Empat Alasan Kenapa Kamu Harus Balikan

Empat Alasan Kenapa Kamu Harus Balikan

Empat Alasan Kenapa Kamu Harus Balikan adalah artikel asmara-humor, jadi santailah. Mari kita mulai.

Satu fase dari sekian banyak tahap jatuh cinta adalah pengen balen. Pengen balen a.k.a balikan itu sebenarnya biasa biasa saja. Sepertihalnya kita pertama kali jatuh cinta, hanya saja, yang hebat, adalah stigma-stigmanya. Banyak orang yang enggan balen bukan karena sudah tidak cinta, tapi hanya demi gengsi agar tak disebut; Menjilat ludah sendiri.

Hal itu tidak salah, tapi juga tidak sepenuhnya benar. Begini, tidak semua keputusan yang kita ambil itu benar. Dan tidak ada salahnya memperbaiki keputusan yang keliru tadi dengan menggantinya dengan keputusan baru yang dinilai lebih tepat. Manusia kan makhluk yang dinamis. Bisa berpikir sekaligus bisa berbuat salah. Jadi tidak ada ada salahnya kalau kamu ingin balikan dengan argumen: memperbaiki kesalahan masa lampau.

Lagipula kamu itu raja atas dirimu sendiri yang bisa bergerak kemanapun, ga seperti pion yang ndak bisa mbalik. Faham?

Maka izinkan daku mendedah empat alasan kenapa mesti balen:

Putus lebih grusa grusu daripada nembak-nolak

Harus diakui, bahwa keputusanmu untuk putus (atau kalau diputus ya kamu harus yakin) bahwa itu adalah keputusan yang penuh emosional, buru buru. Keputusan yang diambil secara tergesa-gesa amat mungkin meninggalkan cela.

Hal tersebut bertolak belakang dengan saat PDKT dulu.  Saat PDKT kamu menghabiskan waktu berbulan bulan bahkan bertahun tahun untuk mengenali lebih dalam mengenai dia sebelum jadi mantanmu itu. Sambil terus menimbang apakah dia layak ditukar kuota bergiga giga demi terhubung via WA, FB, IG, Skype, Twitter dsb. Lakok putusnya hanya perlu emosi sesaat dan mak jebreet; kita putus!

Kan ga sepadan, pertimbangan bertahun-tahun dinegasikan dengan ngambek seminggu dua minggu.

Paling tidak kan kamu ga mimbik-mimbik sholat istikhoroh minta petunjuk apakah putus itu baik untukmu, untuk agamamu, atau kelaurgamu bukan? Saya pun yakin dalam mengucap talak versi pacaran itu kamu tidak pake bismillah.

Ingat sesuatu yang dilakukan tanpa berdoa maka ada syetan di dalamnya. So sangat mungkin keputusanmu untuk putus dulu, adalah keputusan setan. Ya ampun, segera perbaiki keputusan itu dengan balen!

Masih sayang

Lakalo masih sayang ngapain kamu tahan-tahan. Menahan rasa sayang, sebagaimana menahan pipis, ga baik lo buat kesehatan. Terutama kesehatan mental. Kamu bisa tiba-tiba melamun di keramaian gelak tawa teman-temanmu yang lagi nostalgia itu. Atau tiba-tiba membalikkan meja saat resepsi di pernikahan orang lain. Itu semua dampak dari emosi tidak stabil akibat memendam rasa sayang.

Inget, sayang itu ga kayak biji nangka, yang kalau dipendam ia akan tumbuh dan berbuah. Sayang itu kaya gaji. Kamu harus berusaha untuk mendapatkannya!

Lalu cara balikannya gimana? Ih kok kamu goblok banget, ya usaha lagi lah. Deketi lagi, bribik lagi. Kalau dicuekin? Kamu hanya butuh sedikit bersabar. Gunakan sedikit improvisasi dengan gaya pendekatanmu dulu.

Orang yang pernah jatuh cinta denganmu, tidak bisa melupakanmu seutuhnya. Kamu hanya tertutup oleh aktivitas atau perhatian barunya. Dan yang perlu kamu lakukan adalah berusaha untuk membuka tutup itu dan muncul kembali. Laaluu happp. Selamat kamu dijalur balikan.

Cinta lebih tinggi derajatnya ketimbang gengsi

Ini perlu diingat dan dicatat, kalau perlu di jidat. Bahwa cinta lebih tinggi dibanding gengsi. Cinta lebih layak kita perjuangkan dibanding gengsi. Kenapa? Karena banyak orang bisa bahagia karena cinta, sementara sampai saat ini, BPS belum pernah melaporkan ada orang bahagia karena gengsi. Camkan itu!

Pemahaman akan hal tersebut penting, karena banyak orang enggan balen bukan karena sudah tidak cinta, tapi karena gengsi. Gengsi sms lagi, gengsi menyapa lagi, gengsi ke dukun lagi #looh, weslah pokoknya gengsi untuk memulai lagi. Maka buang jauh jauh rasa gengsi itu, daaan taaaaraaam sambutlah chating sampe paginya kembali.

Lagipula kan gengsi tidak masuk sebagai salah satu sifat-sifat terpuji yang wajib diamalkan seperti diajarkan pada pelajaran PKN saat SD dulu.

Ga laku laku

Ini alasan paling mendasar dari prosesi balikan. Kalau kamu sudah puluhan tahun putus dan belum menemukan penggantinya padahal sudah mendekati banyak orang itu adalah indikasi paling kuat bahwa kamu harus segera putar balik untuk satu kata; balen.

Saya khawatir hanya mantan kamu itulah satu-satunya orang  di galaksi bima sakti ini yang mau menerimamu  sebagai pasangan. Kalau begitu kan gawat. Kamu harus segara memulai langkah-langkah strategis untuk balen [akan dibahas malam minggu berikutnya]. Langkah tersebut harus cepat, sebelum kesadaran mantanmu kembali pulih seperti sedia kala….

Comments

comments

1 thought on “Empat Alasan Kenapa Kamu Harus Balikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.