lain Arang Bathok karya Defi Hikmawati – SMK Muhammadiyah Majenang, Urut Sewu Bercerita karya Dewi Nur Aeni – SMK N1 Kebumen, Dangdut Is My Music, karya Terrizqo A – M Docs, Macan Kombas karya Dwiantosa – Nol Derajat Film, Menempah Doa karya Dicky Dwi Septian – Visual Mandiri Kreatif, Pak Ogah Para Pencari Receh karya Abudaris Kamil – RSN Mercubuana, dan Sang Penghalang karya Rossi Pratiwi – Beras Production.

Ketujuh film ini diganjar penghargaan karena memiliki keunggulan dari berbagai segi dan sudut pandang. Terutama film Urut “Sewu Bercerita”. Film ini mencoba bercerita tentang kondisi parapetani di Urut Sewu. Konflik berkepanjangan antara TNI dan Masyarakat di Urut Sewu yang dirangkai menjadi film dokumenter yang enak di tonton.

Dewi berangkat ke Jakarta didampingi 2 guru dari sekolahnya. Ini bukan kali pertama Dewi menerima penghargaan di Jakarta. Sebelumnya dirinya menerima penghargaan sebagai filmmaker Pejuang Pangan bersama mbak Sri Rohani yang juga dinobatkan sebagai Perempuan Pejuang Pangan dalam ajang Female Food Hero 2016 beberapa waktu lalu. Tentunya hal ini akan menambah catatan prestasi yang luarbiasa untuk SMKN1 Kebumen melalui karya-karya pelajar yang terbukti mendapat apresiasi yang positif di berbagai daerah di Indonesia.

Insan Indah Pribadi selaku presiden komunitas Sangkanparan mengungkapkan bahwa prestasi yang diraih anak didik Sangkanparan tidaklah instan, ada proses yang panjang. Mereka melakukan riset, belajar bertutur, belajar membuat skenario, belajar berkomunikasi dan selebihnya persoalan tekhnis seperti pengambilan gambar dan editing dipelajari disesi akhir. “Selama 3 bulan mereka berada di Sangkanparan, banyak hal yang mereka lakukan. Seperti menonton film agar mereka dapat referensi, kemudian mereka melakukan riset, belajar berkomunikasi, sampai belajar mengoperasikan kamera dan edit film”.

Selamat!

Comments(4)

  1. 28/11/2016
  2. 29/11/2016

Leave a Comment

Datasiana Reportasiana Swarasiana Translasiana
karangan bunga fadli zon
Meniru Hidup Hemat dan Sederhana dari Fadli Zon
jalan dan pahlawan
Mengenang Pahlawan dengan Nama Jalan
Jangan Bersedih
Jangan Bersedih, Ketawain Aja Keleus !
Usia 24 Bagi Seorang Perempuan
Yang Menyebalkan di Usia 24 Bagi Seorang Perempuan
Larangan Bersedih Bagi Jomblo di Republik Ngapak
Doa Pilihan untuk Jomblo
Lima Do’a Pilihan untuk Jomblo di Malam Takbiran
4 Gaya dalam Mencintai
4 gaya dalam mencintai yang Dilakukan Orang Modern ini
Lambang_PKI
Kebangkitan PKI, Diskusi, dan Musuh-musuh Imajiner Kita
Kesadaran magis
Dari Paradigma Reformasi ke Transformasi: Peta Kesadaran Freire
Renungan Calon Sarjana
Dari Bung Kris, untuk Calon Sarjana
sufi dan surga
Pesan dari Para Sufi tentang Amal Ibadah dan Surga
Malam Jum'at Sunnah Rasul
Malam Jum’at dan Sunnah Rasul bagi Jomblo
hijrah
Spirit Hijrah yang (bisa) Salah Arah
wanita zaman jahiliyah
Fakta Lain Seputar Derajat Wanita pada Zaman Jahiliyah dan Adab pada Keluarga Rasulallah
kegiatan temu pendidik
Inspirasi itu Mengalir dari Wadas Kelir
guru merdeka belajar
“ Mudik”, Merangkai Niat Baik dengan Semangat Kolaboratif
Pustaka Warga
Komunitas Literasi, Minat Baca, dan Kenapa Pustaka Warga