Sumpah Pemuda Bukan Untuk Menjadi Pemuda Sampah

sumpah pemuda

bersumpah tak menjadi sampah

Sumpah pemuda-Mempelajari sejarah adalah bagian dari manifestasi menyongsong kemerdekaan dan kesuksesan di masa depan yang sesungguhnya. Akan tetapi bukan berarti saat berbicara sejarah kemudian melupakan persiapan untuk menempuh perjalanan panjang di masa depan.

Blueprint kesuksesan masa depan adalah mempelajari masa lalu untuk membuat formula-formula yang relevan pada zamannya, saat ini dan masa depan. Bukan meratapi kesalahan-kesalahan dan mengatakan: “perjuangan sudah selesai, cukup sekian saja”. Paradigma tersebut harus segera dirubah, masa lalu adalah sebagai bumbu penyedap bukan yang memasak.

Banyak sekali momentum yang terjadi di Indonesia. Momentum tersebut lahir dari banyak sebab dan kemudian melahirkan akibat dari momentum tersebut, salah satunya adalah sumpah pemuda.

Sumpah pemuda tercetus saat Kongres Pemuda ke-2 di Jakarta. Saat itu tokoh pelopornya adalah M. Yamin. Sumpah pemuda lahir didasari atas keinginan bersama kemerdekaan dari kalangan anak muda. Kemerdekaan bukan hanya berarti deklarasi Indonesia bebas dari penjajah secara fisik, melainkan anak-anak muda Indonesia yang bersatu atas dasar keyakinan bersama untuk mewujudkan Indonesia yang sebenar-benarnya merdeka. Merdeka yang berdaulat tanpa intervensi dan penjajah di negeri sendiri. Termasuk, keserakahan para rente yang mencoba menodong dari belakang hanya untuk kepentingan pribadi dan kelompoknya semata. Oleh karenanya, Soekarno pernah berpesan bahwa: “yang diperlu diwarisi dari sumpah pemuda bukanlah abu sejarahnya, melainkan ambillah warisan api semangatnya”.

*Generasi Anak Muda*

Perubahan adalah bagian dari keniscayaan bagi orang yang menikmati proses. Dari zaman ke zaman lahir generasi baru. Generasi yang akan siap merespon atas kejadian dan kondisi pada zamannya.

Paling tidak, generasi-generasi tersebut dapat dibagi menjadi sejumlah generasi: Generasi Era Depresi, Generasi Perang Dunia II, Generasi Pasca-PD II, Generasi Baby Boomer I, Generasi Baby Boomer II, Generasi X, Generasi Y alias Milenial, lalu Generasi Z. Pemetaan tersebut dilakukan oleh sosiolog Amerika. Dan katanya, saat ini generasi Z mulai tumbuh dan akan bersiap mewarnai dunia.

Generasi millenial yang lahir pada dua generasi era millenium, dimana generasi ini menikmati asiknya transformasi teknologi pada tahun 1980 hingga menjelang tahun 2000. Setidaknya saat ini generasi millenial berumur 17 sampai 37 tahun.

Setelah lahirnya generasi X, pasca generasi Y yang dikenal sebagai generasi millenial, saat ini sudah lahir generasi Z. Generasi yang mana: “wellcome to digital generation”. Sejak lahir sudah dikenalkan smartphone, dan benda-benda “smart” lainnya.

*Anak Muda dan Bonus Demografi*

Bonus demografi adalah fakta yang harus dihadapi bagi anak muda hari ini. Namun sebenarnya yang perlu dihadapi adalah bukan bagaimana cara bersaing dengan sesama anak bangsa, anak muda asing atau bahkan sesama manusia. Melainkan bersiaplah bersaing dengan kecerdasan teknologi.

Kecerdasan teknologi semakin hari semakin mendekati kesempurnaannya. Namun tenang saja, perspektif kesempurnaan itu hanya ilusi dan semu. Seperti halnya bagaimana kita dulu membayangkan betapa hebatnya jika kita bisa berhubungan dan berbagi kabar tanpa harus bertemu.

Anak muda yang membludak menjadi berkah jika benar-benar dimanfaatkan untuk kemajuan bersama. Sebab Soekarno pun mempercayai, jika orang tua mampu mengangkat gunung maka anak muda dapat dengan sekejap mengguncang dunia. Anak muda yang imajinatif, penuh dengan spirit aplikatif dari buah pemikirannya adalah mimpi besar yang harus terelisasi untuk menjadikan Indonesia yang makmur.

Kepercayaan anak muda dapat mengguncang dunia harus menjadi kepercayaan kolektif, dari kepercayaan itulah timbul sugesti positif untuk membuat proses kearah yang diimpikan. Akan tetapi sering ditemui, simbiosis mutualisme masih jauh dari kata ideal. Baik simbiosis antar anak muda maupun simbiosis antar generasi. Lagi-lagi ego sekroral sebagai permasalahan klasik untuk mewujudkan kemerdekaan yang otentik, makmur secara kolektif.

Menyongsong bonus demografi yang akan terjadi dalam beberapa tahun ini, harus segera dirancang agar anak muda segera mendapatkan posisi nilai tawar. Anak muda harus segera bangkit secara kolektif untuk merancang strategi menyiapkan bonus demograsi. Nilai tawar tersebut akan sukses jika kerjasama antar generasi berjalan dengan baik, dan sadar akan pentingnya sumberdaya yang terintegarasi.

