Fenomena Pesepakbola Muslim dan sikap Toleran Klub

Fenomena Pesepakbola Muslim dan sikap Toleran Klub. Pada musim 2016/2017 ada 54 pesepakbola muslim yang bermain di Premier League. Mereka tersebar hampir disetiap klub, mulai klub papan atas hingga klub medioker. Everton tercatat memiliki pemain muslim terbanyak, yaitu Yannick Bolasie, Idrissa Gueye, Muhamad Besic, Auroane Kone dan Oumar Niasse.Beberapa pemain bahkan menyandang predikat pemain kelas dunia, semisal Mesut Ozil (Arsenal), Paul Pogba (Manchster United), Yaya Toure (Manchester City) dan Eden Hazard (Chelsea).

Jumlah itu bertambah pada musim depan setelah Sead Kolasinac resmi mendarat di Arsenal. Belum lagi andai Arda Turan, Benjamin Mendy dan Mohammad Salah berhasil pindah liga inggris pasti liga inggris lebih semarak dan barokah. Padahal  saat format premier league pertama kali dihelat pada 1992 silam, hanya ada Muhammad Ali Amar alias Nayim yang tercatat sebagai pemain muslim. Saat itu ia bermain untuk Tottenham Hotspur.

Pemain muslim di liga inggris adalah pemain asing, mayoritas imigran asal Maroko, Ajazair, Pantai Gading dan negara Afrika lainnya. Di level klub mereka menjadi pemain kunci semisal N’golo Kante membawa Chelsea jadi kampiun musim ini sekaligus dinobatkan sebagai pemain terbaik liga. Paul Pogba, selain bintang Manchester United, ia adalah pemain termahal dunia saat ini.

Di klub lain Sadio Mane (Liverpool), Ryad Mahrez (Leicester City), Xerdan Xhaqiri (Stoke City), Mohamed Besic (Everton) dan Granit Xhaka (Arsenal) adalah pemain penting bagi  klubnya. Mereka punya pengaruh dan kontribusi besar dalam permainan. Hal ini wajar karena mereka dibeli karena bakat dan kemampuan mereka diatas rata – rata dan telah teruji.

Meskipun bermain di negara sekuler dan menjadi minoritas, mereka tidak melupakan identitas mereka sebagai muslim.Bahkan beberapa diantaranya adalah muslim yang taat dengan menjalankan ibadah, semisal shalat dan puasa. Ramadhan tahun ini mungkin mereka bisa menjalani puasa lebih mudah, karena kompetisi telah usai. Tapi ramadhan sebelumnya mereka harus bersabar karena ramadahan berlangsung ditengah kompetisi.

Berpuasa ditengah kompetisi yang ketat tidak mudah, pemain bisa gagal tampi maksimal selama 90 menit. Karena harus berlatih dan bertanding disetiap akhir pekan, mereka ada yang tidak puasa dan memilih menggantinya di hari lain. Namun ada pula yang tetap berpuasa seperti Demba Ba saat dia masih membela New Castle.

Peran mereka sebagai pemain penting, ketaatan pada agama plus jumlah mereka yang makin banyak, eksistensi mereka tentu memberi pengaruh. Tulisan Rob Crowling di BBC yang berjudul Premier League : How muslims are changing English football culture dapat memberi gambaran bagaimana para pemain muslim turut mewarnai sepakbola di dalam maupun diluar lapangan.

Salah satu cerita adalah saat Yaya Toure menjadi Man of the Match. Sebagai pemain terbaik pada sebuah laga dia dihadiahi sebotol sampanye. Tapi dia menolaknya dengan halus kemudian memberikan botol itu pada rekannya, Joleon Lescott. Sebagai muslim Yaya berusaha menjauhi minuman beralkohol.Setelah peristiwa itu pihak liga mengganti sampanye dengan  trofi kecil sebagai hadiah bagi pemain yang menjadi  Man of the Match.

New Castle United memberi fasilitas ruang ibadah untuk muslimnya. Pada saat itu, dimusim kompetisi 2013, New Castle punya 7 pemain mulism diantaranya Demba Ba, Papiss Cisse, Cheik Tiote dan Hatem Ben Arfa. Pelatih mereka saat itu, Alan Pardew, sangat menghargai keyakinan pemainnya yang religius. Saat ini klub maupun pelatih bersikap toleran pada pemain muslim, selain tempat ibadah ada pula yang menyedikan makanan halal.

