Akuntan di Era Revolusi 4.0

 

Penyusun:

Sulistiyo Rini dan Chulaeva Naelatul Muna
Mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Sains Al-Qur’an Jawa Tengah di Wonosobo

 

Perlu diketahui bahwa perkembangan digital yang semakin pesat menjadi sinyal era automasi. Artinya, peran teknologi mulai menggeser kendali pekerjaan yang biasa dilakukan manusia. Setiap pekerjaan pasti memiliki tuntutan dan tantangan di setiap perkembangan zaman, termasuk profesi seorang akuntan.

Menghadapi era digital, tantangan yang harus dihadapi juga semakin tinggi. Terutama dalam era Revolusi Industri 4.0 yang ditandai masifnya penggunaan teknologi internet dalam hampir semua aspek kehidupan. Dalam era Revolusi Industri 4.0, posisi backoffice pada profesi akuntan lama-kelamaan akan tergantikan oleh software dengan berkembangnya teknologi.

Akuntansi sendiri sebagai ‘bahasa global’ yang berorientasi pada perspektif dunia, melewati batas-batas geografis antar negara dan diterima sebagai bahasa akuntabilitas. Akuntansi merupakan instrumen penting untuk mewujudkan akuntabilitas.

Perkembangan teknologi dan industri menciptakan threat sekaligus opportunity dan akuntabilitaslah yang menjadi penengah antara kedua hal tersebut. Inovasi-inovasi baru mendorong terciptanya pasar baru dan menggeser keberadaan pasar lama. Sehingga peran akuntan akan berubah secara radikal.

Penggunaan data akuntansi berbasis Cloud akan mendapat pengaruh kekuatan penggunaan big data, akuntansi akan mengintegrasikan informasi keuangan non tradisional dalam sistem modern, pekerjaan akuntan akan lebih efisien dan mobile. Akuntan adalah expert dalam bidang penyedia informasi keuangan, maka teknologi informasi sangat penting menjadi kebutuhan pokok.

Seorang Akuntan perlu melakukan lima hal berikut ini:
1. Melakukan investasi pada pengembangan digital skills
2. Menerapkan prototype teknologi baru, sambil learn by doing
3. Pendidikan berbasis international certification
4. Responsif terhadap perubahan industri, bisnis dan perkembangan teknologi
5. Kurikulum dan pembelajaran berbasis human-digital skills.

Selain itu, peran akuntan di dalam menyajikan laporan keuangan perusahaan harus dapat menyatakan hasil yang konkrit nilai-nilai faktor sukses, seperti kualitas produksi yang tinggi, penilaian pada pegawai, pelanggan yang puas dan loyal tidak hanya dalam unit monetary saja tapi akan jauh lebih luas hingga dalam perilaku, yang terlihat secara eksplisit dari informasi yang diberikan oleh teknologi sistem akuntansi itu sendiri.

Untuk itu, akuntan sudah seharusnya bisa mengantisipasi kebijaksanaan perusahaan di persaingan global, peran akuntan tidak sekedar penyedia data akuntansi, tetapi juga berperan sebagai pemberi informasi bagi para pengambil keputusan. Tentu sebagai pendukung dan memberikan analisis terhadap sebab akibat kebijaksanaan manajemen perusahaan yang akan terlihat jelas pada saat auditor public melakukan audit keuangan dan manajemen sebagai bentuk pertanggungjawaban perusahaan kepada para investornya, terutama dalam menghadapi perubahan lingkungan bisnis.

Akuntasi mempunyai fungsi untuk menjembatani antara risiko dan kesempatan dalam model-model bisnis. Tantangannya adalah, revolusi industri 4.0 melahirkan model-model bisnis yang semakin kompleks dengan risiko yang belum dapat dipetakan. Tantangan lainnya dalam dunia akuntasi saat ini adalah maraknya praktek fraud (kecurangan) yang memanfaatkan teknologi.

Untuk itu, profesi akuntan harus dikelola sedemikian rupa sehingga tetap berintegritas, dimulai dari pengaturan, standar, sistem, proses, sampai tenaga manusia/profesi yang melakukannya.
Dengan demikian, selain mengikuti perkembangan teknologi informasi, seorang akuntan di era serba digitalized ini sudah seharusnya mampu beradaptasi dengan teknologi untuk menciptakan nilai (value) semakin mengarah pada layanan digital, mampu meningkatkan keahlian (mastering skills), wawasan dan terbuka terhadap perubahan serta mempertahankan nilai dan etika yang baik untuk berkontribusi.

Sumber :
https://makassar.terkini.id/disrupsi-profesi-akuntan-era-revolusi-industri-4-0/
https://aufidinaa.blogspot.com/2019/04/dampak-akuntansi-di-era-revolusi.html?m=1

Comments

comments