Di Balik Nilai Sekolah

Nilai itu penting nggak sih?

Pertanyaan itu muncul ketika saya melihat persyaratan melamar kerja di sebuah perusahaan yang cukup besar. Salah satunya memiliki nilai minimum rata-rata UNBK yang ternyata cukup tinggi.

Jika saya mengingat saat SD dulu, saya pernah berfikir “nggak apa-apa nilainya nggak tinggi yang penting naik kelas” atau “nggak apa-apa nilainya nggak tinggi yang penting lulus”. Beruntung pemikiran tersebut hanya bertahan sampai saya SMP. Kenapa saya bilang beruntung? Karena akhirnya saya sadar betapa pentingnya nilai itu. Lalu kenapa nilai itu penting?

Nilai menjadi penting ketika kamu tahu apa esensi nilai buatmu, akan kemana nilai itu kamu bawa dan gunakan. Untuk melamar pekerjaan, mendaftar masuk ke sekolah maupun ke perguruan tinggi misalnya. Nilai dijadikan tolak ukur untuk menyeleksi dan menentukan kandidat yang nantinya akan terpilih.

Memang benar, besar kecilnya nilai tidak menentukan seberapa paham pelajar menguasai materi, tetapi nilai besar/tinggi tidak didapat dari usaha yang biasa-biasa saja. Untuk mendapat nilai tinggi dibutuhkan usaha yang besar, belajar dengan sungguh-sungguh, tidak mudah putus asa, dan berdo’a. Poin-poin itulah yang sebenarnya dicari, dan diharapkan ada di balik nilai yang tinggi.

Perusahaan, sekolah, serta perguruan tinggi tentu sudah memikirkan baik-baik sebelum menentukan persyaratan minimal nilai. Dengan begitu, diharapkan akan ditemukan individu-individu yang kompeten dalam bidangnya.

Lalu bagaimana dengan mereka yang tidak memenuhi syarat minimum nilai? Apa mereka lantas dianggap tidak kompeten? Tentu saja bukan begitu maksudnya.

Dengan adanya persyaratan minimum nilai, diharapkan akan lahir kesadaran pada tiap individu untuk meningkatkan kualitas diri, berusaha lebih giat, dan tak mudah putus asa.

Itulah alasan mengapa tulisan ini dibuat. Kesadaran diri untuk meningkatkan kualitas diri dari berbagai sisi diperlukan untuk menciptakan sumber daya manusia yang baik, kompeten, dan tentunya berkualitas.

Saya percaya bahwa setiap ilmu pasti  ada manfaatnya dan tidak ada ilmu yang sia-sia. Mulailah menggali bakat serta mengasahnya, mencari passion dan mengembangkannya. Yang terpenting adalah pengusaan atas ilmu yang dipelajari dan proses mendapatkan nilai.

Di luar sana  memang banyak orang sukses yang dulunya tidak memiliki nilai yang tinggi, atau bahkan tidak mengenyam pendidikan formal sama sekali. Tetapi seperti yang sudah saya tuliskan, mereka mungkin memiliki poin-poin yang diharapkan ada pada orang-orang yang memiliki nilai tinggi, serta memiliki kesadaran diri untuk berkembang dan lebih maju dalam hidupnya.

Nilai bukan segala-galanya, bukan juga sesuatu yang akan menetukan segala hal dimasa depan. Manusia itu sendirilah yang akan menentukan bagaimana masa depan yang akan ia jalani.

Comments

comments