Pidato Kebudayaan Bob Dylan, Peraih Nobel Sastra 2016

Bob Dylan

Bob dalam suatu panggung.

Bob Dylan adalah seorang penyanyi sekaligus penulis lagu, musikus dan penyair Amerika.yang karya-karyanya termashur di seluruh dunia. Ia lahir dengan nama Robert Allen Zimmerman di Duluth, Minnesota, Amerika Serikat, pada 24 Mei 1941. Berikut adalah pidato kebudayaaannya saat memenangkan nobel 2016 lalu.

***

Selamat sore semuanya, saya haturkan salam terhangat untuk para anggota Akademi Swedia dan seluruh tamu yang hadir pada malam ini.

Sebelumnya saya mohon maaf tidak bisa turut bersama Anda, tapi perlu Saya sampaikan bahwa tentunya saya bersama Anda dalam semangat dan kehormatan dalam menerima penghargaan yang sangat prestise ini. Dianugerahi Nobel Sastra adalah hal yang tidak bisa saya bayangkan atau harapkan untuk datang.

Semenjak usia dini, saya telah akrab dengan membaca dan menyerap karya-karya masyhur: Kipling. Shaw, Thomas Mann, Pearl Buck, Camus dan Hemingway. Sastra kanon tersebut diajarkan di dalam ruang kelas, tersimpan di seluruh perpustakaan di seluruh dunia dan dibicarakan dalam nada yang berbeda yang selalu membuat kesan yang mendalam. Kemudian, saya sekarang bergabung dengan nama yang telah disebutkan tadi.

Saya tidak pernah mengetahui jika para laki-laki dan perempuan pernah memikirkan hadiah nobel bakal dihadiahkan untuk mereka. Saya menduga bahwa setiap orang yang menulis buku, puisi, satu drama dimanapun di dunia ini mungkin menambatkan mimpi bersembunyi di dalamnya, mungkin terkubur sangat dalam tanpa sepengetahuan mereka.

Jika seseorang memberitahukan bahwa saya punya kesempatan besar untuk memenangkan Nobel. saya akan berfikir bahwa saya laiknya berdiri diatas bulan. Faktanya, bertahun-tahun setelah saya dilahirkan dan beberapa tahun sesudahnya tak ada seorangpun cukup pantas untuk memenangkan Nobel. Jadi, saya kemudian memahami bahwa saya adalah kandidat terakhir.

Saya sedang berada diluar saat saya menerima kabar mengejutkan ini. Saya membutuhkan waktu beberap saat untuk mencernanya. Saya mulai berfikir mengenai Willliam Shakespeare, sang sastrawan besar. Saya  beranggapan bahwa dia berfikir bahwa dirinya adalah seorang dramawan. Pemikiran bahwa dia menulis sastra tak dapat memasuki kepalanya. Kata-katanya dituliskan diatas panggung, untuk diucapkan bukan untuk dibaca.

Ketika Dia menulis Hamlet, Saya yakin bahwa dia memikirkan banyak sekali hal yang sama sekali berbeda. “Siapa aktor yang tepat untuk memerankan peran ini? sebaiknya bagaimana ini dipanggungkan, apakah Dia akan mementaskannya di Denmark”.

Visi kreatif dan ambisinya tidak diragukan lagi dalam kemajuannya berfirkir, tapi masih ada setumpuk perkara yang harus dipertimbangkan dan diputuskan apa pembiayaannya mencukupi, apakah bangku penonton cukup layak. Dimana Dia bisa mendapatkan tempurung kepala manusia. Kemudian Saya akan bertaruh bahwa pikiran terjauh dari pikirann Shakespeare adalah pertanyaan “Apakah Ini Sastra?”

Ketika Saya remaja, saya mulai menulis lagu. Lalu saya mencapai titik baru dalam kemampuan Saya, inspirasi untuk lagu-lagu itu sangatlah jauh, saya fikir lagu-lagu saya bisa didengarkan di rumah kopi, bar, atau tempat-tempat seperti Carmiege Hall, dan Palladium London.

Jika benar-benar saya bermimpi besar, mungkin saya dapat membayangkan untuk rekaman dan mendengarkan lahu-lagu saya di radio. Sungguh itu hadiah yang sangat besar dalam hidup saya. Rekaman dan muncul di radio mengindikasikan kalau Anda mencapai pendengar yang bayak. Selanjutnya Anda dapat mengerjakan apa yang telah Anda rencanakan.

