Surat Terbuka untuk Seluruh Aktivis KM UMP

Surat Terbuka untuk Seluruh Aktivis KM UMP – Kepada Tuan-tuan Aktivis KM UMP yang disayangi Pak Rektor. Ohya maaf, atas kelalaian saya mengucapkan salam. Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Teriring do’a bersama diterbitkannya surat ini untuk kalian semua. Semoga uang bulanan kiriman orang tua terus lancar. Agar bisa menopang perjuangan kalian dalam memimpin perjuangan mahasiswa. Kelompok cerdik pandai yang konsisten mengawal perjalanan bangsa.

Lalu bagaimana kabarnya, sehat dan baik-baik saja kan? Semoga pikiranmu tetap fresh setelah semalam begadang sambil adu urat dan otot? Ya saya tentu berharap kalian baik-baik saja. Badan kalian masih tetap bugar untuk merancang follow up sengketa. Serta otak kalian masih tokcer guna dalam meramu strategi revolusi.

Yang saya hormati Aktivis Kampus calon pembaharu bangsa. Pada kesempatan yang serba terbatas ini juga saya berharap kalian diberi kelancaran dalam menjalankan ibadah shaum. Semoga puasamu menjadi pembuka kesadaran akan ketimpangan ekonomi Indonesia yang indeks gininya menganga di angka 0,4.

Kawan-kawan yang saya segani, masih ingatkah betapa marahnya kalian pada oknum yang mengkorupsi dana Al Qur’an? Mereka yang disumpah di bawah kitab suci untuk menjaga amanat suci rakyat justru mengkorupsi pengadaan kitab tersebut. Kalau kalian masih ingat, saya harap ingatan itu akan mengantarkan kalian pada pribadi yang kelu lidahnya saat bersumpah palsu atas nama Tuhan di bawah haribaan kitab suciNya.

Lalu masih ingat kan bagaimana dulu kalian berorasi lantang tentang betapa culasnya pemerintah negara mempermainkan konstitusi? Kalian mengutuk nepotisme dan tribalisme yang karenanya kepentingan kelompok berdiri mengangkangi kepentingan rakyat. Saya harap apa yang kalian teriakkan dulu masih diingat agar kalian tak silap jika dekat dengan kekuasaan. Semoga kalian tak mudah goyah keyakinannya hanya karena tekanan senior yang sudah menjelma serupa Nabi: kami dengar dan kami patuh.

Atau masih ingatkah kalian? Bagaimana diskusi yang konklusinya sudah disepakati bahkan sebelum dimulai: pemerintah tidak independen, digelar berjam-jam? Kritik tajam menukik lancar dari mulut-mulut kalian yang piawai menyusun retorika, tentang bagaimana pemerintah negeri ini didikte asing, aseng, dan asung.

Atau jika itu sudah terlalu lama untuk diingat, sanggupkah kalian mengingat argumentasi ketika peraturan pemilwa melarang intervensi dosen? Kalian begitu runtut, tartil, dan heroik menjelaskan makna nilai independensi yang di usung KM UMP. Lalu kemanakah semua argumentasi itu saat forum Konggres Mahasiswa yang kalian banggakan itu justru menggelar karpet merah untuk mereka yang bahkan bukan bagian dari civitas akademika kampus biru?

Saya harap itu bukan karena kalian gampang lupa pada aturan yang memberatkan kelompok sendiri.

Para Aktivis Kampus yang (semoga) hidupnya dirahmati Allah. Ijinkanlah saya untuk kembali bertanya, di manakah kegarangan kalian yang sempat ditunjukkan ketika menilai pemerintah menelantarkan amanat rakyat? Aparatus pemerintah yang menggunakan uang negara untuk plesiran berkedok studi banding. Apakah kegarangan itu hanya berlaku untuk pemerintah atas rakyatnya? Sementara lembaga tinggi pada mahasiswanya bebas menggunakan dana kemahasiswaan untuk bermanuver nan akrobatik demi syahwat politik kekuasaan?

Rasa-rasanya, belum lama kalian mencibir elit politik negeri ini yang menunggangi massa hanya untuk rebutan jabatan semata. Apakah cibiran itu tidak juga berlaku untuk sekelompok cendikia penggebrak meja demi tercapainya orgasme politik?

Belum lama pula, saya mendengar kalian mengajari betapa persatuan elit politik negara mendesak dilakukan—mengesampingkan rebutan jabatan, demi kemaslahatan masyarakat luas. Apakah kalian anggap pelajaran tentang elan kebangsaan yang kalian berikan pada elit politik negeri ini tidak ada relevansinya dengan student government. Sebentuk pemerintahan mahasiswa yang kalian bangga-banggakan di hadapan para senat itu?

Yang saya muliakan para Aktivis KM UMP yang malam-malamnya digunakan untuk memikirkan dinamika kampus. Sebagai penutup surat terbuka ini saya ingin memohon, berikanlah contoh sederhana pada para elit negeri ini, bagaimana seharusnya sebuah kepemerintahan dijalankan.

Kalaupun memukul meja, mencaci, dan melegalkan kemufakatan jahat, itu semua adalah cara terbaik mendidik penguasa tentang bagaimana bangsa Indonesia seharusnya dijalankan maka lakukanlah. Lakukanlah dengan sepenuh kesungguhan.

Semoga perjuangan kalian tidak sia-sia, dan dilipatgandakan pahalanya di bulan puasa kali ini.

Salam jihad untuk saudara semua yang sedang berperang meniru apa yang Rasulallah lakukan.

Wassalamualaikum Wr. Wb.

Yang bukan siapa-siapa,

Fajar

Leave a Comment

Datasiana Reportasiana Swarasiana Translasiana
Choirul Huda
Mati Bahagia a la Choirul Huda
Pribumi Indonesia
Kenapa Kanda Anies Dilarang Menggunakan Kata Pribumi?
Permasalahan Pangan Indonesia
Yang Perlu Dicatat Setelah Hari Pangan Berlalu dengan Kesunyian
Usia 24 Bagi Seorang Perempuan
Yang Menyebalkan di Usia 24 Bagi Seorang Perempuan
Larangan Bersedih Bagi Jomblo di Republik Ngapak
Doa Pilihan untuk Jomblo
Lima Do’a Pilihan untuk Jomblo di Malam Takbiran
4 Gaya dalam Mencintai
4 gaya dalam mencintai yang Dilakukan Orang Modern ini
Lambang_PKI
Kebangkitan PKI, Diskusi, dan Musuh-musuh Imajiner Kita
Kesadaran magis
Dari Paradigma Reformasi ke Transformasi: Peta Kesadaran Freire
Renungan Calon Sarjana
Dari Bung Kris, untuk Calon Sarjana
sufi dan surga
Pesan dari Para Sufi tentang Amal Ibadah dan Surga
Malam Jum'at Sunnah Rasul
Malam Jum’at dan Sunnah Rasul bagi Jomblo
hijrah
Spirit Hijrah yang (bisa) Salah Arah
wanita zaman jahiliyah
Fakta Lain Seputar Derajat Wanita pada Zaman Jahiliyah dan Adab pada Keluarga Rasulallah