Atas Nama Kekuasaan, Persahabatan Kita Harus Diputuskan

Atas Nama Kekuasaan

Atas Nama Kekuasaan

Di dalam sebuah gedung, semua mata tertuju kepada dua mempelai. Ia memakai destar jawa dikepalanya, terselip bunga kantil di kupingnya. Ia memakai bawahan kain dan atasan berwarna putih. Pengantin perempuan memakai kebaya warna putih, ia bersanggul, bawahannya kain batik dengan corak serupa dengan sang suami. Sebelumnya, tangan mempelai pria diambil oleh seorang lelaki, diawali dengan bacaan istighfar lalu syahadat. ia tunaikan akad itu, ijab kabul selesai. Dian Sastro Wardoyo resmi menjadi istri Indraguna Sutowo.

Dian, perempuan megabintang mengendap diingatan setelah ciumannya di bandara mengantar AADC menjadi Box Office. Ia dan Nicholas Saputra membuat gairah perfilman meningkat. Tak heran ia menjadi perempuan paling cantik se-Indonesia periode 2000-2010. Para penggemar mengharapkan kisah asmara mereka bekerja di dunia nyata. Nyatanya, Dian memilih Indra, mereka menikah, para penggemar dan penonton kecewa.

*******

Nama pria muda itu Sobron, ia tidak sejalan dengan kakaknya, ia lebih memilih menjadi seorng penyair dan prosais, ia tidak suka politik seperti saudara tuanya. Ia langsung belajar dari si Binatang Jalang yang ingin hidup lebih dari seribu tahun lamanya. Bohem itu memang brengsek, kerjaannya melulu menggoda wanita, menyadur puisi untuk mendapat penganan, dan nebeng hidup pada Orang Minang di Betawi. Sobron memang terlahir dengan takdir sebagai pria medioker.

Waktu itu, HB Jassin, Usmar Ismail, Rivai Apin, sudah hidup mapan sebagai seniman, mereka enak nongkrong di RM Padang, sementara Sobron masih prihatin sebagai sastrawan pinggiran bersama Sjumandjaya, Misbach Sabiran, Ajip Rosidi, dst. Kakaknya, Aidit tua, sudah memiliki jabatan penting di partai dan pemerintahan. Sobron dan kawan-kawan dikenal sebagai Seniman Senen. Mereka kedatangan tamu, usianya lebih muda lima tahun darinya. Ia hendak turut ngaji di pesantren Seniman Senen. Pria itu berasal dari pinggiran Jawa Timur, ia bernama Harmoko.

*******

Seolah pernikahan Dian dengan Indra tidak ada yang berbeda dengan sejoli dari belahan bumi manapun, yang membuat istimewa adalah trah dari Indra. Ia merupakan cucu Ibnu Sutowo. Former boss Permina (Sekarang Pertamina). Ibnu memang luar biasa cekatan, ia memiliki banyak talenta. Ia sebenarnya berkarir sebagai seorang dokter, kemudian menjadi perwira tinggi militer pada masa Orde Baru, lalu ikut main di pasar gelap, kemudian mengurus perusahaan minyak milik negara.

Dan itu belum habis ia juga seorang peloby yang sangat licin, ia berhasil memulangkan anak kesayangan Athirah untuk berkarir di dalam negeri saja. Lambat laun, anak Athirah itu dikenal sebagai Presiden Ketiga Republik.

Seolah menuruni bakat sang ayah, Adiguna Sutowo, bapak mertua Dian; juga mengikuti jejak bapaknya. Setelah puas berbisnis di berbagai sektor, Adiguna mendirikan MRA grup. Ia tidak main-main, Adiguna benar-benar banting setir ke bisnis media. Medianya pun memiliki segmen yang istimewa, memberikan gambaran, fantasi, dan imaji para perempuan yang objek tubuh mereka dieksploitasi untuk jadi bahan coli lewat lembaran majalah FHM dan Maxim yang disajikan kepada pria hidung belang kelas menengah atas.

*******

Sobron terkatung-katung di Paris, ia korban perang dingin, menjadi eksil dan tidak bisa mudik. Setelah berkabung kakaknya dieksekusi, ia pula harus berpindah dari Peking yang telah ditinggalinya sekian tahun. Ia bersama-sama rekannya harus prihatin untuk bertahan hidup di Paris. Ia hendak mendirikan rumah makan Indonesia, dengan modal sisa pagu saku sebagai imigran dari bantuan negara inangnya. Ia kelak menggantungkan hidupnya pada talam-talam yang dihidangkan kepada para pengunjung kedai.

Pada awal 70-an, Cak Harmoko mendirikan Pos Kota, harian di ibukota yang berkelamin soal kriminalitas di Jakarta, kemahirannya dalam dunia media, mengantarkan ia sebagai orang sipil terpilih dalam lingkaran Orba. Tak heran, ia diangkat menjadi Menteri Penerangan. Jabatannya penuh noktah, pada masanya banyak mayat tergelatak di gang-gang jalanan layaknya bangkai kucing yang diabaikan saja oleh bajul yang melindasnya. Korban Petrus. Ia juga memiliki noktah hitam lantaran membredel berbagai media. Ironis, ia pebisnis media dan pentolan PWI.

Harmoko juga memunggungi kawan lamanya di Seniman Senen. Selain kebijakan bredel, ia juga dikenal dengan kebijakan mengencangkan ikat pinggangnya dalam sektor Sinematografi, walhasil Misbach Sabiran menggantungkan hidupnya pada istrinya sang aktris besar, Nani Wijaya. Ia pun tak berbuat apa-apa terhadap Sobron. Harmoko sedang enha-enha mengecap manisnya jabatan sebagai Menteri Penerangan baru. Di Benua Biru, Sobron belajar mengeja diphthong bahasa Prancis dan berusaha menjadi Polyglot di usia setengah abadnya.

*******

Ben Anderson pernah berkelakar soal hubungan antara Aidit Tua (D.N. Aidit) dan Ibnu Sutowo dalam esainya Petrus Dadi Ratu.  Ia berseloroh bahwa hubungan antara keduanya sangat ambivalen, tidak hanya berdua bahkan ditambah Nasution. Bukankah mereka adalah mantan kolega dekat? Apakah Sutowo merupakan mata-mata militer di dalam jajaran para petinggi komunis? Atau Achmad Aidit mata-mata komunis di dalam tubuh militer? Atau mata-mata pihak ketiga? Atau  mereka menjadi bagian kesemuanya? Apakah benar, ia sudah di eksekusi, atau ia sedang hidup nyaman di luar negeri dengan nama baru dan dompet yang tebal?

Sejerah kebenaran pemberontakan Gestapu simpang siur terbawa oleh kemana angin kepentingan berhembus, perasaan simpati dan empati tergantung tak tahu kemana harus disematkan. Mencoba memahami peristiwa sejarah kelam seperti enam lima itu soal mudah, bisa dimulai dari hal yang paling sederhana, misalnya ketika dikhianati oleh sahabat sendiri.

Selamat Hari Raya Orde Baru……

Comments

comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.