Tipikal Sniper, Intelijen dan Predator Berpangkat Mahasiswa

Pergi kondangan adalah salah satu nikmat Tuhan yang sukar untuk didustakan. Apalagi buat anak kos – kosan, yang  tiap hari begulat dengan mie instan. Pergi kondangan momen perbaikan gizi yang terlalu naif untuk ditampik, dan sayang untuk ditolak. Pergi kondangan bagi anak kos – kosan adalah sebuah kemewahan.

Kemarin, saya dan teman – teman asrama menerima invitasi kondangan nikahan. Tentu ini lebih menyenangkan ketimbang undangan tahlilan. Karena variasi makanan lebih banyak dan lebih enak. Soal makan, kami selalu terdepan dan hadir duluan. Bila lihat gulai ayam, kami akan selalu lapar dan berlipat ganda.

Anak asrama itu satu spesies sama anak kos – kosan. Ada kesamaan perilaku meski tinggal beda  habitat. Ada yang hidup berkoloni di asrama, atau hidup selalu mandiri di  kamar kosan. Spesies ini agak sulit untuk ditelusur catatan historisnya, termasuk  dalam buku The Origin of The Species – nya Charles Darwin sekalipun. Carolus Linnaeus selaku bapak taksonomi dunia pun tidak mengklasifikasikan dua tipe makhluk  ini. Mungkin bliyo kalah visionir dibanding mahasiswa sekarang. Tapi tulisan ini bukan bahas asal usul mereka dari aspek ilmu alam. Saya sekadar ingin mengkelompokkan tipikal anak kosan saat kondangan yang sudah saya susun susyah payah dan serampangan. Maka dari itu, patut kiranya tipikal tersebut dijelaskan di bawah ini ;

Tipe Sniper

Sniper, adalah penembak runduk yang mampu bekerja seorang diri, menembak  dengan akurasi mematikan tanpa terdeteksi. Sniper bisa meruntuhkan moral tempur prajurit musuh. Begitu juga perilaku anak kosan kalau kondangan. Mereka biasa bekerja  sendiri dan tentu menghabiskan makanan begitu cepat dan bikin tekor yang punya hajat.

Keberadaan mereka –seperti umumnya sniper yang jago kamuflase – sulit di deteksi. Gulai ayam, rendang dan volume nasi begitu cepat berkurang entah siapa yang makan. Tau – tau abis aja. Menurut data intelejen yang berhasil dihimpun, mereka biasanya menggunkan tehnik aji mumpung dalam setiap operasi. Mereka makan hingga kenyangnya pake bangeetts.

Seperti sniper yang kuat sembunyi berhari – hari, mereka juga kuat bertahan seharian di kondangan. Mereka sabar mengincar dan membidik makanan enak di meja hingga saat yang tepat. Bila ada kesempatan mereka akan makan lagi – hibernasi – berak – makan lagi – hibernasi lagi – berak lagi – dan begitulah siklusnya sampai pasokan makanan habis. Maklum, mereka berasal dari golongan kaum lapar.

Agar tidak dicurigai mereka biasanya pandai berbasa – basi, sok kenal, sok dekat, berkumpul diantara undangan atau pura – pura nangkap pokemon. Mereka ngelakuin apa aja agar tetap dilokasi.

Perilaku mereka tidak mudah dikenali, apalagi oleh orang biasa yang tidak punya keahlian contra – sniper seperti diriku. Jadi kalau kamu enggak percaya dengan apa yang saya tulis, saya bisa memaklumi. Karena untuk mendeteksi mereka perlu keterampilan chusus.

NB : Untuk mencegah makanan habis berkelanjutan segera minta unit contra – sniper dari pos hansip tedekat.

Tipe Intelijen

Tipe kedua ini punya keahlian mengelabui panitia kondangan di atas rata – rata. Seperti umumnya agen Intelejen, mereka biasanya cerdas, tampan, cantik dan agar terlihat seperti orang punya, meski aslinya kismin. Mereka biasanya ngasih amplop meski isinya cuma 5000-an, ikut ngasih bingkisan meski itu hasil urunan satu kos – kosan atu asrama.

Mereka biasanya terlihat tenang dan tegar, meski meski menghadiri pernihakan mantan. Bila ditanya apa tujuan mereka hadir kondangan, jawabannya pasti : “ menyambung tali silaturahmi “. Padahal target sebenarnya adalah perbaikan gizi, makan sepuasnya, sekenyangnya. Tapi berhubung mereka ini agen, jati diri dan tujuan sebenarnya harus di tutup rapat –rapat.

Cara kerja mereka licin, rapi dan sulit dideteksi. Mereka menciduk daging serta lauk porsi maksimal. Setelah itu menutup tumpukan lauk dengan nasi. Kemudian setelah mengambil sepotong tempe dan sedikit sayur. Sekilas mereka cuma makan apa adanya. Cukup tempe dan sedikit sayur. Padahal kalau dibongkar itu piring pasti isinya daging semuaaa.

