Mereka yang Menikah Tanpa Melihat Kerutan Wajah

kawin beda umur

Nikah itu mudah. Yang susah njaganya

Betapa banyak diantara kita, baik sudah hijrah maupun belum, yang mengharap segera dipertemukan dengan pernikahan. Menikah memang menjadi dambaan banyak orang. Apalagi mereka yang sudah cukup umur dan muak dengan cecaran antagonis: Kapan nusul?

Indonesia, kita tahu, adalah negeri subur yang muda-mudinya rentan baper. Ada satu orang nikah saja, satu negara bisa kalud, pengen nikah semua. Raisa dan Muzammil boleh disebut orang paling bertanggungjawab atas kebaperan kawula muda tanah air berkaitan dengan lamaran dan pernikahan itu. Meraka adalah dambaan setiap insan Indonesia mengenai pernikahan. Pasangan yang ganteng vsdan cantik atawa sholeh-sholehah. Mayoritas sih maunya ya ganteng ya soleh ya tajir ya baik ya ampuun. Kemaruk.

Konsep penikahan selama ini adalah tentang bersatunya mempelai pasangan muda-mudi di suatu pelaminan. Lalu teman-teman beserta handai taulan, yang tak kalah mudanya, ikut meramaikan dengan menyanyikan lagu sambil sesekali meledeknya. Hmm sempurna. Suasana yang ramai dan penuh kebahagiaan menggambarkan betapa mereka larut dalam pesta resepsi. Begitulah selama ini kita diperkenalkan dengan pesta pernikahan.

Tapi bagaimana jika ada yang mendobrak pakem?

Mereka melakukan hal yang masuk bayangan kita saja tidak. Akhir-akhir ini konsep pernikahan yang muda yang ganteng-cantik seolah luntur pamornya. Paling tidak ia ada beberapa orang yang menyuguhkan persepsi berbeda soal pernikahan. Menikah kini tak selalu mengenai tertuangnya janji suci muda dan mudi dalam suatu buku nikah. Banyak pasangan nikah yang lebih menggambarkan relasi buyut-cicit ketimbang suami istri.

Fenomena nikah beda alamusia tentu saja wajar. Tapi bagaimana jika perbedaan itu terpaut sangat jauh? Bukan lagi 3 atau 9 tahun. Tapi terpaut 40-60 tahun. Ini seperti pernikahan antar waktu saja. Ya tentu kita semua tahu umur tidak bisa ditebak, tapi kan lazimnya begitu.

Mungkin istilah cinta buta dan tuli benar adanya. Paling tidak bagi beberapa pasangan ini. Kalau sudah cinta, persetan dengan usia, tetangga hingga media. Asudah tak perlu lama nikah saja sudah. Mau tua mau muda sama saja: menikah tetap lebih baik daripada tidak sama sekali.

 

nikah beda umur

Nikah beda umur ga papa, beda alam aja bisa di Indonesia mah

Pernikahan-pernikahan beda generasi itu mungkin bak fenomena gunung es. Jumlahnya hanya sedikit yang nampak dipermukaan, sementara di luar sana masih banyak yang tidak terdeteksi media dan tak dikatehui oleh kita.

Menikah memang sebuah prosesi yang suci. Dan sebab kesuciaanya, mestinya menikah tak bisa dihalangi termasuk keheranan tetangga sekalipun. Mereka pula teladan bagi kita soal menerima pasangan dengan apa adanya. Bahkan mengabaikan kekurangannya secara ekstrem.

Jadi dek, gimana, mau menerimaku sebagai suami atau menantumu saja?

Leave a Comment

Datasiana Reportasiana Swarasiana Translasiana
kulon progo
Pembangunisme dan Mereka yang Terusir dari Tanahnya Sendiri
para pemain dan kru film mata jiwa
Melihat Lebih Jernih Kehidupan Kelas Dua Kota Jakarta dengan Mata Jiwa
karangan bunga fadli zon
Meniru Hidup Hemat dan Sederhana dari Fadli Zon
Usia 24 Bagi Seorang Perempuan
Yang Menyebalkan di Usia 24 Bagi Seorang Perempuan
Larangan Bersedih Bagi Jomblo di Republik Ngapak
Doa Pilihan untuk Jomblo
Lima Do’a Pilihan untuk Jomblo di Malam Takbiran
4 Gaya dalam Mencintai
4 gaya dalam mencintai yang Dilakukan Orang Modern ini
Lambang_PKI
Kebangkitan PKI, Diskusi, dan Musuh-musuh Imajiner Kita
Kesadaran magis
Dari Paradigma Reformasi ke Transformasi: Peta Kesadaran Freire
Renungan Calon Sarjana
Dari Bung Kris, untuk Calon Sarjana
sufi dan surga
Pesan dari Para Sufi tentang Amal Ibadah dan Surga
Malam Jum'at Sunnah Rasul
Malam Jum’at dan Sunnah Rasul bagi Jomblo
hijrah
Spirit Hijrah yang (bisa) Salah Arah
wanita zaman jahiliyah
Fakta Lain Seputar Derajat Wanita pada Zaman Jahiliyah dan Adab pada Keluarga Rasulallah
para pemain dan kru film mata jiwa
Melihat Lebih Jernih Kehidupan Kelas Dua Kota Jakarta dengan Mata Jiwa
kegiatan temu pendidik
Inspirasi itu Mengalir dari Wadas Kelir
guru merdeka belajar
“ Mudik”, Merangkai Niat Baik dengan Semangat Kolaboratif
Pustaka Warga
Komunitas Literasi, Minat Baca, dan Kenapa Pustaka Warga