Pokemon Go dan Agenda Konspirasi !

Pokemon Go akhir-akhir ini, membuka cakrawala hingar-bingar topik terbaru. Alih-alih bernostalgia dengan kartun lawas, terciptalah kegemparan publik bahwa ada games khusuzon bagi angkatan tahun 90an. Anak-anak muda berbekal hape canggih sibuk mantengin gadget sambil jalan-jalan gajelas. Lha iyalah, wong game ini seperti menggabungkan antara dunia nyata dan virtual lalu yang tersinkronkan lewat GPS. Dengan kata lain game smartphone ini berkonsep augmented-reality.

Berkat eksistensi dedek-dedek gemes (termasuk penulis) pula-lah, Pokemon Go kembali menyedot perhatian lini masa lewat ranah media sosial. Berawal dari ke-viralan, penasaran, dan keseruan yang ditawarkan sebagaimana bumbu yang cukup melenakan untuk segera mencobanya. Game ini memacu interaksi fisik-non fisik. Jelas ini berdampak positif bagi lingkup kehidupan sosial. Para pecandu game yang anti sosial dipaksa keluar rumah, mengembara demi klaim Master Pocket Monster Trainer.

Kira – kira, dengan adanya gegap gempita tersebut pastilah ada banyak "kepentingan" terselubung. Tak bisa ditutup-tutupi lagi! Berikut adalah rinciannya :

 

1. Pokemon adalah ejahwantahan inovasi

Satoshi Tajiri pada tahun 1995 menciptakan Game ini karena terinspirasi masa kecilnya yang suka mengoleksi serangga. Dalam pikiran beliyau mungkin begini, berhubung semakin gencarnya pelestarian hewan langka dan dilindungi, maka dibuatlah versi virtual dengan berbagai modifikasi yang kaya fitur lagi menyenangkan.

 

2. Berkelana dengan jalan kaki, dapat mengurangi depresi.

Hal tersebut diamini oleh penelitan psikolog, bahwa dengan berjalan-jalan santai dapat mengurangi tingkat depresi setelah penat menjalani rutinitas seharian. Tentu aktifitas yang mengeluarkan keringat bisa jadi tolak ukur bahwa game ini bisa dikategorikan game yang menyehatkan.

 

3. Melatih skill multi-tasking

Gamers yang baik adalah mereka yang sanggup melakukan berbagai macam hal dengan lancar. Termasuk kalau lagi mau njemput gebetan, fokusmu dua. Satu ke arah rumah do'i, satunya ke arah pokemon.

 

4. Mempertajam kewarasan

Seringkali bad news dalam hal apapun pastilah ada, termasuk orang yang memandang mereka sebagai orang aneh, mantengin hape sambil blusukan ke rumah orang sampe ke tengah jalan dan menimbulkan kemacetan yang tentu merugikan khalayak ummat.

 

5. Meningkatkan potensi saling – tikung

Bagi gamers baperan ndak disarankan mencoba game ini. Soalnya kompetisinya selektif banget, mesti cepet-cepetan gitu. Masih belum dong juga? Jadi begini, Ibarat kamu dah cape-cape nyepik, jadi alarm buat ngebangunin sahur gebetan full sebulan penuh, dibelain pulang-pergi demi njemput do’i, lah kalo bukan jodoh ya ndak bisa dipaksakan. Mungkin dia udah nyaman sama yang lain. Padahal bagi angkatan 90an sudah seharusnya mereka mencari jodoh, mengingat (maaf) umur semakin bertambah, undangan nikah semakin menghujat hati yang butuh dirawat.

Penjelasan 5 point di atas sudahlah jelas bahwa ada agenda rahasia dibalik mewabahnya game smartphone ini. MAWAS DAN BERLARILAH !

Leave a Comment

Datasiana Reportasiana Swarasiana Translasiana
Choirul Huda
Mati Bahagia a la Choirul Huda
Pribumi Indonesia
Kenapa Kanda Anies Dilarang Menggunakan Kata Pribumi?
Permasalahan Pangan Indonesia
Yang Perlu Dicatat Setelah Hari Pangan Berlalu dengan Kesunyian
Usia 24 Bagi Seorang Perempuan
Yang Menyebalkan di Usia 24 Bagi Seorang Perempuan
Larangan Bersedih Bagi Jomblo di Republik Ngapak
Doa Pilihan untuk Jomblo
Lima Do’a Pilihan untuk Jomblo di Malam Takbiran
4 Gaya dalam Mencintai
4 gaya dalam mencintai yang Dilakukan Orang Modern ini
Lambang_PKI
Kebangkitan PKI, Diskusi, dan Musuh-musuh Imajiner Kita
Kesadaran magis
Dari Paradigma Reformasi ke Transformasi: Peta Kesadaran Freire
Renungan Calon Sarjana
Dari Bung Kris, untuk Calon Sarjana
sufi dan surga
Pesan dari Para Sufi tentang Amal Ibadah dan Surga
Malam Jum'at Sunnah Rasul
Malam Jum’at dan Sunnah Rasul bagi Jomblo
hijrah
Spirit Hijrah yang (bisa) Salah Arah
wanita zaman jahiliyah
Fakta Lain Seputar Derajat Wanita pada Zaman Jahiliyah dan Adab pada Keluarga Rasulallah