persekusi

Persekusi, Kedunguan Paripurna Komplotan Berkedok Agama

02/06/2017 53 0 0

Persekusi, Kedunguan Paripurna Komplotan Berkedok Agama Saya pikir, tidak ada kata yang lebih pas untuk menggambarkan perpaduan antara kedunguan dan arogansi kecuali kata bangsat. Iya bangsat.

Anggapanku yang menyangka bahwa melindungi tersangka kasus pornografi sebagai tindakan terabsurd kelompok Islam rupanya musti buru-buru dikoreksi. Kini mereka melakukan tindakan yang lebih tak masuk akal lagi: persekusi. Yakni menyerang pendapat orang dengan kekerasan fisik dan psikis. Terutama pendapat yang bernada kritik pada kelompoknya.

Persekusi merupakan tindakan yang bukan hanya biadab, tetapi juga mengancam hak dasar manusia, berpendapat. Sebuah tindakan yang inkonstitusional tentu saja. Yang lebih bangsat lagi, aksi mereka direkam dan diviralkan seolah itu sebuah tindakan heroik. Belakangan, video anak kecil berinisial M, yang menjadi korban kebejatan mereka bermunculan di berbagai platform media sosial.

Sulit rasanya membayangkan bahwa kekerasan pada anak berusia 15 tahun itu dilakukan oleh kelompok beragama. Terlebih Islam. Jika kita masih manusia saja, pasti kasihan melihat anak diintimidasi dan dibully.
Taruhlah anak itu bersalah, maka yang seharusnya dilakukan sekomplot orang tersebut adalah membimbingnya. Bukan mengancam dan membunuh mental si anak.

Persekusi atau perburuan manusia (untuk diancam, disakiti, atau bahkan ditumpas) yang mereka lakukan tidak hanya sekali. Sebelumnya ada dokter Fiera Lovita, yang diancam hingga meninggalkan trauma pada anaknya. Bahkan menurut data Regional Coordinator Southeast Asia Freedom of Expression Network (SAFEnet) setidaknya ada 55 kejadian serupa sejak 27 Januari 2017 saja.

Gerakan anarkis ini, lagi-lagi, mengatasnamakan umat Islam. Mereka membentuk akun Muslim Cyber Army untuk mengkoordinir kesewenang-wenangan yang jamak diketahui jauh dari nilai-nilai Islam tersebut.
Persekusi adalah tindakan yang tidak bisa dibiarkan. Sebab bukan hanya mengancam jiwa manusia tetapi juga mengancam nalar generasi sebuah bangsa. Memangnya apalagi yang bisa diharapkan dari sebuah bangsa yang kehilangan nalarnya?

Comments

comments

Tags: Featured, FPI, Persekusi Categories: Peristiwa
share TWEET PIN IT SHARE share share
fajar

semacam pemuda, suka kopi, berafiliasi dengan PMII

Related Posts
Leave a reply

Leave a Reply

Your email address will not be published.