Yang Perlu Dipersiapkan Jomblo di Bulan Puasa

Yang Perlu Dipersiapkan Jomblo di Bulan Puasa. Puasa sudah barang tentu Ibadah. Dan sebagaimana ibadah pada umumnya, puasa perlu dipersiapkan sedemikian rupa. Tentu kamu eh antum tidak mau kan ibadah puasanya berlalu tanpa membuahkan hasil? Jangan sampai puasa kita hanya bernilai lapar, dahaga, dan galaunya saja.

Persiapan khusus ini, diperlukan, terutama untuk orang-orang berkebutuhan khusus; Jomblo (WHO menempatkan Jomblo sebagai penyandang disabilitas).

Jomblo musti betul-betul menahan godaan, bukan hanya dari khong guan dan sirup marjan. Tapi juga dari gebetan, mantan, dan desakan kapan ke pelaminan?

Maka Mblo, sambutlah puasa dengan–setidak-tidaknya lima persiapan ini:

 

# 1. Kuota

Hingga kemudian artikel ini ditulis dan diterbitkan, peranan kuota telah menjadi sama penting dengan harta, tahta, dan wanita. Kuota yang giganya (minimal) dua digit akan membuat ibadah puasamu semakin cepattenang.

Tapi nganu, ingat, kuota tak ubahnya senjata bermata dua. Jika kau tak pandai memanfaatkannya, maka nilai puasamulah yang jadi korbannya. Hindari stalking di siang hari Mblo. Sebagai gantinya, kamu bisa streaming ceramah Mama Dedeh atau film-film Hidayah saja.

# 2. Tabungan Buka Bersama

Puasa adalah bulannya buka bersama. Mulai dari temen SD hingga Kuliah, yang se-Genk maupun yang sekomplot pasti akan berlomba-lomba dalam menyelenggarakan Bukber. So persiapkanlah dengan baik. Nabung.

Nabung masih memungkinkan, karena buka bersama, umumnya dilakukan setelah minggu kedua. Semakin sering kamu mengikuti buka bersama, semakin mudah kamu menjawab permasalahan pada point ketiga. Sapa tau kamu nemu pasangan. Setidaknya jika kita mengacu pada teori peluang.

# 3. Jawaban atas pertanyaan: Kok masih sendirian?

Laini, pertanyaan yang membuat silaturahmi jadi ajang menakutkan. Wabilkhusus untuk para Jomblo. Betapa tidak, harus berapa kali Jomblo memutar otak untuk menghasilkan jawaban atas pertanyaan yang Tuhan saja masih rahasiakan? Padahal, terutama saat menjelang lebaran nanti, puluhan handai taulan memiliki potensi melontarkan pertanyaan terkutuk itu loh.

Inget Mblo, pertanyaan itu bisa terlontar bukan hanya karena ada niat pelakunya. Tapi juga karena (dari tampangmu) ada kepantasan. Waspadalah! Waspadalah!

# 4. Buku

Ini mungkin tidak berkaitan langsung dengan hasil survei UNESCO yang menyatakan rata rata minat baca orang Indonesia cuma 0,01%. Tapi buku tetap bisa menjadi pilihan menarik para Jomblo membunuh waktu. Paling tidak agar tak terjebak dalam ritual ngabuburit yang kini telah didominasi rejim pacaran.

Ketahuilah, menghilangkan rasa laper dengan baper bukanlah pilihan yang baik.

Agar lebih relevan, kamu bisa pilih buku-buku bernuansa Islami Mblo. Baik dari segi konten maupun penulisnya. Karya monumental dari sederet penulis ngislami setamsil Felix Siaw, Tere Liye, atau Hanan Attaki bisa kamu pilih kok. Ohya, baca bukumu jangan sampai mengganggu baca Qur’anmu yang udah jadi ritual taunan itu yak.

#5.  Kelapangan hati

Mau apa lagi Mblo, masih diingatkan sahur ama iklan promag padahal usia sudah kepala dua memang menyakitkan. Lapangkan hatimu, terimalah. Semua ini hanya ujian, mohon bersabar.

 

About The Author

Reply

Datasiana Reportasiana Swarasiana Translasiana
Menilik Perjalanan Secangkir Kopi
Sekuler, Akar Istilah dan Perdebatan-perdebatan yang Menyertainya
Memo untuk Washington
Syarat Menikah itu Ada Pasangan, Mblo!
Cara Mudah Move On dari Mantan yang Sudah Kadung Dicintai ala Sigmund Freud
Yang Menyebalkan di Usia 24 Bagi Seorang Perempuan
Larangan Bersedih Bagi Jomblo di Republik Ngapak
Kebangkitan PKI, Diskusi, dan Musuh-musuh Imajiner Kita
Dari Paradigma Reformasi ke Transformasi: Peta Kesadaran Freire
Dari Bung Kris, untuk Calon Sarjana
Pesan dari Para Sufi tentang Amal Ibadah dan Surga
Malam Jum’at dan Sunnah Rasul bagi Jomblo
Spirit Hijrah yang (bisa) Salah Arah
Fakta Lain Seputar Derajat Wanita pada Zaman Jahiliyah dan Adab pada Keluarga Rasulallah
Memo untuk Washington
Melihat Lebih Jernih Kehidupan Kelas Dua Kota Jakarta dengan Mata Jiwa
Inspirasi itu Mengalir dari Wadas Kelir
“ Mudik”, Merangkai Niat Baik dengan Semangat Kolaboratif