Pelajaran Hidup Chester Bennington

Chester Bennington dan Pelajaran bagi Kita

21/07/2017 276 1 0

Linkin Park bunuh diri

Menghibur belum mesti terhibur. RIP chester.

Jutaan orang di bumi ini pagi tadi digegerkan dengan kabar meninggalnya Chester Bennington, vokalis band terkenal asal Amerika, Linkin Park. Band tersebut, saking populernya, sampai disebut-sebut sebagai band paling berpengaruh abad 21. Yang membuat kabar itu kian heboh adalah Chester diberitakan meninggal karena bunuh diri. Tepatnya gantung diri.

Ini jelas kabar yang membuat para fans Linkin Park amat terpukul. Terlebih band tersebut baru saja menyelesaian album terbaru dan akan memulai tour promosinya pada 27 Juli nanti. Album berjudul One More Light yang baru saja diselesaikan juga bukan album yang memiliki aroma gagal. Album tersebut bahkan langsung merajai tangga lagu di Billboard 200. Jadi cukup sulit untuk menemukan kenapa Chester mengakhiri hidupnya dengan cara tragis.

Dia adalah orang yang menjalani hidup sebagaimana diimpikan oleh kebanyakan dari kita. Terkenal, banyak harta, alkohol, narkoba, dan mau apa saja bisa. Tapi rupanya ia tak bahagia dengan hidup serba ada tersebut. Ia malah memilih gantung diri di rumahnya yang megah. Lebih ironinya lagi, Chester ini adalah sosok yang oleh jutaan fansnya merupakan seorang penghibur. Betul ia penghibur yang justru tak terhibur. 

Sidang pembaca esensiana yang dirahmati Allah. Kerap kali kita terjebak pada ruang-ruang kebahagiaan fiktif yang kita ciptakan sendiri. Kita sering bermimpi bahwa hidup yang enak adalah hidup yang bergelimang harta, jabatan, atau popularitas (untuk laki-laki biasanya ditambah wanita). Yang akhirnya membuat kita merasa hidup kita sekarang tak layak.

Namun kasus Chester membantah mimpi kita tersebut. Hidup enak rupanya tak melulu tentang harta dan hal-hal duniawi lainnya. Ada yang jauh lebih substansial dari itu. Dicintai dan Bersyukur.

Chester semasa hidupnya mungkin dipuja-puja jutaan penggemarnya. Setiap kali ia manggung, ribuan orang mengkrubutinya, ia bisa meniduri banyak wanita, tapi itu dilakukan hanya kekaguman buta semata. Minus cinta. Chester paham betul bahwa orang-orang mendekat bukan karena mencintai dirinya, tapi karena kepopulerannya, karena kekayaannya.

Maka wahai orang-orang yang imannya isuk tempe sore kedele kamu tak perlu lalai mencari harta dan popularitas sementara malah mengabaikan untuk menemukan cinta. Bahagiakanlah keluarga dan orang-orang dekat di sekitarmu, dan kamu akan terimbas kebahagiaan mereka. Dalam hal ini termasuk pacar bagi yang punya. Yang tidak? ya cari ta, eh tapi kamu tetep bisa bahagia dengan atau tanpa pacar ding.

Jamaah esensiana yang sedang mikir gimana caranya bahagia tanpa uang didompetnya, ketahuilah harta itu penting. Tapi syukur jauh lebih penting. Syukur bukan hanya tentang mengucap Alhamdulillah sambil terus menumpuk kekayaan. Bukan, sama sekali bukan. Syukur adalah manifestasi rasa cukup dengan menjalani hidup penuh manfaat.

Jalanilah hidup ini penuh cinta. Untuk memperistri kita memang dibatasi empat saja. Tapi soal mencintai harus ke siapa saja. Ohya jelas ini bukan cinta sensual. Mencintai adalah fitrah manusia. dengan cinta yang kita pancarkan, akan memancar banyak cinta dari orang lain untuk kita. Dan disitulah ceruk kebahagiaan kita bisa diperoleh. Bukan janda apalagi narkoba yah.

Mulai sekarang tatalah kembali mimpi-mimpi kita. Pastikan mimpi kita bukan hanya untuk kebahagiaan diri kita. Semata-mata hidup untuk banyak uang, rumah mewah, mobil canggih, istri cuantik, suami soleh, atau yang individual-individual lainnya. Bermimpilah untuk menjalani hidup penuh senyum. cekrek (maaf kepencet). Hidup yang bermakna. Sebab begitulah mestinya manusia bekerja: menjadi yang bahagia dan membahagiakan. Salam[]

Comments

comments

Tags: Chester Bennington, Linkan Park, Nyunah Categories: Nyunah
share TWEET PIN IT SHARE share share
Related Posts
Comments
  1. -

    Izin share

Leave a reply

Leave a Reply

Your email address will not be published.