Pidato Kebudayaan Nobel Sastra John Steinbeck

John Steinbeck

John Steinbeck

Yang Mulia, Yang Mulia Raja, hadirin sekalian..

Saya berterima kasih kepada Akademi Swedia untuk menemukan bahwa karya saya layak menerima kehormatan tertinggi ini.

Di relung hati saya ada keraguan bahwa apakah saya pantas untuk menerima  penghargaan Nobel dibandingkan penulis-penulis lain yang saya hormati dan takzimi. Tapi tak ada sedikitpun kesangsian atas kebahagiaan dan kebanggaan dalam menerima penghargaan ini secara pribadi.

Selumrahnya, penerima penghargaan ini menawarkan pendapat pribadi maupun pendapat akademis mengenai arah dan keadaan sastra.  Saat waktu seperti sekarang bagaimanapun juga saya fikir akan lebih baik untuk mempertimbangkan kewajiban dan tanggung jawab yang berat bagi para penulis sastra.

Laiknya prestis penghargaan Nobel dan tempat dimana saya berdiri bukan dikarenakan gemerisik seperti tikus yang bersyukur dan pemaaf, tapi untuk mengaum seperti singa yang bangga dengan profesinya, pria besar dan baik yang telah berlatih melewati waktu-waktu.

Sastra tidak untuk mulai dikenali oleh pastur yang lesu dan daya kritisnya lemah yang berceramah diatas mimbar gereja yang kosong. Bukan pula permainan yang membebaskan dari masalah, pun para pengemis yang menampakan diri mereka jauh dari keputusasaan.

Sastra pun seumuran dengan ceramah. Ia tumbuh beriringan dengan kebutuhan manusia atas sastra. Sastra belum berubah, terkecuali untuk lebih dibutuhkan kehadirannya.

Pengarang Scandinavian lampau, para penyair, para penulis tidaklah terpisahkan dan eksklusif. Dari awal, fungsi mereka, tugas mereka tanggung jawab mereka telah diputuskan oleh kita semua.

Kemanusiaan telah melewati sebuah waktu membingungkan, abu-abu dan sunyi senyap. Pendahulu saya yang hebat, William Faulkner, berbicara di sini, menurutnya, tragedi ketakutan manusia yang universal dimana sangat lama terpelihara karena di sana tak ada lagi semangat. Maka dari itu hanya hati manusia dengan konfliknya sendiri yang nampaknya layak untuk dituliskan.

Faulkner, lain dari pada orang kebanyakan. Ia sadar  bahwa kekuatan manusia sama laiknya kelemahan manusia. Dia tahu bahwa pemahaman dan resolusi atas rasa takut adalah seluas-luasnya alasan adanya para penulis.

Ini sama sekali bukan lagi sesuatu yang baru. Komisi penulis lama sama sekali tak berubah. Dia harus melanjutkan dengan  diisi banyak pertunjukan kesalahan-kesalahan yang amat pahit serta kegagalan, dengan menariknya ke dalam cahaya kegelapan dan mimpi buruk menuju perbaikan.  

Lebih lanjut, penulis dikirim untuk menyatakan dan merayakan  manusia mampu membuktikan kapasitas atas keteguhan hati dan semangat, keberanian untuk mengalahkan, keberanian, empati dan cinta.

Pada titik akhir perang melawan kelemahan dan keputus-asaan, berkibarlah bendera yang terang harapan dan emulasinya.

Saya yakin bahwa penulis yang tidak percaya bakatnya andil dalam kesempurnaan manusia, tidak memiliki dedikasi atau keturutsertaan di dalam kesusastraan.

Ketakutan universal sekarang ini adalah hasil dari gelombang kemajuan pengetahuan kita dan manipulasi atas faktor-faktor yang membahayakan di dalam dunia nyata kita.

Adalah suatu kebenaran bahwa fase lain pemahaman belum sesuai benar dengan langkah besar ini, tapi tak ada alasan untuk menunda bahwa mereka tidak bisa atau tidak akan digambarkan berdekatan. Tentu, ini adalah bagian dari tanggung jawab para penulis bahwa mereka mampu.

Di dalam sejarah panjang kemanusiaan yang membanggakan berdiri menghadapi musuh-musuh alami, terkadang dalam menghadapi kekalahan dan kepunahan kita dengan pengecut dan tolol meninggalkan medan pertempuran pada malam kemenangan terbesar kita.

