Anak Muda dan Koperasi

Koperasi dan Pemuda: Urgensinya dalam Mengembangkan Koperasi

13/07/2017 197 0 0

Anak Muda dan Koperasi

Anak Muda dan Koperasi

Orang muda saat ini adalah orang yang akan berdiri menggantikan peran generasi sebelumnya di masa depan. Kita mengenalnya dengan sebutan generasi bangsa. Maka pemuda hari ini haruslah menyadari hal itu sejak dini, untuk kemudian mempersiapkannya.

Cara mempersiapkannya tentu bisa bermacam-macam, tetapi mulai belajar menjajaki dunia yang nanti akan digeluti adalah cara terbaik. Tak terkecuali dalam koperasi. Jarang kita temui koperasi yang diisi oleh orang-orang muda yang mau menjadi pilar dari koperasi. Hal ini perlu kita cari tahu penyebabnya. Tentu sebelum semuanya menjadi sia-sia.

Apakah koperasi begitu tidak menarik? Atau koperasi hanya milik mereka para orang yang sudah tua saja? Atau sedikit lagi koperasi menjadi sepenggal sejarah perekonomian Indonesia saja?

Yang kita tahu hari ini sebagaimana ditulis oleh media ternama, koran Kompas, disebutkan bahwa 52,9% dari 541 responden di 12 kota di Indonesia dengan usia minimal 17 tahun “tidak pernah menjadi anggota koperasi”. Ini menunjukkan betapa partisipasi masyarakat pada koperasi amat rendah.

Dari data tersebut maka kita bisa lihat bahwa koperasi memang tidak menarik bagi rakyat Indonesia bukan? Terutama generasi mudanya. Saya berpikir bagaimana hal ini bisa ditanggulangi dengan cara yang agak kekinian. Salah satunya yaitu sudah saatnya koperasi dikenalkan kepada para pemuda agar menjadi trend. Sehingga menunjang eksistensi koperasi itu sendiri. Selain itu, perlu juga melakukan investasi nyata dengan mendidik para kader muda sebagai penggerak koperasi yang ada.

Anggapan bahwa koperasi adalah milik orang–orang tua harus kita tinggalkan. Mari kita berpikir sejenak jika koperasi hanya milik orang-orang tua saja, masa depan koperasi akan seperti apa? Setiap perusahaan, organisasi, atau sebuah negara sekalipun akan selalu membutuhkan para pemudanya. Tentu sebagai harapannya di masa akan datang.

Di mana para pemuda seharusnya mempersiapkan dirinya untuk meneruskan dan melanjutkan para pendahulunya. Tugasnya jelas, untuk mengembangkan koperasi agar terus maju dan berkembang menjadi koperasi yang lebih baik dan lebih baik lagi.

Tanpa upaya tersebut, maka apa yang dipertanyakan Kompas dalam salah satu laporannya: akankah koperasi akan menjadi sejarah, segera terwujud. Dan sebagai insan koperasi, kita tak mau hal tersebut terjadi bukan? Maka tidak ada pilihan lain, selain anak mudanya harus menggenjot perannya di koperasi.

Coba kita ramalkan apa yang akan terjadi jika itu sudah kita lakukan hari ini. Koperasi akan selalu menarik karena banyak orang-orang muda di dalamnya. Koperasi akan menghasilkan banyak karya inovatif dan juga kreatif dari energi anak-anak muda. Akhirnya cita-cita koperasi sebagai soko guru perekonomian Indonesia akan segera terwujud. Dan kita tak perlu lagi mendengar berita soal ketimpangan ekonomi.

Maka bersiaplah para pemuda!

Jadikan hari ini tanggal 12 juli 2017 sebagai semangat baru yang tumbuh dalam kehidupan perkoperasian di Indonesia. Dan mari kita investasikan semangat ini kepada para pemuda yang lain sebagai harapan koperasi di masa depan.

Mengutip dari kata Bung Hatta “Insan koperasi harus dibiasakan untuk terus menerus belajar menabung, agar kelak bisa self-help koperasinya. Hal ini sulit, namun perlu dijalankan”. Bravo koperasi !

Selamat hari kKoperasi Nasional Ke – 70.

Agung Setiawan, HC

Ketua Badan Pengawas Koperasi Mahasiswa Universitas Negeri Jakarta 2017

Comments

comments

Tags: Featured, generasi koperasi, HARKOPNAS MAKASSAR, Harlah Koperasi, Pemuda Categories: Swarasiana
share TWEET PIN IT SHARE share share
Related Posts
Leave a reply

Leave a Reply

Your email address will not be published.