Susur Sungai di Purbalingga, Alternatif Kebahagiaan dengan Harga Murah

Susur Sungai Purbalingga

Awali dan Akhiri kegiatanmu dengan berfoto bersama

Menurut penelitian, orang akan merasa bahagia lebih lama saat membeli pengalaman ketimbang membeli barang. Soal ini alasanya apa, pernah diulas mendalam oleh Farid gaban, chief in editor Geotimes. Cari sendiri kalo nda percaya. Pointnya kalau uangmu dibelikan barang, itu senengnya bentar. Beda sama kalau beli pengalaman, senengnya bisa berminggu-minggu bahkan menahun.

Bebarapa hari lalu, saya ingin membuktikan kebenaran riset itu. Saya beli pengalaman dalam rupa jelalah alam. Tentu, karena belum sejahtera,  belinya ya yang terjangkau saja: susur sungai.  Saya tidak pergi sendiri tentu saja, melainkan bareng sama gerombolan eh rombongan saya. Tujuan kami adalah Desa Panusupan, Rembang. Bukan, bukan Rembangnya Gus Mus, tapi Rembang yang terletak di kota Purbalingga yang sudah perwira lagi itu.

Minggu (16/7) jam sembilan pagi kami berangkat menuju lokasi. Setelah semalam menginapi tempat teman di Purbalingga. Perjalanannya lumayan jauh, sekitar satu jam. Melewati aspal berliku, turunan, tanjakan dan jurang dalam dengan jalanan sempit. Maka saya sarankan, jika mau kesana, pakai motor. Jangan jalan kaki. Capek.

Naik motor juga mesti hati-hati. Harus tau kapan ngegas, kapan ngerem. Dan, yang paling penting jangan lupa baca bismillah dan tetap  steykul. tidak usah kebanyakan foto. Ndeso.

Selama perjalanan kita sudah bisa bertadabbur alam, sambil merenungi ciptaan Allah. Jalan yang kadang naik, kadang menukik, persis hidupmu membuat kita senantiasa mengingat Allah (dalam bentuk istighfar). Sementara jurang yang menganga di kiri-kanan jalan itu mengingatkan kita untuk berhati-hati dalam hidup. Terpleset sedikit, bisa ambyaar.

Singkat cerita kami sampai di lokasi sekitar jam 10 pagi, saat suasana masih sepi. Lokasi ini punya dua menu wisata penting, pertama adalah puncak bukit dengan udara yang sejuk, view yang indah, serta spot untuk poto yang dijamin instagenik dan upload-able. Yang kedua, yang tak kalah pentingnya, adalah susur sungai, spot yang sudah kami pilih jauh-jauh hari.

Susur sungai di sana terdiri dari tiga rute, setiap rute ditempuh dengan rerata satu atau dua jam. Tergantung dari frekuensi selfi dan poto-poto yang kamu lakukan. Kalau dikit-dikit cekrek dan nyangking lima biji power bank, satu rute bisa seharian. Untuk biaya relatif murah, satu rute sekitar 30 ribu rupiah. Bisa naik dan turun, suka-suka yang jaga. 

Hari itu kami cukup ambil satu rute saja dulu. Secara kami inikan generasi millenial yang jarang olahraga, kalau langsung ambil tiga rute sekaligus takutnya ada yang smaput.

Ohya di sana keamanan kita dijaga kok. Sebelum nyemplung sungai musti pakai pelampung dan helm. Kami pun siap untuk menyusuri sungai. Pemandunya ada dua orang,  saya lupa namanya. Mereka sangat cekatan menjelajahi sungai, maklum lah namannya juga pemandu. Tapi anehnya selama perjalanan mereka tidak menyanyikan satu lagupun.

Setelah sampai di bibir sungai, adventure-pun segera dimulai. Hawa dingin air sungai menyapa saat kaki kami menginjaknya untuk yang pertama kali. Nyessst. Kami berenang-renang kecil, sekadar basa basi perkenalan.  