Meski mereka tidak seberbahaya anak kosan tipe sniper, tapi eksistensi mereka di acara kondangan tetap merugikan terutama dari aspek lauk pauk.  Tipe ini memang pengincar makanan enak, jadi targetnya hanyalah lauk – pauk saja. Dan sepertinya halnya tipe pertama, tipe kedua ini sulit diberantas karena mereka ini begitu licin dan senyap sekaligus licik seperti agen CIA, MOSSAD atau KGB.

Demi menghalau mereka tentu pihak panitia perlu melakukan kontra – intelijen dengan menyewa banyak agen, misal agen pulsa, agen asuransi atau agen tiket. Sing penting agen.

Tipe Predator

Bila kamu pernah nonton sekolompok singa mengejar rusa di channel National Geographic, kira – kira seperti itulah ilustrasi anak kosan tipe predator ini. Kombinasi anatra kecepatan dan kelaparan adalah tipologi umum dari tipe terakhir in. Tidak seperti tipe satu dan dua yang bergerak secara tunggal dan senyap, tipe predator datang bergerombol, berisik, cekakak – cekikik, dan tidak malu – malu.

Tipe ini paling berbahaya. Bila tipe pertama pergi kondangan karena lapar, tipe kedua ingin makan enak, maka tipe terakhir ini adalah kombinasi dari lapar dan ingin makan enak, plus sikap yang berani dan bergerombol. Mereka ini sudah kaya piraha di sungai – sungai amerika selatan.

Tipe ini biasanya bercokol di banyak organisasi kampus, baik itu Hima, UKM atau BEM. Atau ada juga di organ ektra kampus, misal HMI, PMII dan FMN. Anak organisasi intra kampus biasanya pandai mengorganisir, bila berangkat kondangan nyewa angkot, pick up bahkan truck. Mereka nyumbang amplop atau bingkisan hasil iuran, kemudian di salah satu sisinya di tulis pake spidol “ Kelurga Besar Unit Kegitan Mahasiswa…. “. Meski ikut ngasih amplop dan bingkisan tapi dari segi bisnis tetap merugikan, karena nilai makanan yang mereka embat jauh lebih besar dari isi amplopnya.

Lain – lagi para aktivis pergerakan. Karena banyak baca buku kiri mereka jadi progresif, idelogis dan militan (katanya). Apalagi bila yang punya hajat seniornya, atas nama solidaritas mereka siap makan apa saja. Kadang mereka puasa dulu sebelum datang ke kondangan, mensterilkan lambung agar bisa disi oleh makanan yang bergizi. Panitia kondangan biasanya iba bila mereka nggak ngasih bingkisan,  karena mereka sedang dalam posisi memperjuangkan hak rakyat kecil yang tertindas. Jadi wajar kalau gak punya uang. Tapi tetap aja, mereka ini tipe predator yang siap memberangus apa saja di meja makan. Naudzubillah….

Supaya mengurangi resiko kerugian panitia kondangan, sebaiknya melakukan beberap trik ciamik berikut :

1. Buat Undangan Terbatas

Semisal yang diundang cukup perwakilan saja. Bila tidak cukup dana, jangan sesekali tulis “ mengundang Keluarga Besar Himpunan Mahasiswa…. “ nanti yang datang bisa satu Fakultas !. Kecuali kalau yang empunya hajat merasa bermental kaya dan senang berbagi, tak apa.

2. Kemudian trik yang kedua, silahkan pikir sendiri.

Sebagai penutup, mari bayangkan apa yang terjadi jika tiga tipe mahasiswa itu ada dalam satu kondangan ? NKRI darurat ketahanan pangan !

One Response

  1. 02/08/2016

Leave a Comment

Datasiana Reportasiana Swarasiana Translasiana
Choirul Huda
Mati Bahagia a la Choirul Huda
Pribumi Indonesia
Kenapa Kanda Anies Dilarang Menggunakan Kata Pribumi?
Permasalahan Pangan Indonesia
Yang Perlu Dicatat Setelah Hari Pangan Berlalu dengan Kesunyian
Usia 24 Bagi Seorang Perempuan
Yang Menyebalkan di Usia 24 Bagi Seorang Perempuan
Larangan Bersedih Bagi Jomblo di Republik Ngapak
Doa Pilihan untuk Jomblo
Lima Do’a Pilihan untuk Jomblo di Malam Takbiran
4 Gaya dalam Mencintai
4 gaya dalam mencintai yang Dilakukan Orang Modern ini
Lambang_PKI
Kebangkitan PKI, Diskusi, dan Musuh-musuh Imajiner Kita
Kesadaran magis
Dari Paradigma Reformasi ke Transformasi: Peta Kesadaran Freire
Renungan Calon Sarjana
Dari Bung Kris, untuk Calon Sarjana
sufi dan surga
Pesan dari Para Sufi tentang Amal Ibadah dan Surga
Malam Jum'at Sunnah Rasul
Malam Jum’at dan Sunnah Rasul bagi Jomblo
hijrah
Spirit Hijrah yang (bisa) Salah Arah
wanita zaman jahiliyah
Fakta Lain Seputar Derajat Wanita pada Zaman Jahiliyah dan Adab pada Keluarga Rasulallah