Dapat dipahami, Saya telah membaca hidup Alfred Nobel, pria soliter, pembaca tekun dan sorang pemikir. Dia dengan sempurna menemukan peledak yang dahsyat, bisa menjadi baik atau setan yang merusak, akan tetapi dengan sedikit pilihan, tak teratur oleh kesadaran atau penilaian.

Nobel menyaksikan kekejian dan peristiwa berdarah dari penyalahgunaan temuannya.  Dia mungkin telah mengetahui akhir dari daya upayanya adalah jalan untuk kekejaman yang luar biasa dan berakhir dengan kerusakan. Angin kabur mengabarkan bahwa Nobel menjadi sinis, tapi saya tidak yakin untuk itu. Saya yakin Nobel berupaya sangat keras untuk menemukan pengendalinya. Saya fikir, Nobel menemukannya di dalam hati dan pikiran manusia. Bagi saya, pikiran-pikiran Nobel sangat jelas dapat diketahui melalui  kategori penghargaan ini.

Mereka menawarkan untuk meningkatkan dan melanjutkan pengetahuan manusia dan dunianya untuk saling memahami dan berkomunikasi, yang tak lain dan tak bukan adalah fungsi sastra. Dan mereka menawarkan demonstrasi dari kapasitas perdamaian untuk semuanya.

Kurang dari 50 tahun kematiannya, bentang-bentang alam dapat dimanfaatkan akan tetapi kita dihadapkan pada pilihan yang amat sulit nan buruk.

Kita telah merebut banyak kekuatan yang telah tuhan anugerahkan.

Rasa takut dan ketidaksiapan, kita asumsikan bahwa itu kehendak tuhan melebihi hidup dan mati dari seluruh dunia dari segala yang hidup.

Bahaya, kejayaan, pilihan terakhir sepenuhnya ada di tangan manusia. Ujian atas kesempurnaannya ada di tangannya.

Dengan mengambil kekuatan Tuhan, kita harus mencari di dalam diri kita tanggung jawab dan kearifan suatu kali kita panjatkan doa ke beberapa dewa-dewi.

Manusia, dirinya sendiri telah menjadi bahaya terbesar kita dan satu-satunya harapan kita.

Jadi, hari ini, Tuan John sang utusan tuhan dapat di parafrasekan dengan baik..

Akhir kata, kata adalah manusia dan kata adalah selalu bersama manusia..

Baca juga tulisan tentang pidato kebudayaan Bob Dylan di sini

Leave a Comment

Datasiana Reportasiana Swarasiana Translasiana
kulon progo
Pembangunisme dan Mereka yang Terusir dari Tanahnya Sendiri
para pemain dan kru film mata jiwa
Melihat Lebih Jernih Kehidupan Kelas Dua Kota Jakarta dengan Mata Jiwa
karangan bunga fadli zon
Meniru Hidup Hemat dan Sederhana dari Fadli Zon
Usia 24 Bagi Seorang Perempuan
Yang Menyebalkan di Usia 24 Bagi Seorang Perempuan
Larangan Bersedih Bagi Jomblo di Republik Ngapak
Doa Pilihan untuk Jomblo
Lima Do’a Pilihan untuk Jomblo di Malam Takbiran
4 Gaya dalam Mencintai
4 gaya dalam mencintai yang Dilakukan Orang Modern ini
Lambang_PKI
Kebangkitan PKI, Diskusi, dan Musuh-musuh Imajiner Kita
Kesadaran magis
Dari Paradigma Reformasi ke Transformasi: Peta Kesadaran Freire
Renungan Calon Sarjana
Dari Bung Kris, untuk Calon Sarjana
sufi dan surga
Pesan dari Para Sufi tentang Amal Ibadah dan Surga
Malam Jum'at Sunnah Rasul
Malam Jum’at dan Sunnah Rasul bagi Jomblo
hijrah
Spirit Hijrah yang (bisa) Salah Arah
wanita zaman jahiliyah
Fakta Lain Seputar Derajat Wanita pada Zaman Jahiliyah dan Adab pada Keluarga Rasulallah
para pemain dan kru film mata jiwa
Melihat Lebih Jernih Kehidupan Kelas Dua Kota Jakarta dengan Mata Jiwa
kegiatan temu pendidik
Inspirasi itu Mengalir dari Wadas Kelir
guru merdeka belajar
“ Mudik”, Merangkai Niat Baik dengan Semangat Kolaboratif
Pustaka Warga
Komunitas Literasi, Minat Baca, dan Kenapa Pustaka Warga