Susur Sungai Purbalingga

meskipun kedua tangan terlihat mengepak, kami tak berniat ingin terbang

Kontur sungai di sana sangat terjal dengan tebing di kiri-kanan, menjulang tinggi menghalangi sinar matahari. Batu kali besar dengan  permukaan licin membuat kami harus berhati-hati, agar jangan sampai nginjak batu sembarangan. Apalagi nginjak kedaulatan rakyat.

Debit air sebenarnya kecil, sebagian berupa genangan yang tidak terlalu dalam. Jadi jangan  khawatir ketemu buaya, karena buaya malas hidup di kali semacam itu. Berenang dikit moncongnya akan kepantuk batu. Bisa mimisan itu.

Air sungai memang bukan daya tarik utama, hanya semacam pelengkap saja. Praktis, pelampung sebenarnya tidak penting kecuali jika kamu benar-benar tidak bisa berenang. Lanskap medan sungai yang menanjak dan sarat bebatuan, ditambah tebing batu dikiri kanan adalah daya tarik utama susur sungai ini.

Kami mencoba manjat tebing setinggi tiga meter tanpa alat pengaman, sangat menantang. Bisa merayap ditebing layaknya spiderman. Kalau kamu jadi pemimpin, tempat ini cocok untuk melihat karakter anak buahmu. Nanti kelihatan siapa yang nekat dan tidak.

Susur Sungai Purbalingga

Pastikan kamu menginjak batu, bukan kepala temanmu

Ok lanjut. Kami menyusuri rute sekitar dua jam, maklum karena kami ini generasi milenial yang taat. Jadi jalan dikit cekrek, naik dikit cekrek. Ini demi kepentingan publik, maksudnya kami mau pamer ke publik. hehe

Setelah puas kami kembali ke posko, lalu makan Pop mie dan kopi hitam. Sebentuk menu domestik yang justru mengurangi kegagahan ketika dikonsumsi di alam bebas. Tapi mau bagaimana lagi, perut sudah lapar.

Setelah mandi dan shalat kami bergegas lalu pulang. Di perjalanan, saya coba merenungi kebenaran riset itu. Dan, ternyata benar. Uang 25 ribu buat beli tiket telusur sungai ternyata senengnya lama. Coba uang segitu buat beli iPhone 7. Malah jadi sedih kita.

Leave a Comment

Datasiana Reportasiana Swarasiana Translasiana
karangan bunga fadli zon
Meniru Hidup Hemat dan Sederhana dari Fadli Zon
jalan dan pahlawan
Mengenang Pahlawan dengan Nama Jalan
Jangan Bersedih
Jangan Bersedih, Ketawain Aja Keleus !
Usia 24 Bagi Seorang Perempuan
Yang Menyebalkan di Usia 24 Bagi Seorang Perempuan
Larangan Bersedih Bagi Jomblo di Republik Ngapak
Doa Pilihan untuk Jomblo
Lima Do’a Pilihan untuk Jomblo di Malam Takbiran
4 Gaya dalam Mencintai
4 gaya dalam mencintai yang Dilakukan Orang Modern ini
Lambang_PKI
Kebangkitan PKI, Diskusi, dan Musuh-musuh Imajiner Kita
Kesadaran magis
Dari Paradigma Reformasi ke Transformasi: Peta Kesadaran Freire
Renungan Calon Sarjana
Dari Bung Kris, untuk Calon Sarjana
sufi dan surga
Pesan dari Para Sufi tentang Amal Ibadah dan Surga
Malam Jum'at Sunnah Rasul
Malam Jum’at dan Sunnah Rasul bagi Jomblo
hijrah
Spirit Hijrah yang (bisa) Salah Arah
wanita zaman jahiliyah
Fakta Lain Seputar Derajat Wanita pada Zaman Jahiliyah dan Adab pada Keluarga Rasulallah
kegiatan temu pendidik
Inspirasi itu Mengalir dari Wadas Kelir
guru merdeka belajar
“ Mudik”, Merangkai Niat Baik dengan Semangat Kolaboratif
Pustaka Warga
Komunitas Literasi, Minat Baca, dan Kenapa Pustaka Warga