*Siap, Sedia, dan Lari!*

Banyak orang yang meremehkan anak-anak muda yang suka galau dan melulu bicara cinta atas respon kasmaran terhadap pasangan idaman dalam bayangannya. Justeru sebenarnya, jenis-jenis anak muda semacam itu tidak perlu direspon secara serius. Sebab barangkali proses yang sedang dilalui oleh anak-anak muda tersebut hanya mampu menemukan kondisi semacam itu, dan karena kemampuan hanya sampai sebatas itu maka akan sulit menjangkau ekspektasi orang-orang yang meremehkan. Dan belum tentu, suatu saat nanti orang yang meremehkan tersebut akan menikmati keasikan dunia-dunia yang pernah dirasakan oleh anak muda tersebut.

Setiap orang memiliki jalan ceritanya masing-masing. Akan tetapi tidak banyak yang dapat memanfaatkan proses jalan ceritanya tersebut untuk mendapatkan kesuksesan di masa depan. Keunikan jalan cerita setiap orang harus dimanfaatkan, apapun dan bagaimanapun itu. Apa salahnya menjemput masa depan dengan bermula dari cerita masa lalu yang: “menangis di kamar akibat dari fenomena diputus pacar karena kesalahan sepele lupa mengingatkan makan”?

Anak muda hari ini harus mulai menyadari bahwa kebangkitan untuk merengkuh kesukesan bukan hanya tumbuh dari akar yang mewah. Setiap anak muda memiliki hak untuk dari mana, kapan, dan bagaimana dia memulainya. Dari tanah yang gambut pun, banyak tersimpan emas dan berlian.

Sumpah pemuda kali ini sebagai wujud membakar kembali api-api semangat untuk menyiapkan masa depan. Setiap zaman memiliki cara pandang yang berbeda untuk mendapatkan masa depannya. Jika dulu pekerjaan di bagian pelayanan menjadi hal yang paling digandrungi, maka saat ini pekerjaan di bagian di pelayanan akan segera punah. Akan tetapi saat ini diantara usaha yang ada, membuka usaha yang bergerakan di bidang pelayanan adalah hal yang sangat prospectus.

Hanya anak muda yang masa lalunya digunakan sebagai ratapan (bukan pembelajaran) lah yang akan sulit merengkuh masa depan. Tembok yeng terbentang di depan bukan berarti berhenti dan berbalik arah. Carilah jalan keluar, meski harus melewati samping dengan menempuh jalan yang lebih panjang.

Anak muda kreatif dan imajinatif telah muncul cukup banyak, mereka-mereka ini yang sudah merespon dengan baik untuk masa depannya. Anak muda harus segera reform dari cara lama yang tidak adaptif sebagai bagian dari merespon zaman.

Mari saatnya sadar akan penting merespon perubahan zaman yang dinamis, dipelajari bukan diratapi. Semoga kita semua mampu merespon semua itu.

Ditulis oleh Mulkan Putra Sahada, anak yang lahir di generasi Millenial. Menariknya, perhatiannya lebih banyak di kopersi yang tidak banyak generasi ini mengidamkannya. Oleh karenanya, keterlibatan generasi millenial untuk segera telibat dalam koperasi adalah mimpi besarnya.

Penulis: Mulkan Putra Suhada [Nak zaman now, pegiat ekonomi koperasi dan IMM]

Leave a Comment

Datasiana Reportasiana Swarasiana Translasiana
karangan bunga fadli zon
Meniru Hidup Hemat dan Sederhana dari Fadli Zon
jalan dan pahlawan
Mengenang Pahlawan dengan Nama Jalan
Jangan Bersedih
Jangan Bersedih, Ketawain Aja Keleus !
Usia 24 Bagi Seorang Perempuan
Yang Menyebalkan di Usia 24 Bagi Seorang Perempuan
Larangan Bersedih Bagi Jomblo di Republik Ngapak
Doa Pilihan untuk Jomblo
Lima Do’a Pilihan untuk Jomblo di Malam Takbiran
4 Gaya dalam Mencintai
4 gaya dalam mencintai yang Dilakukan Orang Modern ini
Lambang_PKI
Kebangkitan PKI, Diskusi, dan Musuh-musuh Imajiner Kita
Kesadaran magis
Dari Paradigma Reformasi ke Transformasi: Peta Kesadaran Freire
Renungan Calon Sarjana
Dari Bung Kris, untuk Calon Sarjana
sufi dan surga
Pesan dari Para Sufi tentang Amal Ibadah dan Surga
Malam Jum'at Sunnah Rasul
Malam Jum’at dan Sunnah Rasul bagi Jomblo
hijrah
Spirit Hijrah yang (bisa) Salah Arah
wanita zaman jahiliyah
Fakta Lain Seputar Derajat Wanita pada Zaman Jahiliyah dan Adab pada Keluarga Rasulallah
kegiatan temu pendidik
Inspirasi itu Mengalir dari Wadas Kelir
guru merdeka belajar
“ Mudik”, Merangkai Niat Baik dengan Semangat Kolaboratif
Pustaka Warga
Komunitas Literasi, Minat Baca, dan Kenapa Pustaka Warga