Baik, Saya telah mengerjakan apa yang telah Saya rencanakan sebelumnya untuk waktu yang panjang.  Sekarang saya telah membuat lusinan rekaman dan diputar ribuan kali di konser di seluruh dunia. Tentu lagu saya adalah hal yang sangat penting atas segala hal yang telah saya kerjakan. Nampaknya, lagu-lagu saya menemukan tempat di dalam kehidupan banyak orang melalui budaya yang berbeda. Saya sangat bersyukur atas hal itu.

Tapi, ada satu hal yang harus Saya katakan, sebagai seorang penampil, Saya telah pentas di depan lima puluh ribu orang. Saya pentas juga untuk 50 orang. Saya beritahukan kepada Anda bahwa lebih sulit tampil di depan 50 orang. Lima puluh ribu orang memiliki persona yang sama, tapi tidak demikian dengan 50 orang tadi.

Setiap orang memiliki pribadi masing-masing, identitas yang terpisah, dan dunia atas mereka. Mereka mampu menangkap hal-hal yang lebih jelas. Kejujuran dan bagiamana itu dihubungkan kedalam bakat saya terlampau di uji. Fakta bahwa komite Nobel adalah sangat sedikit pun berlaku untuk saya pula.

Selayaknya Shakespeare, saya terlalu sering mempekerjakan jiwa kreatif  dan diputuskan dengan banyak hal. ”Siapa musisi terbaik untuk lagu ini? Apa saya rekaman di studio yang tepat? Apakah lagunya di Chord yang pas, sesuatu hal yang baik akan berubah untuk 400 tahun.

Tak sedikitpun Saya memiliki waktu untuk bertanya kepada diri Saya sendiri, “Apakah lagu saya adalah sastra?”

Sungguh, Saya berterima kasih kepada Akademi Swedia atas waktu untuk mempertimbangkan pertanyaan itu dan tentu atas kesediaan memberikan jawaban yang sangat menakjubkan.

Saya mendoakan yang terbaik untuk Anda semua.

Bob Dylan.  

Baca tulisan-tulisan lain Supri di esensiana.com

1. Media dan Nasionalisme Jarak Jauh: Potret Kebangsaan Kita Hari Ini
2. Apa itu Feminist Postmodernist dan relasinya dengan gender ketiga?
3. Purbalingga dalam Dilema Sehati atau Perwira

Leave a Comment

Datasiana Reportasiana Swarasiana Translasiana
karangan bunga fadli zon
Meniru Hidup Hemat dan Sederhana dari Fadli Zon
jalan dan pahlawan
Mengenang Pahlawan dengan Nama Jalan
Jangan Bersedih
Jangan Bersedih, Ketawain Aja Keleus !
Usia 24 Bagi Seorang Perempuan
Yang Menyebalkan di Usia 24 Bagi Seorang Perempuan
Larangan Bersedih Bagi Jomblo di Republik Ngapak
Doa Pilihan untuk Jomblo
Lima Do’a Pilihan untuk Jomblo di Malam Takbiran
4 Gaya dalam Mencintai
4 gaya dalam mencintai yang Dilakukan Orang Modern ini
Lambang_PKI
Kebangkitan PKI, Diskusi, dan Musuh-musuh Imajiner Kita
Kesadaran magis
Dari Paradigma Reformasi ke Transformasi: Peta Kesadaran Freire
Renungan Calon Sarjana
Dari Bung Kris, untuk Calon Sarjana
sufi dan surga
Pesan dari Para Sufi tentang Amal Ibadah dan Surga
Malam Jum'at Sunnah Rasul
Malam Jum’at dan Sunnah Rasul bagi Jomblo
hijrah
Spirit Hijrah yang (bisa) Salah Arah
wanita zaman jahiliyah
Fakta Lain Seputar Derajat Wanita pada Zaman Jahiliyah dan Adab pada Keluarga Rasulallah
kegiatan temu pendidik
Inspirasi itu Mengalir dari Wadas Kelir
guru merdeka belajar
“ Mudik”, Merangkai Niat Baik dengan Semangat Kolaboratif
Pustaka Warga
Komunitas Literasi, Minat Baca, dan Kenapa Pustaka Warga