Salah satu momen yang menarik adalah saat New Castle menjamu Aston Villa pada tahun 2012 silam saat Demba Ba mencetak gol pada menit ke 30 ke gawang Villa. Dia berlari kepojok lapangan kemudian bersujud bersama rekan duetnya, Papis Demba Cisse.Ba memang selalu merayakan golnya dengan bersujud dan dikenal sebagai gaya khasnya.

Gaya selebarasi kemudian banyak ditiru oleh para fans cilik New Castle saat bermain bola bersama teman – temannya. Ketika mencetak gol, mereka berlari ke pojok lapangan dan bersujud seperti Demba Ba.Bisa jadi mereka tidak tahu jika itu adalah ekspresi religius seorang muslim diatas lapangan. Sampai disini, Ba berhasil memperkenalkan Islam secara tidak langsung.

Fenomena pemain muslim dan sikap toleran klub atas keyakinan mereka adalah kabar baik ditengah maraknya Islamophobia di Eropa. Saat ini wajah Islam terus tercoreng akibat banyaknya aksi teror atas nama agama, sehingga muncul sentimen anti-islam dikalangan orang Inggris sendiri. Akibatnya banyak muslim yang dicurigai karena keyakinannya.

Tapi Klub inggris tidak memainkan sentimen agama dan justru menghargai kepercayaan mereka.Belum pernah saya dengar ada pelatih yang mencadangkan pemain hanya karena dia Islam. Sekalipun ada yang cadangan bahkan terbuang dari tim itu lebih karena urusan teknis atau performa si pemain sendiri. Selain itu tidak sekelompok suporter yang menolak pemain hanya karena masalah keyakinan si pemain. Mereka tidak pernah digasak hanya karena masalah keyakinan seperti yang dialami minoritas Ahmadiyah dan Syiah di Indonesia.

Membaca kisah mereka berkiprah di kompetisi paling elit sejagat itu saya jadi ingat ucapan Gus Dur : “tidak penting apa pun Agama atau Sukumu, kalau kamu bisa melakukan sesuatu yang baik buat semua orang, orang tidak pernah tanya apa agamamu”. Ya, bisa jadi bagi klub maupun supporternya hanya ingin si pemain tampil sesuai ekspektasi, soal apa agamanya tidak penting. Dan para pemain muslim mampu menjawab ekspektasi itu dengan kerja keras dan aksi menawan diatas lapangan.

Nah bila hari ini masih ada yang mempersoalkan keyakinan atau suku kita, barangkali kita belum berbuat baik untuk semua orang.

 

No Responses

Leave a Comment

Datasiana Reportasiana Swarasiana Translasiana
karangan bunga fadli zon
Meniru Hidup Hemat dan Sederhana dari Fadli Zon
jalan dan pahlawan
Mengenang Pahlawan dengan Nama Jalan
Jangan Bersedih
Jangan Bersedih, Ketawain Aja Keleus !
Usia 24 Bagi Seorang Perempuan
Yang Menyebalkan di Usia 24 Bagi Seorang Perempuan
Larangan Bersedih Bagi Jomblo di Republik Ngapak
Doa Pilihan untuk Jomblo
Lima Do’a Pilihan untuk Jomblo di Malam Takbiran
4 Gaya dalam Mencintai
4 gaya dalam mencintai yang Dilakukan Orang Modern ini
Lambang_PKI
Kebangkitan PKI, Diskusi, dan Musuh-musuh Imajiner Kita
Kesadaran magis
Dari Paradigma Reformasi ke Transformasi: Peta Kesadaran Freire
Renungan Calon Sarjana
Dari Bung Kris, untuk Calon Sarjana
sufi dan surga
Pesan dari Para Sufi tentang Amal Ibadah dan Surga
Malam Jum'at Sunnah Rasul
Malam Jum’at dan Sunnah Rasul bagi Jomblo
hijrah
Spirit Hijrah yang (bisa) Salah Arah
wanita zaman jahiliyah
Fakta Lain Seputar Derajat Wanita pada Zaman Jahiliyah dan Adab pada Keluarga Rasulallah
kegiatan temu pendidik
Inspirasi itu Mengalir dari Wadas Kelir
guru merdeka belajar
“ Mudik”, Merangkai Niat Baik dengan Semangat Kolaboratif
Pustaka Warga
Komunitas Literasi, Minat Baca, dan Kenapa Pustaka Warga