Pokemon Itu Haram

Pokemon Itu Haram.

Bermain adalah aktivitas yang menggembirakan. Bahkan untuk mereka yang sudah tak lagi kanak-kanak. Permanian, bagi anak kecil, menyuguhkan ruang imaji yang memang menggelora. Sementara bagi yang sudah tidak lagi muda, permainan membuatnya dapat bermanja dan bernostalgia. Itu adalah argumentasi sekaligus pembelaan mereka yang sudah kaplak tetapi masih saja main game. Sementara bagi saya, orang tua yang masih tega bermain game, apalagi game anak kecil, itu ya hanya  pelarian atas kenyataan!

 

Hari-hari ini jagad raya sedang digunjang oleh demam Pokemon Go. Sebagai bangsa yang latah, tentu kita tak pernah mau ketinggalan trend. Imbasnya, Pokemon Go telah membelah nuswantoro kita ini menjadi dua bagian yang simetris. Satu bagian adalah mereka yang kedanen pokemon sementara satu bagian lagi adalah mereka yang tidak tahu kalau sekarang Pikachu bisa ditemukan didekat sikring listrik rumah kita.

Kondisi yang demikianlah yang membuat pagi-pagi begini, setelah mengqodo sholat subuh, saya duduk bertafakur di depan layar monitor untuk meluruskan umat. Perlu kita ketahui, bahwa mata, telinga, dan seluruh panca indra kita tidak pernah objektif untuk menilai sesuatu. Bahkan untuk sekedar bersepakat bahwa Kangtoer itu ngganteng saja kita tak pernah kuasa. Maka sebab itu kita perlu mendasarkan segala pandangan pada tali Allah.Agar sesuai syariat.

Pokemon, Doremon, Digimon, Slempakmon atau apalah itu pada mulanya adalah sesuatu yang tidak diperintah sekaligus juga tidak dilarang dalam agama. Sehingga kalau begitu kita bisa menghukuminya boleh atau boleh juga makruh. Hal itu setingkat dengan ketika kita nonton chanel Youtubenya Ustads Felix dengan penuh kontemplasi yang sejenak membuat dada sesak dengan semangat berhijrah. Dasaranya begini “.. dan Allah menghalalkan bagi mereka segala yang baik dan mengharamkan bagi mereka segala yang buruk..” (QS. al-A’raaf: 157).

Tetapi pokemon kekinian telah mengalami revolusi yang imbasnya lebih mengerikan dari revolusi Perancis besutan Dinasti Rothschild pada 1789 lalu. Sebab kengerian itu kita mesti sepakat bahwa Pokemon itu haram! Berikut adalah hujjah atasnya:

Memabukkan dan membikin kecanduan

Semua yang memabukkan adalah khamr, dan semua khamr adalah haram”[HR. Muslim]. Bermain Pokemon dapat membuat seseorang kranjingan. Saban hari hidupnya didedikasikan untuk mempertemukan Pidgey, Kabuto, Meganium, Pikachu, dan ratusan teman sejawatnya. Ia mondar-mandir kesana kemari tak tentu dan tak tau waktu untuk mencari safari zone, zona dimana pokemon bisa ditangkap. Singkatnya Pokemon Go bisa membuat pemainya lupa diri, anak istri, deadline skripsi, dan aneka agenda penting lainya. Kalau sudah begini maka tidak lagi ada alasan untuk mengelak, bahwa pokemon juga memabukkan. Dan tiap yang memabukkan itu haram!

Membahayakan diri

Dari Abu Sa’id Sa’d, mendengar Rasulallah bersabda “Tidak boleh ada bahaya (diri sendiri)  dan tidak boleh membahayakan orang lain”. Berlaku aniaya baik terhadap diri sendiri maupun orang lain adalah seburuk-buruk perbuatan tercela.

Pada akhirnya Pokemon Go akan membawa pemainya menuju jalan syetan itu. Naudzubillah… Konsepnya yang menggabungkan dunia game dengan dunia nyata, membuat para pemain harus berlarian mengejar pokemon jika tak mau pokemon incaranya kabur. Imbasnya dia harus masuk ke tempat-tempat yang belum tentu aman. Celakanya aktivitas itu harus dilakukan sambil terus menatap layar ponsel. Ini jelas amat berbahaya. Coba bayangkan saja, saat Articuno tiba-tiba nampak dijalan raya dan kamu harus segera mengejarnya dengan menghunus pokeball. Bisa ketabrak kamu. Atau jika tanpa sengaja Moltres terbang ke salah satu rumah, namun setelah kamu dekati ternyata rumah itu adalah rumah mantanmu. Hiiiii

Gharar

Gharar atau al-gharar secara bahasa berarti al-mukhatharah (pertaruhan) dan al-jahalah (ketidak jelasan). Jadi gharar menjadi haram jika dilakukan pada laku perniagaan karena mengandung unsur ketidakwujudan dan penipuan. “ Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang jual beli al-hashah ( dengan melempar batu ) dan jual beli gharar.” (HR Muslim).

Dalam game pokemon kita akan dikenalkan dengan pokecoins. Itu adalah sejenis mata uang dalam dunia pokemon. Dengan pokecoins kita dapat melakukan jual beli pokemon. Dan di sinilah letak keharaman game pokemon berikutnya berasal. Jual beli adalah sesuatu yang diatur dalam agama. Wabil khusus Islam. Dalam konsep jual beli harus terjadi aqad dan barang yang diperjualkan memenuhi syarat halal. Jelas wujud dan asal-usulnya. Lah kalo jual beli pokemon?

Hawong uangnya aja nda jelas, lebih-lebih barangnya.  Bayangkan kalau itu adalah pokemon curian, atau pokemon yang dibesarkan dengan harta yang tidak halal.

Dari semua hujjah tadi rasa-rasanya tidak lama lagi, MUI dengan bekerjasama dengan beberapa ormas Islam barokah akan segera merilis fatwa haram Pokemon Go. Aamiin.

Comments(2)

  1. Kangtoer
    22/07/2016
  2. 22/07/2016

Leave a Comment

Datasiana Reportasiana Swarasiana Translasiana
Choirul Huda
Mati Bahagia a la Choirul Huda
Pribumi Indonesia
Kenapa Kanda Anies Dilarang Menggunakan Kata Pribumi?
Permasalahan Pangan Indonesia
Yang Perlu Dicatat Setelah Hari Pangan Berlalu dengan Kesunyian
Usia 24 Bagi Seorang Perempuan
Yang Menyebalkan di Usia 24 Bagi Seorang Perempuan
Larangan Bersedih Bagi Jomblo di Republik Ngapak
Doa Pilihan untuk Jomblo
Lima Do’a Pilihan untuk Jomblo di Malam Takbiran
4 Gaya dalam Mencintai
4 gaya dalam mencintai yang Dilakukan Orang Modern ini
Lambang_PKI
Kebangkitan PKI, Diskusi, dan Musuh-musuh Imajiner Kita
Kesadaran magis
Dari Paradigma Reformasi ke Transformasi: Peta Kesadaran Freire
Renungan Calon Sarjana
Dari Bung Kris, untuk Calon Sarjana
sufi dan surga
Pesan dari Para Sufi tentang Amal Ibadah dan Surga
Malam Jum'at Sunnah Rasul
Malam Jum’at dan Sunnah Rasul bagi Jomblo
hijrah
Spirit Hijrah yang (bisa) Salah Arah
wanita zaman jahiliyah
Fakta Lain Seputar Derajat Wanita pada Zaman Jahiliyah dan Adab pada Keluarga Rasulallah