Membedah Jeratan Gus Dur

Buku Menjerat Gus Dur yang ditulis oleh Virdika Rizky Utama sempat menuai kontroversi. Pasalnya berisi muatan dan nama-nama siapa saja yang terlibat pada saat peristiwa impeachment atau penggulingan Gus Dur saat menjadi RI 1 pada saat itu.

Foto : Susilo, Aris Panji, Lutfi, Savic Ali

Rabu (4/ 3) , Bedah buku menjerat Gus Dur diselenggarakan oleh Jaringan Gusdurian Kebumen. Berempat di Joglo Rumah Inklusif Kembaran, Kebumen. Dihadiri langsung oleh tokoh masyarakat yang tergabung dalam Forum Kerukunan Umat Beragama Kebumen.

Di tengah guyuran hujan yang deras, mengguyur sekitar Kembaran tak menyurutkan semangat peminat peserta bedah buku tersebut.

Sambutan dibuka oleh Humam Rimba, ketua GusDurian Kebumen dan dilanjutkan oleh Muniatul Khoeriyah selaku penggerak Rumah Inklusif.

Meski bedah buku tak dihadiri oleh sang penulis, diwakili oleh pihak penerbit yang juga direktur NU Online yakni Savic Ali. “Buku ini berawal dari penemuan dokumen yang akan di buang di kantor Golkar, kebetulan dilihat oleh Virdy”, ungkapnya.

Buku Menjerat Gus Dur yang ditulis oleh Virdika Rizky Utama sempat menuai kontroversi. Pasalnya berisi muatan dan nama-nama siapa saja yang terlibat pada saat peristiwa impeachment atau penggulingan Gus Dur saat menjadi RI 1 pada saat itu.

Ia menceritakan ada skema yang direncanakan oleh Fuad Bawazier cs di dalam tulisan dokumen yang dibuang tersebut. Konfirmasi telah didapatkan oleh Akbar Tanjung, Amien Rais, Fachrudin saat Virdy mencoba menelusuri

Semenjak buku ini telah berhasil membalikan narasi yang lama dibangun, bahwa Gus Dur berhasil digulingkan oleh jeratan skandal buloggate. “Buku ini, diterbitkan setelah 2009 sempat berhenti. Dan mulai kembali hingga saat ini”, tambah Savic.

Semenjak diterbitkan, undangan-undangan diskusi berdatangan tanpa harus merencanakan roadshow.

Savic menjelaskan kronologi proses penulisan buku.

Susilo Ari, jurnalis TV menanggapinya. “yang menarik ketika membaca buku ini, saya teringat celana kolor Gus Dur. Cukup ikonik”. Pada saat keluar istana di tengah hiruk pikuk penjatuhannya, Gus Dur hanya memakai celana kolor.

Dalam buku, butuh tiga bab untuk menjelaskan tentang proses penggulingan Gus Dur. Bahkan pada era Sukarno diceritakan di sini, kemudian orde baru di era Soeharto dan kroni-kroninya, lalu muncul Golkar. “Era pemerintahan Gus Dur saat tak bisa lepas dari keadaan sekarang ini”, tandasnya.

Sejarah orde baru, mewarnai perjalanan politik Gus Dur. Bawazier bisa cross partai, bisa menggabungkan banyaknya kepentingan menjadi satu wadah. Hal ini memunculkan isu buloggate untuk memakzulkan Gus Dur.

“Samuel Huntington, tentang gelombang demokrasi Indonesia juga dikutip oleh Vardy, ada persamaan dengan skripsi saya dulu”, ujar Susilo.

Gus Dur membuka ‘kran’ di Indonesia, sehingga banyak yang tak disukai oleh para penguasa yang lain. Buku ini, juga menyebut nama Habib Rizieq. Extrim kiri pasca pada era Gus Dur sudah mulai dipakai untuk kepentingan kekuasaan saat itu.

Di dalam buku ini, belum ada penulisan yang melibatkan asing.

Sehari sebelum kejatuhan gus dur, menurut susilo, sebagian besar media sudah banyak informasi akan ada api di mana mana. Ia heran tentang asal muasal informasi ini beredar.

Aris Panji, aktivis 98 itu mengungkapkan saat penggulingan Gus Dur, di Kebumen juga bereaksi pada saat itu. Aris bercerita pernah tergabung dalam Komite Nasional Penegakan Demokrasi untuk pelengseran Soeharto.

Ada kemajuan demokratisasi sebelum Gus Dur, Habibie sudah memulainya, saat terdapat mandat reformasi yang dimulai dari surabaya tentang penghapusan komando teritorial.

Buku ini banyak membantu dan menjadi referensi untuk generasi-generasi yang tidak mengalami sejarah tersebut. Ini menjadi nilai penting, sebab menjawab pertanyaan tentang kebenaran sejarah penggulingan Gus Dur.

Agus Salim, akademisi Kebumen mengkritik, belum ada bab yang membahas internal Gus Dur, seolah ia menjadi pemain tunggal.

Sunu, Budayawan sekaligus Kades Wiromartan Mirit megungkapkan bahwa dirinya merasa lega, karena kebenaran akhirnya terungkap di buku ini.

Comments

comments